jurnalistik.co.id – Michael Carrick menepis keras tudingan “pathetic” yang dilontarkan Gary Neville seusai laga yang membuat Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 saat bertandang ke Fulham. Meski begitu, Carrick tidak menutup mata bahwa skuadnya tetap membutuhkan perbaikan agar situasi seperti itu tidak terus berulang.
Dalam pertandingan di Craven Cottage, Fulham sempat unggul setelah Lisandro Martinez membuat gol bunuh diri lebih dari satu jam laga berjalan. Neville kemudian memberikan penilaian yang sangat tajam, dan menurut Carrick, ada banyak reaksi yang perlu dikelola ketika performa tidak sesuai harapan.
Di momen itu, Neville berkata, “I’ve watched Manchester United since the age of five and that’s the worst 15 minutes I’ve ever seen.” Ia melanjutkan, “Absolutely pathetic.” Menurutnya, masalah utamanya bukan hanya hasil sesaat, melainkan upaya yang dinilai kurang maksimal, sampai ia mempertanyakan, “I’ve never seen such a lack of effort. What must [Michael] Carrick be thinking?”
Bagi United, laga sempat terasa berat sejak awal babak kedua. Selama seperempat jam pertama di period tersebut, United belum menunjukkan konsistensi, sebelum akhirnya mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat Matheus Cunha. Gol Cunha terjadi pada menit ke-89, ketika tembakannya mengalami defleksi dan membawa skor menjadi 1-1.
Carrick memandang reaksi Neville sebagai bentuk penilaian yang terlalu ekstrem. Namun ia tetap membaca pesan yang ingin disampaikan, khususnya terkait energi dan intensitas yang dibutuhkan tim sepanjang laga.
Di sisi Fulham, Cunha juga menyoroti aspek “tenaga” pada awal babak kedua. Ia mengatakan, “At the beginning of the second half they put in more energy than us.” Karena itu, ia menegaskan, “We cannot accept this.” Ujungnya, perdebatan soal kebugaran dan cara mengontrol ritme pertandingan pun kembali mengemuka.
Wacana kebugaran United sendiri memang sudah muncul lebih awal. Pada masa pramusim, gelandang Youri Tielemans pernah mengungkap bahwa United tidak memprioritaskan latihan berlari.
Menanggapi semua itu, Carrick menampilkan sudut pandangnya sendiri. Ia menilai upaya United di fase akhir justru menunjukkan timnya masih punya kapasitas untuk menekan dan menuntaskan laga dengan intensitas tinggi. Carrick menegaskan, “The way we finished the game, actually, it didn’t look like that. We finished the game really strong actually, and kept pushing. I don’t think that’s an issue, no,”
Dalam konteks sepak bola Inggris, Carrick juga menyebut adanya “noise” di sekitar United. Cunha sempat menyinggung keributan tersebut ketika berbicara kepada BBC Match of the Day. Menurut artikel itu, Neville dinilai menjadi bagian signifikan dari kebisingan tersebut, baik secara langsung maupun karena pengaruh media yang terus berkembang.
Carrick sebelumnya pernah mengatakan ia mampu menutup diri dari kebisingan itu. Namun ia mengakui bahwa tidak selalu mudah ketika fans merespons kekecewaan dengan cara yang keras. Pada Rabu, jejak emosi suporter kembali terlihat setelah laga melawan Brighton yang berakhir kurang baik, saat fans mengikuti nyanyian protes—lalu berakhir dengan booing terhadap keputusan Carrick mengganti Kobbie Mainoo.
Booing itu muncul ketika Mainoo ditarik keluar sekitar 11 menit menjelang akhir. Carrick menjelaskan reaksinya dengan tenang: “There’s always going to be certain reactions when you’re making changes.” Ia menambahkan, “I’ve spoken to Kobbie after the game and he’s absolutely fine.”
Berita Terkait
Ia juga menilai, terkadang ketika tim sedang mengejar ketertinggalan, suasana bisa cepat berubah. Carrick berkata, “I understand at times when we are chasing the game, everyone’s a little bit emotional. The supporters are, as well they should be, desperate for us to do the right thing.” Kendati demikian, Carrick menegaskan tidak ada masalah yang personal: “But I don’t take any negatives or offence to it. I think we’ve just got to try and keep doing the right things to get back into the game.”
Menurut Carrick, meski ada momen kritik, dukungan di lapangan tetap nyata. Ia mengatakan, “The supporters were unbelievable today, I have to say, all the way through, and stuck with the boys and supported them.” Carrick lalu menambahkan bahwa hasil imbang memberi sesuatu untuk ditarik oleh para pendukung, “At least we’ve given them something small at the end to take from it, and I’m sure there’s more to come.”
Namun, Carrick juga paham bahwa “sesuatu yang kecil” itu terasa berbeda ukurannya jika dilihat dari awal pertandingan. Fulham memulai laga dari posisi terbawah klasemen Premier League, lalu kini posisinya bertukar dengan Tottenham. Hasil yang didapat United tetap menempatkan mereka di peringkat ke-12 setelah lima poin dari lima pertandingan, tertinggal 10 poin dari Manchester City yang memimpin.
Selain itu, dinamika skuad turut menjadi bagian dari narasi laga. Carlos Baleba, pembelian musim panas dengan nilai £70m, masih belum melakukan debut. Matthijs de Ligt yang mengalami cedera jangka panjang juga tidak terlibat sama sekali, meski keduanya termasuk dalam rombongan pemain yang berangkat pada akhir pekan itu.
United juga kehilangan Benjamin Sesko. Ia absen setelah mengalami kekambuhan masalah tulang kering yang muncul saat menghadapi Brighton. Pemain itu sempat terganggu sejak periode sebelumnya dan kemudian menjalani program pemulihan yang membuatnya absen lebih dari tiga bulan, sehingga tidak dapat tampil dalam laga ini.
Carrick menyatakan bahwa pada “at this point” pihaknya belum bisa memastikan sejauh mana dampak dari kondisi yang ada. Meski demikian, pertanyaan yang lebih luas terus membayangi: bukan hanya soal lapangan, melainkan juga soal rencana klub yang menciptakan friksi di kalangan fans.
Kritik terhadap klub bahkan ikut berkaitan dengan persoalan tiket yang dipicu oleh pengetatan terhadap para calo. Sementara itu, pada Rabu, United akan merilis laporan keuangan penuh untuk periode hingga 30 Juni, yang diharapkan memperlihatkan gambaran utang yang saat ini tengah dihadapi.
Debat lainnya juga mengarah pada kebijakan stadion baru. Rencana yang disebut bernilai lebih dari £2bn ini membuka kemungkinan pengajuan izin perencanaan dalam kerangka Old Trafford masterplan, dengan target sekitar akhir 2027 atau awal 2028.
Dengan tekanan seperti itu, Carrick memaknai musim yang sedang berjalan sebagai proses panjang. Ia menegaskan, “It’s still a big season ahead.” “It’s a long season and you’re going to have spells through a season. That’s part of the journey.” Ia menambahkan, “It’s not a sprint, it’s a long effort.”
Carrick juga mengatakan ia tidak mengecilkan kekurangan yang ada. Ia berkata, “I’m not playing it down, you know. We wanted more points, so I’m not saying everything’s great. I understand the frustration. We wanted to be better and we wanted to do other things.”
Namun, ia menutup dengan pesan yang ingin ditanamkan ke grup pemain. Carrick menegaskan, “But deflation is certainly not what we have within the club and within the group.” Menurutnya, pemain tidak membawa rasa kekecewaan itu ke lapangan, dan hal itulah yang akan menolong United melewati musim: “The players didn’t have that on the pitch today and that’s what will carry us through the season without a doubt.”










