jurnalistik.co.id – Katy Marchant, peraih medali emas Olimpiade dari Inggris, resmi mengumumkan pensiun dari balap sepeda. Atlet berusia 33 tahun itu menyatakan keputusan ini datang setelah perjalanan karier yang panjang, termasuk pencapaian puncak di panggung Olimpiade.
Marchant menjadi bagian dari tim sprint putri yang membawa Inggris meraih emas Olimpiade pertama mereka pada nomor tersebut di Olimpiade Paris 2024. Di tahun yang sama, ia juga menorehkan gelar juara dunia dan juara Eropa.
Di Olimpiade Rio 2016, Marchant memulai debutnya dengan meraih medali perunggu pada nomor sprint individu. Setelah itu, rangkaian prestasinya terus berlanjut hingga membentuk reputasi kuat di lintasan nomor kecepatan.
Dalam pengumumannya, Marchant mengatakan ia sempat mempertimbangkan untuk melanjutkan hingga Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, karier 13 tahun tersebut akhirnya berakhir pada Commonwealth Games musim panas ini saat ia menutup perjalanan dengan medali perak.
“I’ve achieved more than I could ever have dreamed of achieving,” kata Marchant. “It feels really strange. It’s not been a difficult decision.”
Ia menambahkan bahwa meski pengambilan keputusan tidak dirasakannya sebagai hal yang berat, ada momen-momen ketika pikirannya melayang pada kemungkinan untuk tetap bertahan. “Don’t get me wrong, there have been moments where I’ve thought, ‘could I just, should I just, what if I just?’ But I know what it takes to push on for another two years.”
Marchant juga menegaskan rasa bangganya atas apa yang telah ia capai selama bertahun-tahun. “I’m incredibly proud of where I’ve got to and what I’ve done.” Setelah itu, ia menyampaikan alasan utama untuk berhenti: “I just don’t want to make those choices anymore to keep doing what it takes to get to LA.”
Perjalanan Marchant menuju balap trek tidak datang dengan jalur yang sepenuhnya lurus. Sebelumnya ia pernah menjadi atlet heptatlon, dan hanya bersepeda untuk kegiatan santai sebelum bergabung lebih serius ke dunia kompetitif.
Berita Terkait
Ia bergabung dengan program British Cycling Olympic academy pada usia 20 tahun di 2013, setelah seorang pelatih melihat penampilannya yang luar biasa saat berlatih menggunakan sepeda latihan. Dari titik itu, Marchant perlahan membangun spesialisasi yang kuat di nomor kecepatan lintasan.
Tahun 2024 menjadi penanda penting lainnya, ketika Marchant yang lahir di Leeds menjadi pebalap trek pertama yang kembali ke kompetisi elit setelah menjadi ibu. Dua tahun setelah kelahiran anak pertamanya, ia berhasil meraih gelar Olimpiade, juara dunia, dan juara Eropa, sebelum sebuah kecelakaan mengharuskan tindakan operasi pada lengannya.
Kecelakaan tersebut membuatnya absen dari balapan selama 12 bulan. Ia kembali ke lintasan pada Januari tahun ini, enam bulan setelah melahirkan anak keduanya, lalu pada Juli ikut membantu tim meraih perak Commonwealth Games nomor team sprint bersama Rhianna Parris-Smith dan Sophie Capewell.
Menjelang Commonwealth Games dan periode Olimpiade setelahnya, Marchant sempat berbicara tentang target untuk tampil di LA 2028. Namun, setelah memutuskan pensiun, ia mengaku tengah menantikan rutinitas yang berbeda.
Menurutnya, ia kini merasa lebih dekat dengan “a little bit of freedom”. “I really don’t know what’s next for me,” ujarnya. “I’m actually enjoying the time at the minute to be able to reflect on my journey – something we don’t do enough when we’re in it.”
Ia menggambarkan bahwa kehidupan setelah pensiun bisa mengambil arah yang lebih dekat dengan kesehariannya. “I’m a farmer’s wife, so there could be a bit of that. I have a small cake business that could grow, there is potential. And I’m addicted to high performance and I absolutely love sports. So that might be my path going forward. But as I said, I really, really don’t know.”
Marchant juga menyinggung perubahan dalam cara ia mengatur keseimbangan pekerjaan dan hidup sehari-hari. “I had a very good work-life balance, but I’ve been enjoying not having to focus on the X amount of protein you’re eating every day. I’m feeling a little bit freer.”
Ia menyebutkan bahwa kini ia bisa melakukan beberapa aktivitas yang sebelumnya sulit ia sisihkan, seperti mengantar anak ke sekolah dan mengikuti pelajaran renang. “I’ve been able to do the school drop-offs, been able to do the swimming lessons, things like that, things that I haven’t massively been able to do so much.”
Di akhir pernyataannya, Marchant menyampaikan kegembiraan yang sederhana namun jelas terasa: “I’m really enjoying just being me.” Keputusan pensiun ini menutup satu bab besar, tetapi sekaligus membuka ruang bagi dirinya untuk menentukan langkah berikutnya tanpa tuntutan yang sama seperti pada masa kompetisi.












