Olahraga

Link Siaran Langsung Perancis vs Inggris Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

×

Link Siaran Langsung Perancis vs Inggris Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Link Live Streaming Perancis Vs Inggris di Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 mempertemukan Timnas Prancis dan Timnas Inggris. Laga ini akan menjadi penutup turnamen bagi kedua tim setelah perjalanan mereka berakhir di semifinal.

Pertandingan Prancis vs Inggris dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat. Di Indonesia, laga tersebut jatuh pada Minggu pukul 04.00 WIB.

Laga memperebutkan posisi ketiga akan digelar di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat. Selain gengsi, duel ini juga memiliki nilai hadiah yang besar bagi pemenangnya.

Hadiah untuk perebutan tempat ketiga ditetapkan sebesar 29 juta dollar AS atau setara Rp 521,17 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa laga ini tetap dinantikan meski bukan pertandingan puncak turnamen.

Setelah tersingkir di semifinal, dua tim menuntaskan tugas

Prancis memasuki laga perebutan peringkat ketiga setelah mengalami kekalahan 0-2 dari Spanyol. Hasil tersebut membuat langkah mereka harus beralih dari target akhir menjadi upaya finis di posisi terbaik berikutnya.

Inggris juga menjalani situasi yang serupa. Timnas Inggris harus menerima hasil pahit usai takluk dramatis 1-2 dari Argentina di babak semifinal.

Dengan kondisi tersebut, pertandingan kali ini menjadi momen untuk merapikan penampilan dan mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan catatan yang lebih baik.

Rekam pertemuan terakhir memihak Prancis

Jika melihat rekor lima pertemuan terakhir kedua tim, Prancis lebih dominan. Tim tersebut meraih tiga kemenangan dan sekali imbang, sementara sisanya dimenangkan oleh Timnas Inggris.

Komposisi hasil itu memberi sinyal bahwa duel tidak sepenuhnya berjalan satu arah. Meski begitu, statistik pertemuan terakhir tetap menempatkan Prancis pada posisi yang lebih unggul.

Deschamps menegaskan laga bukan soal “sekadar pelengkap”

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menyampaikan bahwa perebutan peringkat ketiga tetap menuntut keseriusan. Ia menekankan bahwa pertandingan ini memiliki tujuan yang jelas, meski tidak bergantung pada titel juara.

“Saya memiliki kewajiban untuk pertandingan ini,” kata Deschamps dikutip dari Reuters, Minggu (19/7/2026).

“Ini bukan pertandingan persahabatan. Ini adalah pertandingan perebutan tempat ketiga. Para pemain, staf, dan saya memiliki kewajiban untuk mencapai tujuan terakhir ini.”

Deschamps juga menyebut perbedaan nilai emosional laga ini dibanding partai final. Namun, ia tetap menggarisbawahi bahwa fokus utama harus diarahkan pada pencapaian posisi ketiga.

“Ini kurang penting daripada final. Inggris tidak ingin memainkan pertandingan ini, dan kami juga tidak. Tapi di sinilah kita berada.”

“Kita harus memfokuskan pandangan kita pada tujuan untuk berada di posisi ketiga dan mewujudkan tujuan akhir ini.”

Pernyataan Deschamps kemudian berkembang menjadi alasan personal yang lebih kuat. Ia berbicara tentang komitmen saat mengenakan seragam dan menempatkan pertandingan sebagai babak yang memiliki arti tersendiri.

“Kita memiliki kewajiban ini saat mengenakan seragam ini. Dalam benak saya, saya tahu bahwa ini adalah pertandingan terakhir saya.”

Ia menambahkan pesan terkait suasana emosi di akhir turnamen. Deschamps menegaskan bahwa situasi di lapangan merupakan bagian dari perjalanan yang akan terus berlanjut setelah peluit panjang berbunyi.

“Saya tidak ingin ada yang menangis. Akhir sudah dekat, tetapi hidup terus berjalan.”

Mbappe dinyatakan siap bermain

Deschamps juga menanggapi kondisi sang kapten, Kylian Mbappe. Menurutnya, pemain tersebut berada dalam kesiapan untuk turun sejak awal.

“Dia siap bermain, itu yang bisa saya katakan,” tutup pelatih kelahiran Bayonne pada 15 Oktober 1968 itu.

Dari keseluruhan pernyataan tersebut, laga Prancis vs Inggris tampak diposisikan sebagai pertandingan penutup yang tetap menuntut standar performa tinggi. Baik Prancis yang ingin menghindari akhir tanpa trofi, maupun Inggris yang berusaha memperbaiki hasil semifinal, sama-sama memiliki alasan kuat untuk meraih kemenangan di perebutan peringkat ketiga.