Otomotif

Kunci di Balik Kiandra Ramadhipa Juara Race 2 Rookies Cup Jerman

×

Kunci di Balik Kiandra Ramadhipa Juara Race 2 Rookies Cup Jerman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ini Rahasia Kiandra Ramadhipa Juara Race 2 Rookies Cup Jerman

jurnalistik.co.id – M Kiandra Ramadhipa tampil menonjol di Red Bull Rookies Cup 2026 seri kelima, Sachsenring, Jerman, dengan mengunci kemenangan pada Race 2 setelah sebelumnya hanya finis kelima di Race 1.

Usai menembus papan atas di laga pembuka, pebalap berusia 16 tahun ini melakukan penyesuaian cepat bersama tim teknis. Perubahan itu membuat karakter motornya lebih sejalan dengan kebutuhan balapan, terutama untuk menjaga performa ban.

Perombakan setelan setelah Race 1

Pada Race 1, Ramadhipa sebenarnya sudah mampu berada di barisan depan. Namun, performa bannya merosot di lima lap terakhir karena terus menekan sejak awal laga.

Evaluasi tersebut kemudian berujung pada ubahan pada sektor kaki-kaki motor KTM RC 250 R sebelum Race 2 dimulai. Penyesuaian ini diarahkan agar karet ban lebih awet dan respons motor tetap terjaga sepanjang putaran.

“Kami sedikit mengubah setup suspensi dari hari kemarin (Race 1), dan saya pikir itu sangat membantu kinerja ban. Saya sangat merindukan perasaan menang ini,” ujar Ramadhipa, dikutip dari laman resmi Red Bull Rookies Cup, Minggu (12/7/2026).

Di Race 2, hasilnya terlihat jelas. Ia tidak hanya mampu mempertahankan ritme, tetapi juga mengubah momentum menjadi keunggulan penuh, sehingga podium tertinggi menjadi miliknya untuk kedua kalinya pada musim ini.

Agresivitas sejak start dan duel di depan

Di luar urusan teknis, Ramadhipa juga mengubah pendekatan balap. Ia menerapkan strategi agresif sejak lampu hijau menyala untuk langsung mengamankan posisi terdepan dan menghindari waktu yang terbuang saat mencari celah.

Sepanjang balapan, ia terlibat duel sengit dengan pebalap Spanyol, David Gonzalez. Dari catatan lomba, Ramadhipa berhasil memimpin jalannya balapan selama 11 lap dari total 14 lap yang dihitung.

“Saya mencoba langsung menekan sejak start . Saya katakan pada diri sendiri, jika ada yang menyalip, saya harus langsung merebut posisi itu kembali. Saya tentu tidak mengharapkan adanya red flag , tetapi bertahan di depan terbukti berhasil,” katanya.

Meski persaingan berlangsung ketat, kuncinya adalah konsistensi menekan tanpa kehilangan ritme. Ia tidak menunggu kesalahan lawan, melainkan memaksa duel terjadi di zona yang ia kuasai sejak awal.

Momen bendera merah menentukan hasil Race 2

Balapan pada akhirnya tidak berlanjut sampai akhir jarak yang direncanakan. Lomba dihentikan pada lap ke-15 setelah bendera merah berkibar akibat kecelakaan Fernando Bujosa dan Benat Fernandez.

Karena Ramadhipa sedang memimpin pada lap ke-14 ketika insiden terjadi, ia berhak atas hasil kemenangan pada Race 2. Kondisi ini membuat usaha memegang kendali sejak start akhirnya berbuah podium pertama.

Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kombinasi evaluasi setelan dan eksekusi balap yang berani dapat bekerja dalam satu paket. Dari cara ia mengelola ritme hingga keberanian mengambil inisiatif, semuanya saling menguatkan.

Catatan musim dan lonjakan posisi di klasemen

Hasil di Sachsenring memperkuat status Ramadhipa sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan dari Asia. Ia menjadi pebalap binaan Astra Honda Motor, dan capaian di seri-seri sebelumnya menunjukkan pola peningkatan yang cukup konsisten.

Sejauh seri kelima berjalan, rekor Ramadhipa di Red Bull Rookies Cup 2026 tercatat sebagai berikut. Round 1 (Spanyol) mencatat Race 1 posisi ke-7 (P7) dan Race 2 posisi ke-1 (P1 – Menang). Round 2 (Prancis) berakhir dengan Race 1 posisi ke-10 (P10) dan Race 2 posisi ke-6 (P6). Round 3 (Italia) membuat Race 1 posisi ke-10 (P10) namun Race 2 berakhir gagal finis (DNF). Round 4 (Belanda) mengalami DNF pada Race 1, sementara Race 2 dituntaskan di posisi ke-7 (P7). Pada Round 5 (Jerman), Race 1 finis di posisi ke-5 (P5) dan Race 2 kembali meraih kemenangan (P1 – Menang).

Dengan tambahan poin penuh dari Sachsenring, posisi Ramadhipa di klasemen sementara melesat ke peringkat ketiga. Masih ada empat balapan tersisa musim ini, sehingga peluangnya untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia tetap terbuka lebar.

Untuk tahap berikutnya, fokus utamanya akan berada pada bagaimana menjaga keseimbangan antara setelan dan gaya balap. Namun, dari kemenangan Race 2 yang lahir dari perbaikan setelah Race 1, langkah Ramadhipa menunjukkan arah yang jelas: belajar cepat, lalu dieksekusi maksimal saat lampu hijau menyala.