jurnalistik.co.id – Celtic mengonfirmasi manajer mereka, Martin O’Neill, masih dirawat di rumah sakit setelah menjalani “prosedur kecil”. Klub tidak memerinci jenis tindakan medis yang dimaksud.
Dalam keterangannya, Celtic menyebut O’Neill berusia 74 tahun dan diperkirakan dapat keluar dari rumah sakit dalam “satu sampai dua hari ke depan”.
“Menanggapi pemberitaan yang beredar, kami bisa mengonfirmasi bahwa Martin O’Neill telah menjalani prosedur kecil di rumah sakit,” tulis klub melalui kanal media sosial mereka.
Keterangan tersebut juga menyatakan klub memprediksi O’Neill akan kembali dilepaskan dari perawatan dalam waktu dekat.
O’Neill, yang sudah berstatus sebagai manajer tetap setelah meneken kontrak permanen, sebelumnya berada di stadion pada Senin. Ia berada di bangku teknis saat Celtic memulai kampanye Scottish Premiership musim baru dengan kemenangan 1-0 atas Dundee di kandang.
Meski begitu, klub meminta publik menghormati privasi Martin O’Neill dan keluarganya. Celtic menyampaikan apresiasi atas doa dan dukungan yang diberikan para pendukung.
“Kami akan memperkirakan Martin akan dilepaskan dari rumah sakit dalam satu atau dua hari ke depan, dan atas nama Martin, kami ingin berterima kasih kepada para pendukung atas ucapan dan niat baik,” lanjut pernyataan klub.
“Kami memohon agar privasi Martin dan keluarganya dihormati,” tutup Celtic.
Kepulangan O’Neill ke klub yang identik dengan masa jayanya terjadi setelah periode yang panjang. Ia sempat vakum dari pekerjaan manajerial sejak menangani Nottingham Forest pada 2019.
Langkah mengejutkan itu muncul pada Oktober lalu, ketika ia kembali ke Celtic sekitar dua dekade setelah periode pertamanya yang sangat sukses. Saat itu, kepindahan tersebut terjadi setelah Brendan Rodgers mundur dari jabatannya dengan situasi yang disebut “bernuansa ketegangan”.
Berita Terkait
Namun, di tengah proses reorganisasi tim, O’Neill menyerahkan tongkat komando kepada Wilfried Nancy pada Desember. Keputusan itu tidak bertahan lama, karena Nancy kemudian diberhentikan setelah hanya delapan pertandingan.
Pola pergantian tersebut pada akhirnya membuka jalan bagi O’Neill untuk kembali menempati peran yang sama, kali ini dengan momentum yang lebih solid untuk mengunci kelanjutan proyek jangka pendek hingga menengah.
Musim sebelumnya menjadi latar penting sebelum ia resmi diikat permanen. Dua masa interim O’Neill pada musim lalu berujung pada capaian ganda untuk klub, yaitu Scottish Premiership dan Scottish Cup.
Atas dasar performa tersebut, Celtic kemudian mengumumkan kontrak yang mengarah pada status permanen. O’Neill meneken kontrak berdurasi satu tahun pada bulan Juni, dengan opsi perpanjangan untuk tahun berikutnya.
Klub menjelaskan kesepakatan tersebut datang setelah diskusi dengan pemegang saham utama Celtic, Dermot Desmond. Dengan demikian, keputusan membawa O’Neill ke peran penuh waktu tidak hanya bertumpu pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pertimbangan kepemilikan dan arah klub.
Dalam rentang kepemimpinannya bersama Celtic, O’Neill telah meraih capaian besar. Klub menyebut ia telah mengantarkan delapan dan sembilan gelar utama (major honours) bersama tim, yang turut menjadi dasar keberanian untuk melanjutkan kerja sama lebih lama.
Kini, kendati O’Neill berada di luar lapangan karena kondisi kesehatan, Celtic mengarahkan perhatian pada pemulihan. Jadwal keluar yang diperkirakan satu sampai dua hari memberi sinyal bahwa klub berharap proses pemulihannya berjalan sesuai rencana.
Namun, seperti yang ditegaskan pihak klub, detail medis tidak dibagikan ke publik. Ketiadaan informasi itu membuat pernyataan Celtic berfokus pada konteks yang jelas: O’Neill telah menjalani prosedur kecil, masih berada dalam perawatan, dan akan kembali bila masa observasi selesai.
Dengan musim yang sudah berjalan, keberadaan manajer menjadi elemen penting untuk konsistensi strategi. Kemenangan atas Dundee pada pembukaan kampanye menunjukkan bahwa tim memulai perjalanan dengan ritme yang dicari.
Sementara itu, Celtic tetap menjaga pesan yang sama: dukungan dari publik dinilai bernilai, tetapi privasi keluarga O’Neill harus dihormati. Di tengah situasi ini, fokus klub adalah memastikan manajer mereka mendapatkan kesempatan pemulihan penuh sebelum kembali menjalankan tanggung jawabnya.












