Olahraga

France vs England: Declan Rice Cetak Gol Cepat, Inggris Unggul 0-1 di Menit Ketiga

×

France vs England: Declan Rice Cetak Gol Cepat, Inggris Unggul 0-1 di Menit Ketiga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: LIVE Perancis vs Inggris 0-1: Laga Baru Berjalan 3 Menit, Declan Rice Cetak Gol

jurnalistik.co.id – Perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 memperlihatkan awal yang bergerak cepat sejak peluit kick-off dibunyikan. Inggris langsung menekan dan membuat Perancis kesulitan mengembangkan permainan dengan nyaman.

Sejak menit-menit awal, tempo pertandingan cenderung mengarah ke duel-duel di area tengah. Di saat Perancis memilih bertahan lebih dalam, Inggris mampu mengumpulkan momentum untuk menyerang.

Perubahan besar terjadi ketika laga baru berjalan sekitar tiga menit. Inggris berhasil membuka keunggulan melalui gol cepat yang dicetak Declan Rice.

Gol tersebut berawal dari situasi perebutan bola di tengah lapangan. Desire Doue kehilangan penguasaan bola ketika bola sempat berada dalam jangkauannya di area tengah.

Declan Rice kemudian bereaksi cepat dan merebut bola dari situasi tersebut. Setelah menguasai bola, ia membawa si kulit bundar melewati garis tengah.

Langkah Rice membuat Perancis tidak punya banyak waktu untuk mengatur posisi. Para pemain Les Bleus terlihat memilih mundur dan memberi ruang kepada Rice untuk melanjutkan aksinya.

Ruang yang tercipta di luar kotak penalti justru menjadi kesempatan penting bagi Inggris. Dalam kondisi tersebut, Rice melepaskan tembakan dari jarak luar.

Eksekusi Rice dilepaskan dengan sepakan keras mendatar. Bola meluncur menuju sudut kanan bawah gawang.

Mike Maignan tidak mampu menjangkau bola yang sudah mengarah tepat sasaran. Dengan demikian, Inggris memastikan keunggulan 1-0 atas Perancis pada menit ketiga.

Setelah gol tersebut, Inggris kembali mencoba mengubah tekanan menjadi peluang lanjutan. Permainan cepat mereka membuat pertahanan Perancis tetap harus bekerja ekstra.

Tak lama setelah memimpin, Marcus Rashford muncul dengan serangan berikutnya. Ia mengirim umpan yang mengarah ke Ivan Toney.

Namun, kesempatan Toney tidak berkembang menjadi peluang berbahaya. Bola berhasil disapu oleh Maxence Lacroix sebelum sempat menjadi ancaman serius di depan gawang.

Di sisi lain, Perancis terlihat berupaya merespons dengan menata ulang posisi setelah tertinggal. Mereka tetap mencoba mengontrol ruang, tetapi berada dalam ritme yang lebih sulit sejak kebobolan cepat.

Catatan penting pertandingan ini adalah bagaimana Inggris terlihat agresif sejak menit pertama. Tekanan yang dibangun segera memunculkan kesalahan, dan kesalahan itu langsung dihukum dengan gol Rice.

Desain serangan Inggris juga terlihat sederhana namun efektif: memanfaatkan momen kehilangan bola di tengah, lalu mengalirkan bola ke fase serangan berikutnya. Rice menjadi tokoh utama karena mampu mengubah situasi transisi menjadi tembakan on target.

Bagi Perancis, jarak tembak dari luar kotak penalti menjadi titik yang harus segera ditutup. Saat ruang itu terbuka, tembakan mendatar Rice menghasilkan gol yang menentukan jalannya pertandingan.

Masuk fase awal setelah keunggulan tercetak, Inggris tetap mempertahankan intensitas serangan. Mereka tidak hanya menunggu, tetapi terus mencari celah melalui pergerakan dan umpan-umpan cepat.

Rashford dan Toney menjadi bagian dari upaya lanjutan tersebut lewat kesempatan yang sempat diarahkan kepada Toney. Sayangnya, intervensi Lacroix membuat peluang berikutnya gagal menjadi ancaman.

Hingga menit-menit awal pertandingan ini, Inggris terlihat mampu menekan dan memaksa Perancis berada dalam posisi bertahan. Perancis, di beberapa momen, memilih mundur dan memberi ruang—yang akhirnya berujung pada gol cepat Rice.

Dengan skor 1-0 pada menit ketiga, laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 memasuki fase yang akan menuntut respons lebih terukur dari Perancis. Sementara itu, Inggris akan berusaha mempertahankan momentum yang sudah mereka bangun sejak peluit kick-off.

Kecepatan Inggris dalam memulai serangan membuat tempo laga cepat dan membuat Perancis harus terus bergerak tanpa banyak jeda. Begitu bola lepas dari penguasaan di lini tengah, transisi berlangsung langsung dan memaksa pertahanan Les Bleus segera mengambil keputusan di bawah tekanan.

Setelah skor tercipta, cara Inggris mempertahankan dominasi terlihat dari upaya mereka mengalirkan bola secara cepat serta terus mencari ruang di area yang muncul di luar kotak penalti. Bagi Perancis, setiap kesempatan untuk merapikan posisi menjadi krusial agar tidak membuka lagi celah yang sama untuk tembakan keras dari jarak luar.