jurnalistik.co.id – Manchester Super Giants menampilkan performa dominan saat mengejar target di Old Trafford dan memastikan kemenangan 10-wicket atas Sunrisers Leeds. Keberhasilan itu membuka peluang besar mereka untuk lolos ke fase knockout, sekaligus mengunci kompetisi tetap ketat di klasemen.
Sunrisers Leeds lebih dulu mengisi waktu bermain sebagai pemukul. Namun, mereka hanya mampu membukukan 127 dari 100 bola, dan akhirnya tersingkir tanpa sempat memberi tekanan berarti pada tahap pengejaran.
Tren perolehan angka Sunrisers terlihat ketika Mitch Marsh dan Ryan Rickelton sempat merangkai kemitraan 42 lewat 22 bola di wicket pertama. Setelah itu, ritme tim mulai terganggu ketika Marsh tidak mampu mengubah kontribusinya menjadi fondasi yang menentukan.
Noor Ahmad menjadi pembeda dengan menangkap Marsh pada skor 32 saat mencoba melanjutkan serangan. Gagalnya Marsh mempertahankan momentum berlanjut pada pola yang “familiar” bagi Sunrisers, karena urutan tengah kemudian mulai meredup dan mengikis peluang mereka.
Gus Atkinson mencatat angka terbaik 3-30 untuk Super Giants. Meski demikian, momen-momen kunci juga turut datang dari Sonny Baker yang menyingkirkan Zak Crawley (31) dan Harry Brook (10) saat pertandingan sedang mencari titik balik.
Pada akhirnya, Sunrisers Leeds tumbang dengan total 127, yang sekaligus menjadi total terendah mereka di edisi The Hundred tahun ini. Dari sembilan wicket yang berhasil jatuh, semuanya tercatat melalui tangkapan.
Dengan target 128, Super Giants mengatur pengejaran secara rapi sejak awal. Mereka menyelesaikan chase tanpa kehilangan wicket dengan menorehkan 128-0 dalam 67 bola, sebuah hasil yang sekaligus menegaskan kontrol permainan.
Tim mengandalkan dua pemukul yang tampil kompak dan produktif. Tim Seifert menjadi bintang dengan 80* dari 40 bola, sedangkan Paul Walter menambah 44* dari 28 bola untuk memastikan kemenangan.
Seifert menciptakan lima fours dan tujuh six sepanjang inning yang tidak pernah kehilangan arah. Sementara itu, Walter kembali tampil agresif setelah sebelumnya dipercaya membuka peran serupa pada kemenangan Super Giants atas Southern Brave.
Berita Terkait
- Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Romell Glave dan Jeremiah Azu Catat One-Two 100 m untuk GB di Birmingham
- Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Romell Glave dan Jeremiah Azu Ukir One-Two 100 m untuk Inggris di Birmingham
- Kritik soal tribun kosong di Birmingham: Ribuan kursi tak terisi pada Kejuaraan Atletik Eropa
Meski jalannya pertandingan terasa lancar bagi Super Giants, Sunrisers sempat mendapat kilasan harapan. Ketika Seifert berada di 57, ia mengarahkan pukulan yang membuat bola “terangkat”, namun peluang itu melayang setelah Crawley menjatuhkannya.
Setelah momen tersebut, peluang Sunrisers semakin mengecil dalam waktu singkat. Beberapa bola kemudian, Walter menyerang Abrar Ahmed dengan dua pukulan enam lari yang menurunkan keyakinan lawan dan mematikan ritme bertahan.
Super Giants kemudian melanjutkan pengejaran tanpa memberi ruang untuk kebangkitan, termasuk mempertimbangkan kebutuhan mereka untuk meningkatkan net run-rate. Mereka membutuhkan kemenangan setidaknya dengan 25 bola tersisa agar mampu melompati Sunrisers, dan akhirnya menyelesaikannya dengan 33 bola masih tersisa.
Hasil ini juga punya dampak langsung terhadap persaingan di papan atas. Kemenangan Super Giants membuat mereka mengerek net run-rate ke 0.791, melewati Sunrisers yang berada di 0.603, sehingga Super Giants kini menempati posisi kedua.
Tren Rockets tetap berada di puncak klasemen dengan 24 poin dan berhak langsung tampil di final Minggu di Lord’s. Pada saat yang sama, kemenangan Super Giants menegaskan bahwa perjalanan menuju knockout masih terbuka lebar bagi beberapa tim lainnya.
Dalam konteks pertandingan lanjutan, baik Super Giants maupun Sunrisers masih bisa “terkejar” oleh Welsh Fire dan MI London. Namun, keduanya tetap berada pada jalur perhitungan yang membutuhkan margin kemenangan besar untuk menaikkan total net run-rate mereka masing-masing menjadi -1.001 dan 0.262.
Tim yang finis di posisi kedua dan ketiga akan saling berhadapan di Eliminator yang berlangsung di The Oval pada Jumat. Karena itu, pertandingan yang tersisa pada hari Rabu akan menjadi penentu apakah persaingan akan meruncing ke jalur eliminator atau mengunci posisi lebih cepat.
Pada Rabu, rangkaian laga berpindah ke Sophia Gardens dan Edgbaston dengan dua double-headers. Welsh Fire akan menjamu London Spirit, sementara Birmingham Phoenix berada di kandang saat menghadapi MI London.
Fire putri melawan Spirit pada pukul 11:30 BST, sedangkan Phoenix memainkan MI London pada pukul 15:00. Meski demikian, tidak semua tim yang berlaga dalam laga-laga tersebut bisa otomatis memastikan langkah ke fase knockout.
Untuk Fire putra, peluang menuju Eliminator masih ada, tetapi mereka wajib menang besar atas Spirit pada laga pukul 15:00 untuk meningkatkan net run-rate. Sementara itu, MI London juga harus menang dengan margin besar ketika menghadapi Phoenix pada pukul 18:30 jika ingin “menyelinap” ke posisi ketiga.












