Olahraga

Ollie Watkins resmi pindah ke Al-Hilal senilai £51 juta dari Aston Villa

×

Ollie Watkins resmi pindah ke Al-Hilal senilai £51 juta dari Aston Villa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ollie Watkins completes £51m move to Saudi side Al-Hilal from Aston Villa

jurnalistik.co.id – Ollie Watkins resmi menyelesaikan kepindahannya dari Aston Villa ke Al-Hilal di Saudi Pro League. Transfer tersebut dilaporkan bernilai £51 juta, dan sang penyerang menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun.

Watkins berusia 30 tahun dan dikenal sebagai pencetak gol terbanyak Aston Villa di Premier League dengan torehan 91 gol. Dengan kepindahannya ini, pemain yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu tumpuan lini depan Villa kini memulai babak baru di klub asal Arab Saudi tersebut.

Peran penting selama enam tahun di Villa Dalam enam tahun bersama Aston Villa, Watkins berkontribusi besar pada perkembangan klub yang semakin mapan di papan atas Liga Inggris. Periode tersebut sejalan dengan fase kebangkitan Villa di bawah arahan manajer Unai Emery.

Di masa itu, Aston Villa tidak hanya bertahan, tetapi juga tampil sebagai penantang reguler dalam persaingan peringkat enam besar. Selain konsistensi domestik, Watkins juga menjadi bagian dari pencapaian paling bersejarah bagi klub, ketika mereka meraih trofi Europa League yang menjadi trofi Eropa pertama Villa dalam 44 tahun.

Kepindahan Watkins ke Al-Hilal juga membawa penanda momen yang tidak hanya terkait urusan klub, tetapi juga komunikasi personal sang pemain. Ia sempat menjadi sorotan karena tidak tersedia untuk pertandingan pembuka Premier League Villa melawan Brighton akhir pekan lalu.

Menurut pernyataan Unai Emery, Watkins telah mengabarkan ketidakhadirannya dan bahkan menyampaikan permohonan maaf. Detail itu menegaskan bahwa meski transfer telah berjalan, hubungan dan tanggung jawab Watkins terhadap skuad tetap menjadi bagian dari narasi yang dibahas sejak awal.

Melalui media sosial, Watkins menuliskan pesan yang menggambarkan perasaannya menjelang kepindahan tersebut. Ia menyatakan: “Firstly, I would like to say, never did I intend, nor did I imagine, my time at Aston Villa would end this way,” kemudian menambahkan, “With that being said, I am eternally grateful for the last six years. Not only has it shaped me as a player, but as a person. We’ve been through so many ups and downs in my six seasons here, but one thing that has never changed is that I have given everything for this club.”

Lebih lanjut, isi pesannya menekankan rasa terima kasih yang ia tujukan untuk perjalanan selama enam musim. Watkins menyoroti bahwa waktu di Villa bukan hanya membentuk kemampuan sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi, sekaligus merangkum bahwa ada banyak pasang-surut yang dilewati sepanjang periode tersebut.

Di sisi klub, narasi yang menyertai transfer ini juga tidak lepas dari rekam jejak Watkins selama berada di Stadion Villa Park. Sebagai striker dengan status pencetak gol terbanyak Premier League Villa, kepergiannya meninggalkan jejak angka sekaligus konsistensi peran pada masa ketika klub berprogres menuju posisi yang lebih kompetitif.

Dengan kesepakatan tiga tahun bersama Al-Hilal, langkah Watkins sekarang beralih ke tantangan di Saudi Pro League. Nilai £51 juta yang menyertai kepindahan tersebut menjadi penegasan bahwa ia dianggap memiliki daya dampak yang signifikan, sesuai jejaknya selama enam tahun di Aston Villa, termasuk perannya dalam kemajuan klub di era Unai Emery dan momen kemenangan Europa League.

Kepindahan ini sekaligus menutup fase panjang yang membuat Watkins identik dengan ketajaman lini depan Villa. Di rentang enam tahun itu, ia bukan hanya konsisten mencetak gol, tetapi juga menjadi figur yang memberi rasa stabil dalam eksekusi serangan saat klub berusaha naik level dan mempertahankan posisi di persaingan papan atas.

Situasi pada pekan pembuka yang sempat menjadi sorotan memperlihatkan bagaimana proses transfer tidak berhenti pada urusan administrasi. Ketika ketidakhadirannya dibicarakan, penegasan dari Unai Emery serta permintaan maaf yang disampaikan memberi konteks bahwa Watkins tetap memikul tanggung jawab terhadap skuad, meski masa waktunya di Villa sudah berada di penghujung.

Di akhir pesannya, Watkins merangkum bahwa perjalanan tersebut menyertakan banyak perubahan, baik dari sisi performa maupun pendewasaan sebagai individu. Ia menekankan bahwa waktu di Aston Villa membentuk karakter, melewati berbagai pasang-surut, dan membuatnya selalu berpegang pada komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi klub—sebelum kemudian memulai babak baru bersama Al-Hilal di Saudi Pro League.