Peristiwa

Warga Cairngorm Kritik Respons Kebakaran Hutan, Dinilai Terlambat

×

Warga Cairngorm Kritik Respons Kebakaran Hutan, Dinilai Terlambat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cairngorm residents say wildfire response 'too slow'

jurnalistik.co.id – Warga yang terdampak kebakaran hutan di kawasan Cairngorm mengkritik respons otoritas yang dinilai datang terlalu lambat. Evakuasi dilakukan pada Jumat malam setelah perubahan cuaca memunculkan kekhawatiran api bergerak mendekati desa Nethy Bridge.

Api telah membakar selama sepuluh hari ketika warga mulai mempertanyakan ritme penanganannya. Mereka menyebut keputusan untuk menaikkan status insiden besar baru dibuat setelah kepanikan di lapangan meningkat.

Keputusan dianggap terlambat

Warga mengatakan langkah otoritas datang “terlalu lambat”, terutama dalam hal mempercepat penanganan saat risiko terhadap Nethy Bridge mulai terlihat. Mereka juga menilai pemerintah lambat dalam “menaikkan skala” respons terhadap insiden tersebut.

Neil Gray, Sekretaris Kabinet untuk bidang Kehakiman, menegaskan upaya penanganan tidak berhenti di tengah proses tersebut. Ia menyatakan: “Throughout this significant incident, the government and the emergency services have given everything to ensuring that the fire is being addressed.”

Pernyataan itu tidak meredam kritik dari komunitas lokal. Pimpinan dewan komunitas Nethy Bridge, Sandy McCook, menyampaikan pihaknya telah mendorong pengumuman insiden besar sejak lebih dari satu pekan sebelumnya.

McCook mengatakan keputusan akhirnya baru ditetapkan pada pukul 22:00 malam sebelumnya. Ia menuturkan: “It was only at 22:00 last night that that was decided. The hotel dining room was taken over at 04:00 this morning by the fire service.”

Dalam pengamatannya, pengerahan personel dan peralatan memang terlihat besar di sekitar wilayah. Ia menyebut ada sekitar 20 unit mobil pemadam di desa, dua helikopter beroperasi di langit, serta buldoser yang menurutnya bekerja “mengoyak inti” hutan Abernethie.

Ia menggambarkan pekerjaan buldoser itu sebagai sesuatu yang “sangat perlu”, tetapi tetap menekankan ada peluang untuk mencegah dampak lebih jauh. Ia berkata: “bulldozers tearing the heart out of Abernethie Forest”, yang ia sebut sebagai a “very necessary evil”, namun “could have been stopped”.

McCook juga menyinggung momen-momen awal kebakaran. Menurutnya, kesempatan untuk memadamkan api sudah ada pada Rabu pekan tersebut, saat api pertama kali terjadi.

Ia menjelaskan: “We had the opportunity to get this fire out last Wednesday, the day it happened.” Ia menambahkan bahwa laporan awal menyebut ukurannya hanya “sebesar mobil kecil”.

Menurutnya, dalam waktu kurang dari satu jam, skala api berubah cepat menjadi “sebesar lapangan tenis”. Ia menyebut: “It was first reported it was the size of a small car. Within an hour, it was the size of a tennis court.”

Selain persoalan waktu, McCook juga menilai komunikasi pemerintah dengan warga dan pihak yang memahami medan tidak berjalan memadai. Ia menyebut kurangnya komunikasi tersebut berasal dari pihak pemerintah kepada “those of us that know the ground”.

Ia menilai terlalu banyak keputusan diambil dari Edinburgh. “He added that there had not been enough communication from the government with “those of us that know the ground” and that too many decisions had been “taken from Edinburgh”.”

Di sisi lain, McCook menggambarkan warga di lereng bekerja sepanjang waktu. Ia menyatakan orang-orang menjalani aktivitas 24 jam dan bantuan datang dari berbagai wilayah, yang menurutnya menjadi bukti “resilience of the Highlands.”

Pengalaman warga dan rencana evakuasi

Seorang warga lainnya, John McGlinchey, menuturkan ia mulai meninggalkan properti sekitar pukul 16:00 pada Jumat. Ia mengambil keputusan setelah melihat api dari depan rumahnya.

McGlinchey menggambarkan rencana evakuasi baru benar-benar mulai berjalan mendekati malam. Ia menyatakan: “The evacuation plan didn’t really start until about 20:00 and then my doorbell didn’t ring until near 00:00 at night to then request for people to evacuate.”

Ia menambahkan bahwa pada saat permintaan evakuasi datang, ia sudah terlanjur pergi dari lokasi. “Fortunately enough we were long gone by that point.”

Ia juga menyebut kekhawatirannya terhadap keselamatan desa. Ia mengatakan ia takut “the entire village would be lost” dan menyebut hujan datang membantu meredam kobaran.

Namun, kekhawatiran McGlinchey tidak berhenti di situ. Ia khawatir api dapat menyala kembali setelah periode hujan. Ia juga menilai kebutuhan penanganan akan semakin besar bila tersedia pesawat sayap tetap untuk mengirim volume air yang lebih tinggi ke lereng.

Ia menilai pentingnya kebijakan kesiapsiagaan yang tidak hanya menunggu kondisi memburuk. Ia melontarkan kritik bahwa insiden besar tidak dideklarasikan lebih cepat.

McGlinchey menekankan bahwa tindakan pencegahan dan skenario cadangan seharusnya sudah disiapkan. Ia berkata: “Even though people might think it was under control, you should always have precautions in place, you should always have contingencies in place – and both of those things weren’t put in place.”

Ia menyatakan ada niat baik di balik langkah evakuasi, tetapi pelaksanaannya dianggap tidak terkoordinasi. “He said although he felt there were “good intentions” behind the evacuation, but it was “just not organised properly”.”

Ia kemudian menyampaikan bahwa diperlukan bantuan dari luar, tidak semata mengandalkan otoritas setempat. “That’s where we’re needing outside intervention and not just the local authority as much as they’re doing their best.”

Untuk warga yang sudah dievakuasi, arahan menuju pusat penampungan sementara di Macdonald Aviemore Resort. McGlinchey menambahkan beberapa warga tidur di lantai hotel karena kekurangan kamar.

Pembelaan pemerintah dan sumber daya tambahan

Neil Gray menjelaskan bahwa pengambilan keputusan penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan bukti. Ia menyatakan respons pemerintah dituntun oleh layanan darurat.

Gray menyebut: “We’ve been very clear that all resources that could possibly be committed are being committed by the Scottish Fire and Rescue Service.”

Ia juga mengatakan pemerintah mendekati pihak militer untuk meminta tambahan helikopter setelah “exhausted all commercially available helicopters”, namun belum ada respons. “Gray added that the government had also approached the military to ask for additional helicopters having “exhausted all commercially available helicopters” but had not yet had a response.”

Menurut Gray, dua helikopter tersedia pada Sabtu, sedangkan tambahan helikopter akan tersedia pada Minggu. Ia menambahkan bahwa sumbernya berasal dari sektor komersial dan tercakup dalam kontrak yang dipimpin oleh badan pemerintah NatureScot.

Sementara itu, kebakaran pertama kali dilaporkan muncul dekat desa Glenmore pada Rabu pekan sebelumnya. Insiden itu memicu evakuasi bagi warga serta lokasi perkemahan.

Api mencapai luasan sekitar enam kilometer persegi, terdiri dari heather dan pohon-pohon kecil, pada puncaknya. Lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran terlibat dalam penanganan.

Dalam pembaruan pada Sabtu pagi, Police Scotland menyatakan ada evakuasi pencegahan untuk area kecil properti di sebelah barat laut Dorback Lodge (Lain Thatchan). Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi.

Pemerintah Skotlandia menyebut jeda api (fire break) di sekitar desa dibangun semalam. Mereka menambahkan jalur baru sedang disiapkan seiring Scottish Fire and Rescue Service (SFRS) menambah sumber daya.

Selain itu, ada imbauan terkait asap untuk Tomintoul. SFRS menyampaikan kepada warga untuk menjaga jendela dan pintu tetap tertutup bila terpapar asap dan menghindari aktivitas luar ruangan yang berat.

Imbauan itu berbunyi: “If you are affected by smoke, stay indoors where possible, keep windows and doors closed, and avoid strenuous outdoor activity,”

Hingga proses penanganan berlangsung, perdebatan di tingkat warga dan pemerintah tetap berpusat pada kecepatan pengambilan keputusan dan kesiapan skenario evakuasi. Kritik warga menuntut respons lebih cepat, sementara otoritas menegaskan langkahnya mengikuti basis bukti dan pengarahan layanan darurat.