Olahraga

Will Jacks 5-22 Antar Inggris Tekuk Sri Lanka di Durham

×

Will Jacks 5-22 Antar Inggris Tekuk Sri Lanka di Durham

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England vs Sri Lanka: Will Jacks' career-best 5-22 helps hosts win in Durham

jurnalistik.co.id – Will Jacks menjadi penentu saat Inggris mengunci kemenangan telak atas Sri Lanka pada ODI pertama di Chester-le-Street, Durham. Lewat performa serba bisa yang mencapai 5-22, Inggris menutup pertandingan dengan keunggulan 89 run.

Di laga yang dibuka untuk tiga seri, Inggris membukukan 265 run sebelum akhirnya tersingkir pada 48,1 overs. Meski tidak tampil dengan gaya paling “mencolok” sepanjang inning, tuan rumah tetap mampu menjaga total di angka yang cukup aman untuk ditagih lewat bowling.

Harry Brook memimpin laju dengan 67 run dari 69 bola, sementara Joe Root menyumbang 44 run. Di sisi Sri Lanka, Sachindu Colombage menjadi figur penting karena mencatat 3-44, tetapi pengaruhnya tidak cukup untuk mencegah Inggris mencapai target yang mereka harapkan.

Situasi di lapangan juga dipengaruhi oleh kondisi pitch yang berjalan lambat dan rendah. Dalam kondisi seperti itu, Jacks memilih pendekatan yang lebih matang sejak awal, kemudian mulai naikkan intensitas tanpa kehilangan kendali.

Di tengah perubahan tempo permainan, Jacks mencatat 46 run tidak keluar dari 67 bola. Kontribusinya menjaga inning tetap bertahan saat Inggris sempat menghadapi momen-momen yang bisa menggerus produktivitas.

Perlawanan Sri Lanka terhenti di angka 176

Setelah Inggris menetapkan 265, Sri Lanka harus berjuang keras untuk mengejar. Namun, sejak awal chase, performa bowling Inggris membuat tim tamu kesulitan membangun ritme yang stabil.

Upaya Sri Lanka tidak terbantu oleh cara mereka memegang kendali batting. Walau sempat menunjukkan peningkatan di fase fielding, usaha mereka saat memukul justru cenderung berhati-hati berlebihan, sehingga peluang untuk mengurangi ketertinggalan tidak pernah benar-benar terbuka lebar.

Wellalage menjadi satu-satunya pemukul yang mampu memberi tekanan lebih konsisten dengan 45 run dari 36 bola. Meski demikian, angka tersebut tidak cukup karena Sri Lanka akhirnya tersingkir pada 176 run di 37 overs.

Kemenangan 89 run ini menjadi paket lengkap untuk Inggris: dari manajemen inning saat memukul, sampai eksekusi disiplin ketika memegang bola.

Spell Jacks yang “mengunci” jalannya pertandingan

Fase kunci pertandingan datang ketika Jacks mulai menemukan momentum sebagai bowler. Ia mengambil sejumlah wicket penting, termasuk dua nama yang menjadi andalan Sri Lanka, Kusal Mendis dan Charith Asalanka.

Setelah dua wicket besar itu, bowling Inggris beralih menjadi permainan pemotongan. Sri Lanka yang mulai kehilangan pola makin sering terjebak, sementara Jacks kemudian menyelesaikan tail dengan angka karier terbaik 5-22.

Dengan hasil tersebut, Inggris terlihat semakin menemukan formula yang tepat di format white-ball. Pada tahun ini, mereka tercatat sudah memenangkan 10 pertandingan beruntun melawan Sri Lanka, sebuah tren yang menegaskan konsistensi mereka sejak awal musim.

Inning Inggris: bukan skor “menderu”, tetapi tetap terarah

Kemenangan ini juga tidak datang lewat gaya menyerang yang sepenuhnya dominan. Untuk pertama kalinya sejak 2019, Inggris tidak mencatat satu pun pukulan enam saat memukul di babak pertama.

Meski begitu, captain Brook dan pelatih Brendon McCullum tidak perlu panik dengan ketiadaan six. Alurnya berubah ketika Brook menjadi korban dari keruntuhan di posisi tengah order, yang membuat Inggris kehilangan 4-29 setelah itu.

Brook jatuh setelah melakukan pukulan agresif saat memukul lebih dalam ke area deep cover. Pada sisi lain, debutan leg-spinner Sri Lanka, Sachindu Colombage, tampak cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan yang memberi sedikit putaran.

Colombage berhasil membuat Root tersingkir di off stump, lalu meneruskan dampaknya kepada barisan berikutnya. Jos Buttler harus menerima kekalahan melalui lbw untuk 31 run, sedangkan Overton juga tersingkir atas tembakan googly yang mengarah tepat ke posisi yang sulit dibaca.

Setelah keruntuhan tersebut, Jacks tidak langsung “meledak”, melainkan memilih menjaga posisi sambil memperpanjang inning. Inggris sempat berada pada 211-7 pada overs ke-39, namun Jacks mengalirkan tambahan penting sampai akhirnya tim mencapai 265 dalam 48,1 overs.

Poin krusial lain hadir pada fase lanjutan ketika Jacks mengambil 18 run pada over ke-47, sebuah bagian yang membuat peluang Inggris untuk membangun total makin nyata. Dari momen itulah Inggris terlihat semakin siap mempercepat tempo sebelum chase benar-benar dimulai.

Reverse swing mengatur akhir innings

Namun, rencana untuk menambah lebih jauh sempat terhenti oleh Asitha Fernando. Bermula dari tembakan reverse swing yang efektif, Fernando membuat satu-satu pemukul kunci Inggris tersingkir di momen yang tidak ideal.

Di awal powerplay, Fernando juga sudah memberi dampak dengan menyingkirkan opener Tom Banton yang hanya mampu mencapai 10 run. Setelah itu, ketika inning memasuki tahap akhir, Fernando kembali mengontrol pertandingan dan membuat Jofra Archer serta Josh Tongue ikut keluar.

Dengan demikian, total yang berujung 265 tercapai dalam tekanan. Bagi Inggris, kemenangan atas Sri Lanka di ODI pertama ini tidak hanya soal angka, tetapi juga sinyal bahwa mereka bisa menang melalui kombinasi yang rapi: pemilihan waktu memukul, disiplin saat bowling, serta eksekusi pada fase-fase menentukan.

Kemenangan ini membuka peluang bagi Inggris untuk mengunci kemenangan seri ODI ketiga berturut-turut dengan satu pertandingan tersisa. Pada Kamis, mereka akan bertanding lagi di Headingley, sementara rangkaian tiga laga ini ditutup pada Minggu di The Oval.