Internasional

Lebih dari 250.000 Warga Dievakuasi saat Kebakaran Hutan Mengamuk di Prancis dan Spanyol

×

Lebih dari 250.000 Warga Dievakuasi saat Kebakaran Hutan Mengamuk di Prancis dan Spanyol

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: More than 250,000 evacuated as wildfires rage in France and Spain

jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol telah memaksa evakuasi besar-besaran. Lebih dari 250.000 orang meninggalkan wilayah terdampak karena angin kencang dan suhu tinggi terus menghambat upaya pemadaman.

Di Prancis bagian barat daya, petugas masih kesulitan menahan laju api. Seorang pejabat setempat menyatakan mereka “are far from having the fire under control”, menyusul dorongan api ke arah kota Bordeaux.

Jarak bara api terhadap Bordeaux juga masih dekat. Hingga Sabtu pagi, kebakaran berada sekitar 40 km hingga 50 km (25–30 mil) dari Bordeaux, namun asap tetap bergerak menuju kota dan warga melaporkan udara berbau menyengat.

Evakuasi meluas di wilayah Gironde dan Landes. Sebanyak sekitar 200.000 orang di Prancis sudah dievakuasi, sementara pada malam hari tujuh kota di sebelah barat Bordeaux diperintahkan mengevakuasi warga.

Angin mendorong api, militer Prancis dikerahkan

Upaya penanganan diperkuat dengan dukungan militer. Prancis mengerahkan personel tambahan dan mengirim bantuan untuk membantu petugas pemadam dengan membuka sekat bakar dan membersihkan area semak.

Sejumlah warga menggambarkan situasi yang mereka hadapi. Seorang wisatawan yang sempat mengungsi bersama keluarganya di dekat Bordeaux menyebut skala kebakaran “frightening”. Spencer Randall mengatakan keluarganya dievakuasi pada dini hari Sabtu ke area 100 mil ke arah timur, tetapi mereka “can still smell the wildfires from here”.

Randall juga menuturkan, “It’s quite strong winds fanning the flames, just terrifying,” yang menunjukkan betapa angin menjadi faktor kunci memperparah kondisi.

Keterangan serupa datang dari pasangan wisatawan asal Britania yang sedang berlibur di Bordeaux. Maisie mengatakan mereka mulai mencium asap sekitar pukul tujuh malam dan mengira ada yang sedang memasak, “At about seven o’clock you could smell smoke. We thought someone was having a barbecue”.

Caleb menambahkan abu kemudian menutupi kolam di rumah sewaan mereka dan membuat kaki menghitam saat berjalan di luar. Mereka menyebut asap “really hits your lungs right away”, menggambarkan dampak langsung terhadap saluran pernapasan.

Di Saint-Aubin-de-Médoc, warga yang mengungsi menggambarkan keadaan sebagai “stressful”. Salah satu warga setempat menyebutnya sebagai “disaster”, seiring kepanikan yang muncul saat api makin mendekat.

Konsekuensi lain juga terasa pada jadwal kegiatan besar. Tahap terakhir Tour de France yang dijadwalkan Minggu dipersingkat dari 133 km (83 mil) menjadi 89 km (55 mil) agar pasukan keamanan bisa dikerahkan kembali ke wilayah yang terdampak kebakaran, menurut keterangan penyelenggara dan polisi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menggelar rapat darurat bersama para menteri. Pemerintah menyebut situasi itu “totally unprecedented”, sementara sekitar 30 kebakaran masih meluas di berbagai wilayah.

Spanyol: status darurat, perubahan cuaca bantu pemadaman

Di Spanyol, pemerintah menetapkan status darurat. Setelah beberapa perubahan kondisi cuaca, petugas pemadam di sekitar Madrid melaporkan ada perbaikan, meski ancaman tetap belum sepenuhnya mereda.

Pembenahan tersebut disampaikan dalam pernyataan pemerintah daerah. Disebutkan bahwa “The change in weather conditions – less wind, higher humidity and lower temperature – has greatly benefited the fight against the forest fires, which have advanced little and decreased in intensity”, sebagaimana tertulis di X.

Perdana Menteri Pedro Sánchez mengakui masih sulitnya situasi. Ia menyatakan akan ada “complex times ahead”, sekaligus menjelaskan adanya “window of opportunity” yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah korban jiwa.

Sánchez menyampaikan dari Cenicientos, di bagian barat daya Madrid, “Right now, we have a window of opportunity in order to tackle against the wildfires, protect and save lives and effectively try and control the fire.” Ia juga menambahkan, “It’s true that temperatures have dropped a little bit. But still the wind is making it difficult and there may be thunderstorms as well.”

Sementara itu, otoritas di València mengonfirmasi kematian seorang pria akibat kebakaran. Pria yang diyakini berusia sekitar 70-an ditemukan tewas di dalam mobil saat petugas memadam api di jurang Salt de l’Aigua, wilayah Manises, menurut laporan media setempat.

Di Spanyol, jumlah evakuasi juga besar. Sejak kebakaran mulai terjadi, hampir 60.000 orang telah dievakuasi dari wilayah Madrid dan Ávila, sedangkan lebih dari 28.000 lainnya masih terkurung di rumah, berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Spanyol.

Gubernur wilayah Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menggambarkan situasi sebagai “worst fire in the history of the region”. Dalam penilaian nasional, Sánchez menyebut sekitar 130.000 hektare lahan terbakar di Spanyol sejauh tahun ini, lebih tinggi dibanding rata-rata tahunan 100.000 hektare selama satu dekade terakhir.

Untuk sisi Prancis, Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menyatakan 98.000 hektare sudah terbakar di seluruh negeri sejak awal 2026.

Gelombang kebakaran meluas di Eropa

Kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Prancis dan Spanyol. Di Italia, lebih dari 350 kebakaran, termasuk 10 kebakaran besar, dilaporkan meletus di pulau Sisilia, menurut kepala Perlindungan Sipil Sisilia. Situasi ini memicu evakuasi di sejumlah lokasi.

Di Skotlandia, layanan darurat juga menetapkan insiden besar pada Jumat malam saat menangani kebakaran hutan di Taman Nasional Cairngorms yang telah berlangsung 10 hari.

Komisioner Uni Eropa untuk manajemen krisis, Hadja Lahbib, menilai kerusakan akibat kebakaran hutan di Eropa kemungkinan melampaui catatan sebelumnya. Ia mengatakan, “Last year, one million hectares burned during the summer and so we are expecting to face another historical, sad record because the season has started earlier in the year.”

Ia juga memperingatkan potensi munculnya gelombang kejadian lain seiring musim panas berjalan. “Forecasters are predicting, unfortunately, another heatwave so we can expect other wildfires,” tambahnya.

Uni Eropa juga menyiapkan bantuan lintas negara. Prancis mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil dan akan menerima pesawat pengebom air, termasuk tiga Canadair dari Kroasia dan dua Air Tractor dari Portugal, serta helikopter Black Hawk dari Republik Ceko dan Slovakia. Selain itu, ada 40 anggota tim kebakaran hutan dari Rumania.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan 11 pesawat dan helikopter juga dikirim ke Prancis dan Spanyol dari armada pemadam kebakaran Uni Eropa.