Olahraga

England Menang 26-19 atas Selandia Baru: Zoe Harrison Cetak Try Penentu di WXV Global Series

×

England Menang 26-19 atas Selandia Baru: Zoe Harrison Cetak Try Penentu di WXV Global Series

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England 26-19 New Zealand: Red Roses return to winning ways in WXV Global Series

jurnalistik.co.id – England meraih kemenangan 26-19 atas Selandia Baru pada laga WXV Global Series di Allianz Stadium. Hasil ini menghentikan catatan seri yang sempat berlanjut, sekaligus menghadirkan momen penentu lewat try menit-menit akhir Zoe Harrison.

Skor sempat benar-benar ketat ketika laga memasuki menit ke-81 dengan kedudukan 19-19. Dua menit sebelumnya, Harrison juga sempat melewatkan peluang dari tendangan penalti, tetapi ia kemudian menjadi penentu setelah melakukan intersep.

Berawal dari upaya serangan balik Black Ferns, Harrison membaca arah operan dan memotong bola sebelum sang fly-half berlari menerobos hingga garis try. Ia melintasi garis, lalu langsung ditumpuk pemain-pemainnya yang ikut berpesta atas keberhasilan tersebut.

Try itu sekaligus mengakhiri harapan Selandia Baru untuk memaksa hasil seri kedua berturut-turut, sekaligus mengubah arah pertandingan yang sempat terlihat menguntungkan tim tamu. Di sisi tuan rumah, kemenangan disaksikan 59.871 penonton di Allianz Stadium.

Sebelum momen penentu di akhir pertandingan, New Zealand sempat memegang kendali jalannya laga dengan memanfaatkan tempo dan permainan fisik. The Black Ferns tampil percaya diri sejak babak pertama, ketika Claudia Moloney-MacDonald membuka skor untuk England tetapi respons cepat datang melalui Amy du Plessis dan Ayesha Leti-I’iga.

Menjelang turun minum, England tertinggal setelah dua try dari du Plessis dan Leti-I’iga meniadakan keunggulan awal Moloney-MacDonald. Di babak kedua, Ellie Kildunne dan Jess Breach membantu England kembali memimpin permainan melalui try yang mereka ciptakan.

Meski begitu, Selandia Baru tidak mudah menyerah. Mererangi Paul kemudian menyamakan kedudukan lewat try yang dikonversi pada menit ke-70, membuat laga kembali setara 19-19 menjelang fase penutup.

Bagi England, pertandingan ini memiliki arti tambahan karena kemenangan datang setelah catatan tak terkalahkan dan dominasi lawan mendapat tantangan baru. New Zealand juga datang dengan karakter baru di bawah pelatih kepala Whitney Hansen, dan pada laga ini mereka harus menelan kekalahan pertamanya sejak perubahan kepemimpinan tersebut.

Di sisi lain, England juga memperoleh keuntungan setelah menanggung tekanan besar pada paruh awal. Leti-I’iga sebelumnya pernah mendapat try yang dianulir, tetapi ia tetap menjadi ancaman yang konsisten sebelum akhirnya menembus pertahanan setelah Tyla King melakukan break yang membuka ruang.

Satu bagian penting lain dalam pertandingan adalah perubahan momen saat bola bergulir ke area berbahaya bagi England. Du Plessis sempat memanfaatkan situasi tak terkawal untuk mencetak try, membuat Black Ferns unggul dan memaksa England bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan.

Dengan kemenangan 26-19, England memastikan perjalanan mereka berlanjut ke fase berikutnya WXV dengan menyiapkan dua pertandingan melawan Kanada dalam rangka menyelesaikan seri tiga laga. Mereka dijadwalkan bertanding di Toronto dan Ottawa, sementara Selandia Baru akan menghadapi Prancis di Hamilton.

Catatan try pada pertandingan ini memperlihatkan peran besar para pemain utama. England mencetak try melalui Moloney-MacDonald, Kildunne, Breach, dan Harrison, dengan konversi dilakukan oleh Harrison sebanyak tiga kali. New Zealand mencatat try dari Du Plessis, Leti-I’iga, dan Paul, dengan konversi Sorensen-McGee dua kali.

Momen intersep yang berakhir menjadi try menit akhir pada Harrison menjadi sorotan utama laga. Kemenangan tersebut bukan hanya membawa England kembali ke jalur kemenangan, tetapi juga menegaskan bahwa pertandingan WXV bisa berubah dalam hitungan detik terakhir.

Di sepanjang laga, ritme permainan sempat bergeser antara dua tim yang sama-sama agresif. England sempat terpaksa mengejar setelah tertinggal, namun responsnya terlihat saat sejumlah try di babak kedua mengembalikan kendali permainan, sebelum New Zealand lagi-lagi memulihkan keseimbangan menjelang penutup lewat momen yang mereka ciptakan di fase akhir.

Kontrasnya juga tampak dari detail eksekusi: Harrison tampil efektif saat memberi kontribusi melalui konversi sebanyak tiga kali, sedangkan pihak New Zealand mengandalkan akurasi Sorensen-McGee dua kali. Dengan 59.871 penonton yang menyaksikan pertandingan berintensitas tinggi di Allianz Stadium, kemenangan 26-19 menjadi hasil yang memastikan England terus melangkah, sekaligus menuliskan catatan penting bagi perjalanan Black Ferns di bawah Whitney Hansen.