jurnalistik.co.id – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel kini telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye. Pemerintah Indonesia menyebut para WNI itu merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla 2.0.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan kabar tersebut melalui akun X resminya pada Jumat (22/5/2026). Ia menjelaskan bahwa para WNI itu tiba di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye,” kata Sugiono dalam keterangannya.
Setelah tiba di Turkiye, Kementerian Luar Negeri RI langsung memproses persiapan pemulangan mereka ke Indonesia. Pemerintah juga masih terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar proses pemulangan berjalan lancar.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” kata Sugiono.
Koordinasi pemulangan terus berjalan
Dalam keterangannya, Sugiono menegaskan Indonesia juga mengecam keras perlakuan pihak Israel terhadap para aktivis dan jurnalis asal Indonesia itu. Menurut dia, tindakan itu tidak dapat dibenarkan.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” kata Sugiono.
Ia menambahkan, tindakan tidak manusiawi terhadap para relawan Global Sumud Flotilla 2.0 tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia pada Rabu (20/5/2026), sembilan WNI itu sempat mengirimkan pesan darurat atau SOS berupa video pernyataan bahwa mereka ditangkap.
Dalam informasi tersebut, nama-nama WNI yang ditahan Israel adalah Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef, Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk, Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono atau Abeng di Kapal BoraLize, Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.
Kabar tibanya para WNI di Istanbul ini menjadi tahap awal sebelum mereka dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah memastikan proses tersebut tetap berada dalam pengawasan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar para WNI bisa segera kembali ke tanah air dengan selamat.
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel kini telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye. Pemerintah Indonesia menyebut para WNI itu merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla 2.0.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan kabar tersebut melalui akun X resminya pada Jumat (22/5/2026). Ia menjelaskan bahwa para WNI itu tiba di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye,” kata Sugiono dalam keterangannya.
Setelah tiba di Turkiye, Kementerian Luar Negeri RI langsung memproses persiapan pemulangan mereka ke Indonesia. Pemerintah juga masih terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar proses pemulangan berjalan lancar.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” kata Sugiono.
Koordinasi pemulangan terus berjalan












