Olahraga

Emiliano Martínez: Chelsea membutuhkan lebih dari sekadar kiper baru untuk mengejar titel

×

Emiliano Martínez: Chelsea membutuhkan lebih dari sekadar kiper baru untuk mengejar titel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Emiliano Martinez: Why Chelsea need more than new keeper to challenge for title

jurnalistik.co.id – Debut Emiliano Martínez bersama Chelsea memang berakhir manis lewat kemenangan 4-3 atas Brighton, tetapi gambaran besar sejauh ini masih menyisakan tanda tanya di lini pertahanan. Dalam dua laga terakhir, Chelsea sudah kebobolan lima gol—sebuah angka yang sulit disejajarkan dengan target perebutan titel.

Martínez ikut merasakan atmosfer Stamford Bridge hanya beberapa jam setelah kepindahannya dikonfirmasi. Ia turun sebagai starter untuk laga kontra Brighton setelah dilempar langsung ke starting XI oleh pelatih Xabi Alonso, meski proses pengumuman publik dilakukan sangat dekat dengan waktu kick-off.

Meski penandatanganannya baru dipublikasikan menjelang pertandingan, Martínez menegaskan dirinya “fit and ready” untuk bermain. Ia juga sudah berlatih bersama rekan-rekannya setelah menyelesaikan kepindahannya sebelum batas pendaftaran hari Jumat, dengan konfirmasi resmi yang sempat tertunda untuk alasan pemasaran.

Dalam laga yang berakhir penuh drama, Chelsea tidak bisa sepenuhnya meletakkan kesalahan di pundak kiper baru. Akan tetapi, rentetan kebobolan tetap menjadi sorotan, terutama bila dibandingkan dengan laga sebelumnya ketika Robert Sánchez dipandang jelas bersalah atas gol pertama, dan secara argumentatif ikut berkontribusi pada gol kedua, pada kemenangan 3-2 Chelsea atas Fulham.

Hasil apa pun tetap menunjukkan satu pola: setelah laga-laga awal musim, “either way” kini Chelsea mencatat lima gol yang bersarang dalam dua pertandingan. Di sisi lain, performa serangan justru menjadi alasan mengapa statistik tim tetap terlihat menggoda—Chelsea mencatat rekor 100% kemenangan, meski pertahanan belum menunjukkan kestabilan yang diharapkan.

Martínez sendiri menempatkan kemenangan sebagai prioritas. Setelah pertandingan, ia mengatakan, “A win is a win.” Ia juga menambahkan bahwa laga tidak berjalan sempurna, namun Chelsea perlu fokus untuk menang dan segera beralih ke pekerjaan berikutnya.

Menurut Martínez, komposisi depan Chelsea memberikan ancaman yang nyata. Ia menyebut, “I know it wasn’t a perfect game. But in the end, winning and moving on is what we need.” Ia lalu menyoroti potensi lini serang: “The front three is amazing. When we go forward, we can hurt teams.”

Ia juga menilai peluang-peluang yang diciptakan Chelsea cukup banyak. “We had a lot of chances to finish the game,” tuturnya, sambil menyebut Cole Palmer dan Joao Pedro juga memiliki kesempatan untuk mengunci pertandingan lebih cepat.

Namun, kiper asal Argentina tidak mengabaikan masalah di belakang. Ia menyatakan kebutuhan paling mendesak adalah menahan ritme kebobolan, menegaskan, “At the back, we need to bring the goals down.”

Apakah yang dibutuhkan cukup “kiper baru”?

Penilaian tersebut selaras dengan komentar sejumlah pengamat. Shay Given, mantan kiper Premier League yang tampil sebagai pundit, menyebut Martínez sebagai “brilliant signing.” Namun ia juga menangkap bahwa keputusan cepat Alonso menghadirkan Martínez ke skuad utama memperlihatkan kebutuhan tim yang lebih spesifik.

Given mengatakan, “Martinez is interesting.” Ia menambahkan bahwa Alonso langsung memasukkan Martínez ke tim, seolah tidak ingin menunda proses penyesuaian. “He’s only just signed but Alonso’s thought ‘I’m not messing about, I’m getting him straight in the team’.”

Dalam pembacaan Given, Alonso tampak ingin menghadirkan figur dengan kualitas dan reputasi tertentu untuk memberi dampak cepat. Meski demikian, seruan “title challengers” tetap menuntut perbaikan menyeluruh—bukan hanya mengganti posisi kiper.

Sebagai konteks, Martínez memang datang dengan catatan individual yang menonjol. Ia merupakan pemenang dua kali FIFA Best Goalkeeper. Ia bisa menunjuk prestasi bersama Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022, serta pengalaman terbaru ketika Aston Villa meraih trofi Liga Europa pada bulan Mei.

Alonso menggambarkan dampak awal yang positif sekaligus menegaskan bahwa waktu persiapan jelang laga berikutnya kini lebih lengkap. “I am happy with his first impact,” kata Alonso setelah kemenangan atas Brighton. Ia menuturkan Martínez sudah berada di lingkungan tim selama 48 jam, sehingga pekan berikutnya dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya.

Alonso juga menekankan aspek mentalitas dan pengaruh dalam tim. “He has this charisma, this aura to influence and to have a very positive connection with the rest of the team.” Di agenda berikutnya, Chelsea menghadapi Arsenal.

Sementara itu, status posisi kiper lain turut menjadi bagian dari cerita. Sebelum Martínez, Chelsea merekrut Robert Sánchez dari Brighton dengan nilai £25m pada 2023. Namun Sánchez datang tanpa koleksi trofi besar sebelum bergabung.

Meski secara statistik dan pengamatan awal Sánchez dinilai kompetitif, ia belakangan dinilai rawan melakukan kesalahan, khususnya pada musim 2024-25. Ia sempat kehilangan tempat untuk Djordje Petrovic yang kini di Bournemouth, serta Filip Jorgensen yang kini memperkuat Strasbourg, sebelum kembali mendapatkan peran starter.

BBC menyebut perbandingan yang memperlihatkan perbedaan konteks kesalahan: Sánchez hanya membuat satu error yang berujung gol pada musim lalu, sedangkan Martínez di Villa membuat tiga kesalahan yang berakhir gol. Meski begitu, Martínez kini dipandang memiliki tempat lebih kokoh dalam persaingan—Sánchez bahkan disebut jatuh ke urutan keempat kiper di Stamford Bridge dan dinilai tersedia untuk transfer.

Ketika ditanya mengenai kelanjutan nasib Sánchez, Alonso memilih jawaban terbuka. Ia mengatakan, “We will see. Sometimes you have to take tough decisions.” Menurut laporan, keputusan itu terjadi setelah dukungan publik Alonso dan dukungan privat dari figur senior klub, sebelum pada akhirnya arah tim berubah.

Masalah yang lebih luas: kontrol permainan dan perlindungan lini tengah

Di luar pembahasan kiper, Alonso juga disebut akan mencermati sejumlah masalah yang muncul saat tim kehilangan kendali permainan. Chelsea tercatat mencatat penguasaan bola 25.9% melawan Brighton—angka terendah dalam laga liga yang dikelola Alonso selama masa kepelatihannya di Chelsea, Bayer Leverkusen, dan Real Madrid.

Selain penguasaan bola, Chelsea juga kesulitan menjaga irama lewat distribusi umpan. Tim hanya menyelesaikan 146 umpan—angka terendah yang tercatat dalam statistik Chelsea sejak 2003-04 pada pertandingan Premier League.

Beban itu makin terasa seiring situasi skuat yang sedang goyah. Enzo Fernandez disebut mengalami “exile from the first team” yang memasuki pertandingan kedua, sementara Manchester City diperkirakan akan mengajukan tawaran sebelum tenggat transfer hari Selasa. Laporan itu juga menyebut nilai transaksi yang diproyeksikan bisa melebihi £120m.

Chelsea turut menghadapi kekhawatiran terkait kebugaran Moises Caicedo. Ia harus ditarik hanya 11 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Di lini tengah, Malo Gusto dan Romeo Lavia memulai pertandingan, sedangkan Jordan Henderson tidak tersedia karena cedera. Valentin Barco juga disebut tampaknya belum dipercaya untuk memulai laga Premier League.

Dalam kondisi seperti ini, wajar jika Chelsea mulai mengevaluasi opsi tambahan, termasuk kebutuhan terkait Lamine Camara. Namun lebih dari sekadar transfer, Chelsea perlu memastikan penggantian dan keseimbangan tetap terjaga bila Fernandez benar bergabung ke City.

BBC juga menyinggung bahwa kurangnya perlindungan lini tengah, ditambah perubahan pola permainan menjadi back three—setelah musim lalu tim lebih sering memakai back four—membuat sejumlah bek tengah sesekali terlihat rentan. Wesley Fofana, Maxence Lacroix, dan Levi Colwill disebut mengalami situasi itu pada momen-momen tertentu.

Catatan musim awal memperlihatkan paradoks yang menegangkan: Chelsea mampu mencetak tujuh gol dari dua laga pertama liga, tetapi juga kebobolan lima. Tim kini menjalani 18 pertandingan tanpa clean sheet, yang menjadi rangkaian terpanjang sejak era 1960-an.

Dengan latar itu, Alonso menurunkan tekanan setelah tim praktis hampir kehilangan keunggulan tiga gol. Ia mengatakan, “No, I would say it is quite normal.” Alonso menambahkan, “It happens in many teams, other teams that they have already worked for and they are together and they have more games together.”

Bagi Martínez, debut yang sukses tetap memberi sinyal awal bahwa ia bisa beradaptasi cepat. Ia bahkan menceritakan proses kedatangannya, termasuk percakapan dengan legenda Chelsea John Terry dan Petr Cech. “I spoke with Chelsea legends John Terry and Petr Cech,” ujarnya, sebelum menegaskan tujuannya: “I know how big this club is and what we want to achieve this season. I came here to help.”

Martínez menambahkan bahwa ia datang untuk menantang dan meraih kemenangan di Premier League. Ia mengaku, “I came here to challenge and to try and win the Premier League.” Ia juga menegaskan dirinya hanya melatih bersama tim selama satu hari sebelum pertandingan, dan menilai ia mendapat perlakuan yang baik dari para pemain.

Dengan semua cerita itu, pekerjaan Chelsea berikutnya menjadi jelas: kemenangan perlu dijaga, tetapi cara untuk mengurangi kebobolan harus segera ditemukan—agar rotasi skuat, kontrol permainan, dan perlindungan lini belakang tidak terus menjadi titik rapuh yang menghantui laju tim di perebutan titel.