jurnalistik.co.id – Timnas Inggris mengakhiri babak pertama laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 dengan keunggulan telak atas Timnas Perancis. Bermain di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB, Inggris sudah memimpin 4-0 saat turun minum.
Keunggulan yang dibangun sejak awal membuat pertarungan di babak kedua memiliki satu arah besar: Inggris selangkah lagi mempertahankan momentum untuk meraih peringkat ketiga. Bagi Perancis, skor 0-4 di interval menjadi pukulan yang sulit dicerna.
Susunan skor juga langsung memperlihatkan dominasi Inggris. Gol-gol yang tercipta di babak pertama datang lewat Declan Rice pada menit ke-3, Ezri Konsa menit ke-18, serta Bukayo Saka pada menit ke-37 dan menit ke-45.
Hasil itu sekaligus menegaskan kontras kondisi kedua tim. Perancis yang berstatus finalis Piala Dunia 2022 justru tertinggal jauh, sementara Inggris dapat mengulang keberhasilan yang menekan sejak menit-menit awal pertandingan.
Bagi Inggris, jarak 4 gol sampai turun minum memberi peluang menjaga keunggulan tersebut. Narasi laga ini juga dipandang sebagai penebus kekecewaan yang sempat dialami Inggris pada Piala Dunia 2018, sekaligus menjadi penghiburan bagi Harry Kane dan rekan-rekannya yang kembali gagal mencapai final edisi tahun ini.
Jalannya laga
Sejak peluit awal, Inggris langsung memegang kendali. Declan Rice membuka keunggulan pada menit ke-3 melalui skema yang berawal dari transisi cepat setelah merebut bola dari Perancis.
Rice kemudian menggiring bola ke area halfspace Les Bleus sebelum mengonversi peluang yang ia dapatkan. Tendangan jarak jauh gelandang Arsenal itu mengarah ke sudut kanan gawang yang dijaga Mike Maignan, membuat skor berubah menjadi 0-1.
Perancis tidak butuh waktu lama untuk merespons. Pada menit ke-9, Ryan Cherki menjadi sumber ancaman pertama bagi Les Bleus ketika ia menerima bola di depan kotak penalti.
Cherki melepaskan tembakan terukur dengan kaki kiri. Meski tidak berakhir sebagai gol, upaya tersebut cukup menunjukkan bahwa Perancis tetap berusaha membangun serangan.
Berita Terkait
Inggris sempat mendapat momen yang nyaris menambah jarak. Bukayo Saka sempat mencetak gol pada menit ke-11, tetapi wasit menganulirnya karena offside, sehingga keunggulan Inggris tetap 1 gol.
Setelah momen itu, pertandingan kembali terasa lebih mengarah kepada Inggris. Meski beberapa peluang datang dari kedua sisi, babak pertama tetap ditandai permainan cepat yang membuat Perancis kesulitan mengatur ritme.
Pada menit ke-18, Inggris benar-benar menjauh. Ezri Konsa memanfaatkan bola hasil sepak pojok untuk mengubah skor menjadi 0-2.
Konsa mampu memenangkan duel udara kontra Adrien Rabiot sebelum menanduk bola hingga bersarang di gawang Perancis. Keputusan itu membuat Perancis makin tertinggal, sementara Inggris kian percaya diri.
Menjelang akhir babak pertama, fokus permainan semakin menekankan efektivitas Inggris dalam memanfaatkan momen. Dean Henderson, yang kali ini menjaga gawang Inggris, tampil krusial ketika membendung sepakan keras pemain yang disebut sebagai bagian dari skuad Manchester City pada laga tersebut.
Gol ketiga Inggris datang pada menit ke-37. Bukayo Saka mencatatkan namanya kembali di papan skor, membawa keunggulan Inggris menjadi 0-3 dan membuat pertandingan terasa hampir dipastikan berat bagi Perancis.
Tidak lama berselang, Saka kembali menambah pundi-pundi gol pada menit ke-45. Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 0-4, sekaligus memastikan Inggris turun minum dalam kondisi sangat dominan.
Dalam situasi seperti itu, Inggris kini memiliki modal besar untuk mengatur babak kedua. Mereka dapat memanfaatkan keunggulan 4 gol untuk mengontrol tempo, sementara Perancis dituntut tampil lebih agresif jika ingin memperkecil ketertinggalan.
Skor akhir babak pertama juga mencerminkan betapa cepatnya momentum bisa beralih. Saat Inggris mampu membuka keunggulan sejak menit ke-3 dan terus menambah gol melalui Rice, Konsa, serta duo Arsenal lewat Saka di menit 37 dan 45, Perancis seolah kehilangan ruang untuk kembali ke permainan.
Dengan keunggulan besar tersebut, Inggris memiliki kesempatan mempertahankan hasil di babak kedua untuk meraih tujuan utama laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.












