jurnalistik.co.id – England resmi menunjuk Kevin Pietersen sebagai mentor khusus dalam tim white-ball jelang Piala Dunia Kriket 2027.
Penunjukan itu diumumkan sebagai bagian dari build-up yang sedang disiapkan Inggris untuk menghadapi rangkaian laga-laga penting sebelum turnamen dunia 2027 dimulai.
Di bawah skema coaching white-ball, Pietersen, yang kini berusia 46 tahun, bergabung sebagai specialist mentor dan akan mulai menempati peran tersebut pada agenda pertandingan terdekat.
Mulainya keterlibatan Pietersen ditandai ketika Inggris akan menghadapi Sri Lanka pada pertandingan T20 serta laga one-day matches.
Dengan demikian, peran mentor khusus itu langsung diterapkan pada fase pertandingan ketika tim mempersiapkan diri menghadapi lawan yang sudah dijadwalkan dalam kalender white-ball.
Keterlibatan Pietersen kemudian berlanjut pada rangkaian jadwal setelah periode awal tersebut, termasuk winter tours ke Australia dan Afrika Selatan, home series melawan Pakistan dan New Zealand, hingga keterlibatan pada Piala Dunia kriket 50-over.
Tur musim dingin ke Australia dan Afrika Selatan
Setelah putaran laga melawan Sri Lanka, Pietersen akan ikut masuk ke dalam program yang mencakup winter tours ke Australia dan Afrika Selatan.
Dalam periode tur tersebut, ia disebut akan tetap terhubung dengan tim white-ball, sebelum kemudian kembali bergabung pada tahapan pertandingan setelah musim dingin berakhir.
Rencana lanjutan itu menegaskan bahwa perannya dirancang sebagai kesinambungan dari satu blok jadwal ke blok berikutnya.
Seri kandang melawan Pakistan dan New Zealand
Berita Terkait
Selanjutnya, Pietersen akan bergabung kembali saat Inggris menjalani home series melawan Pakistan dan New Zealand pada musim panas berikutnya.
Penempatan pada seri kandang itu membuat keterlibatan Pietersen berlanjut melintasi periode yang mencakup perubahan lawan, sekaligus mempertahankan kontinuitas di lingkungan tim white-ball.
Dalam kerangka yang sama, keterlibatan mentor khusus tersebut juga ditempatkan sebagai bagian dari persiapan menuju agenda kompetisi yang lebih besar setelah fase tur dan seri kandang selesai.
Menjelang Piala Dunia kriket 50-over
Penugasan Pietersen tidak berhenti pada rangkaian tur dan seri. Ia juga disebut akan bergabung dengan tim ketika Inggris mempersiapkan diri menuju Piala Dunia kriket 50-over.
Turnamen 50-over itu digelar pada musim gugur di South Africa, Zimbabwe, dan Namibia, sehingga kehadiran Pietersen ditempatkan dalam fase persiapan dan keterlibatan tim yang paling menentukan.
Dengan cakupan jadwal tersebut, keterlibatan Pietersen dipaparkan sebagai bagian dari build-up menuju 2027 ICC Cricket World Cup, mencakup beberapa tahapan sejak pertandingan T20 dan one-day melawan Sri Lanka sampai fase Piala Dunia 50-over.
Perihal keputusan ini disampaikan oleh Brendon McCullum selaku head coach white-ball Inggris.
McCullum menyatakan, "I’ve got immense respect for KP and what he’s achieved in the game," said England’s white-ball head coach Brendon McCullum.
Dalam penjelasan lanjutannya, ia juga menambahkan, "He’s had an amazing impact on English cricket, so for someone with his experience, knowledge and stature to want to play a role with this team is a fantastic result."
Ucapan McCullum menempatkan Pietersen sebagai figur yang dihargai karena pencapaiannya di permainan kriket, sekaligus dinilai memiliki pengalaman, pengetahuan, dan reputasi yang relevan untuk berperan bersama tim white-ball.
Secara keseluruhan, pengumuman tersebut menggambarkan keputusan Inggris untuk menghadirkan Kevin Pietersen sebagai specialist mentor yang mulai bekerja pada laga-laga melawan Sri Lanka, lalu terus terlibat dalam winter tours ke Australia serta Afrika Selatan, bergabung lagi untuk home series melawan Pakistan dan New Zealand pada musim panas berikutnya, dan kembali menyatu dengan tim pada Piala Dunia kriket 50-over di South Africa, Zimbabwe, dan Namibia pada musim gugur.












