Olahraga

Final Super League Wanita: York Valkyrie Menang 8-6 atas Wigan, Raih Gelar Ketiga

×

Final Super League Wanita: York Valkyrie Menang 8-6 atas Wigan, Raih Gelar Ketiga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Women's Super League Grand Final: Wigan 6-8 York Valkyrie

jurnalistik.co.id – Final Betfred Women’s Super League di Brick Community Stadium menyajikan kejutan: York Valkyrie menundukkan Wigan Warriors dengan skor 8-6 dan menjadi tim pertama yang meraih gelar ketiga di kompetisi tersebut.

Kemenangan itu diraih lewat upaya pertahanan yang menahan gempuran Wigan sepanjang sebagian besar babak kedua. York tampil kokoh ketika mereka berada di bawah tekanan, terutama pada fase yang berlangsung tanpa gol.

Wigan berangkat sebagai favorit, namun permainan mereka tidak berjalan mulus. Tim asuhan Wigan terlihat melakukan kesalahan yang tidak biasa, sehingga ritme mereka tidak pernah benar-benar stabil.

Di paruh pertama, York sempat menemukan momen penentu melalui Sinead Peach. Ia mencetak try pada babak awal, lalu Ellie Williamson menyumbang dua goal yang membuat keunggulan York terasa tipis tetapi cukup mengamankan hasil.

Amelie Lenham, yang masih berstatus remaja, menjadi salah satu figur penting dalam upaya York menjaga kendali. Serangkaian intervensinya membantu meredam ancaman Wigan saat duel berlangsung ketat.

Sementara itu, Wigan harus menghadapi situasi yang makin sulit setelah beberapa pemainnya mendapat hukuman sin-bin pada babak pertama. Mia-Jayne Atherton, yang menjadi pencetak try tunggal Wigan, serta Eva Hunter sama-sama menjalani sin-bin saat pertandingan masih di fase awal.

Dengan kondisi tersebut, Wigan akhirnya tertahan dan tidak bisa mengubah tekanan mereka menjadi gol yang menyamakan kedudukan. York justru mampu mempertahankan keunggulan mereka hingga waktu krusial di akhir pertandingan.

Menjelang babak kedua, Wigan masih mencoba menemukan jalan untuk menembus pertahanan York. Namun, York berdiri solid dalam fase yang disebut berlangsung scoreless untuk sebagian besar periode babak tersebut.

Hasil akhirnya memastikan York meraih gelar melalui skor 8-6. Di sisi Wigan, try dicatat oleh Atherton dan gol dilakukan oleh Rowe, sedangkan untuk York try berasal dari Peach dengan tambahan dua goal dari Williamson.

Wasit Aaron Moore memimpin laga di Brick Community Stadium. Pertandingan berjalan penuh tensi, tetapi York lebih konsisten dalam menjaga ruang dan memanfaatkan momen yang mereka dapatkan pada babak pertama.

Wigan menurunkan Banks; Davies, Wilson, M Jones, Derbyshire; Foubister, Rowe; Coleman, Wilton, Sams, E. Hunter, C Jones, Williams. Sementara itu, pilihan pemain pengganti untuk Wigan adalah Marsh, Atherton, Dainton, dan Salihi.

York tampil dengan Donovan; Kershaw, Woods, Leniham, Partington; Akwiwu, Williamson; A. Wood, Peach, Pakulis, O. Wood, Andrade, Parker. Adapun pemain yang masuk dari bangku cadangan adalah Bell, Bibby, Brennan, dan Henderson.

Kunci dari pertandingan ini adalah cara York menyatukan daya tahan defensif dengan disiplin ketika menghadapi serangan bertubi-tubi Wigan. Ketika peluang datang, mereka juga mampu mengeksekusi bagian pentingnya, khususnya melalui Peach dan kontribusi angka dari Williamson.

Dengan kemenangan tersebut, York Valkyrie tidak hanya meraih trofi, tetapi juga mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mengangkat gelar Women’s Super League hingga tiga kali. Wigan, meski berstatus favorit, harus menerima kenyataan bahwa pertahanan York tampil terlalu tangguh untuk ditembus.

Keunggulan York tidak datang dari satu momen instan semata, melainkan dari pengelolaan tempo yang rapi sejak awal laga. Setelah try Sinead Peach memberi pijakan, York lalu menjaga jarak dengan memanfaatkan kontribusi gol dari Ellie Williamson, sehingga setiap upaya Wigan untuk menekan terasa seperti harus menembus lapisan yang terus dipertahankan.

Di saat laga memasuki periode tanpa gol, disiplin York tampak makin terasa. Mereka mampu memutus serangan ketika duel berlangsung rapat, sekaligus meredam dampak hukuman sin-bin yang sempat mengubah alur permainan bagi Wigan. Menjelang peluit akhir, York tidak sekadar bertahan, tetapi juga menjaga keputusan saat peluang muncul, hingga kemenangan 8-6 dapat dikunci dengan keyakinan.