Olahraga

Transfer Villa–Chelsea: Mengapa Kedua Klub Terus Saling Tukar Pemain Sejak 2022

×

Transfer Villa–Chelsea: Mengapa Kedua Klub Terus Saling Tukar Pemain Sejak 2022

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Villa and Chelsea transfers: Why the clubs keep doing business

jurnalistik.co.id – Chelsea resmi mendapatkan penjaga gawang Argentina, Emiliano Martinez, dari Aston Villa dengan mahar £7,5 juta. Kepindahan ini sekaligus menjadi kesepuluh (kedelapan) transaksi kedua klub dalam empat tahun terakhir, memperpanjang pola dagang pemain yang selama ini dianggap paling intens di Liga Inggris.

Martinez, yang berusia 33 tahun dan menjadi bagian dari skuad Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022, meneken kontrak berdurasi tiga tahun. Bagi Chelsea, langkah ini datang setelah mereka melepas Nicolas Jackson ke arah yang berlawanan pekan lalu.

Martinez sendiri mengawali karier bersama Villa pada 2020 setelah sebelumnya membela Arsenal sebagai kiper. Ia tercatat tampil 256 kali untuk Aston Villa dan ikut membawa klub meraih gelar Europa League musim lalu. Dalam pernyataannya, Martinez menyampaikan: “I’m delighted to be at this football club,” Martinez said. “Coming to Chelsea , for me and my family, was an easy decision to make and I’m just over the moon – I can’t wait to get started. ‘I want to be successful here. I’m someone who wants to win at everything I do and I want to bring that here to this football club because it’s a football club that wins titles, so I think it’s a good match.”

Transfer Martinez ke Stamford Bridge juga menegaskan betapa dalamnya keterkaitan skuad Chelsea dan Villa belakangan ini. Tidak hanya pertukaran pemain secara permanen, kedua klub juga kerap melakukan kesepakatan lewat skema pinjaman dan kewajiban bersyarat, yang membuat hubungan transfer mereka menjadi semakin sering dibicarakan pihak lain di Premier League.

Awal kedekatan pasca-perubahan kepemilikan

Hubungan perdagangan pemain yang saat ini menonjol mulai menguat setelah Chelsea mengalami perubahan kepemilikan pada 2022. Saat itu, konsorsium BlueCo mengambil alih klub dan langsung melakukan belanja dari Aston Villa, termasuk transfer Carney Chukwuemeka senilai £20 juta pada musim panas 2022.

Setelah langkah awal tersebut, sejumlah pemain lain kemudian turut berpindah. Ian Maatsen dibawa ke Villa dengan nilai £37,5 juta, Omari Kellyman pindah ke Chelsea seharga £19 juta, sementara Axel Disasi masuk ke skema pinjaman senilai £5 juta ke Villa. Serangkaian perpindahan ini memperlihatkan bahwa kerja sama kedua klub tidak berlangsung secara kebetulan, melainkan membangun kebiasaan transfer yang berulang.

Memasuki musim panas saat ini, pola yang sama berlanjut. Chelsea merealisasikan transfer Morgan Rogers senilai £117 juta. Alejandro Garnacho kemudian bergabung ke Villa dengan status pinjaman, namun terdapat kewajiban pembelian bersyarat dengan nilai sekitar £43 juta. Setelah itu, Nicolas Jackson bergerak ke Villa dengan nilai £65 juta, sebelum akhirnya Martinez menyusul ke Chelsea.

Jika dihitung sejak 2022, Chelsea telah membayar Villa £163,5 juta untuk pemain. Di sisi lain, Villa tercatat menggelontorkan dana sebesar £102,5 juta untuk pemain Chelsea, termasuk nilai biaya pinjaman Axel Disasi. Angka itu berpotensi meningkat hingga £150,5 juta apabila kriteria tertentu untuk membuat kesepakatan Garnacho menjadi permanen terpenuhi, dan Chelsea meyakini bahwa syarat tersebut dinilai cukup mudah dijangkau.

Jumlah transaksi besar, tapi tidak ada indikasi pelanggaran

Meski hubungan transfer Chelsea dan Villa terasa sangat dominan belakangan, pertukaran pemain sebenarnya bukan hal baru di era Premier League. Sejumlah nama pernah bergerak di antara kedua klub, seperti Tammy Abraham, Ross Barkley, Danny Drinkwater, Ryan Bertrand, Steve Sidwell, dan Andy Townsend. Ada pula John Terry yang bergabung dengan Villa setelah meninggalkan Chelsea.

Namun, volume transaksi terkini tetap menarik perhatian karena kedua klub harus tetap menavigasi aturan finansial domestik maupun kompetisi Eropa. Satu sumber menyebut bahwa beberapa eksekutif klub lain sempat mempertanyakan frekuensi transaksi tersebut. Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa salah satu pihak telah melanggar aturan.

Dalam penilaian lain, BBC Sport menghitung seluruh transfer permanen dan pinjaman antar-klub Premier League sejak musim panas 2022, dan membatasi analisis hanya pada 15 tim yang tampil di kasta teratas sepanjang periode tersebut. Dari hasil itu, posisi teratas menjadi seri: Chelsea melakukan delapan kesepakatan dengan Villa, dan delapan kesepakatan lain dengan Brighton. Newcastle United serta Nottingham Forest berada di urutan berikutnya dengan masing-masing enam kesepakatan, sementara Arsenal dan Chelsea tercatat memiliki lima kesepakatan dalam kategori yang sama.

Selain itu, Chelsea muncul dalam enam dari 10 pasangan klub tersibuk, yang menurut catatan tersebut menggambarkan skala pertukaran pemain yang terjadi sejak pengambilalihan Chelsea oleh konsorsium BlueCo.

Relasi personal di balik kecepatan transfer

Di balik banyaknya transaksi, ada penjelasan yang lebih spesifik. Kepemilikan kedua klub memiliki kedekatan kerja yang nyata: Behdad Eghbali, co-owner Chelsea, dan Nassef Sawiris, pemilik Aston Villa, disebut mengembangkan hubungan kerja yang erat serta berkomunikasi langsung dalam urusan transfer. Kedekatan itu dilaporkan berlangsung lintas beberapa jendela bursa dan menyertakan perpindahan Rogers ke Stamford Bridge pada musim panas ini.

Bukan berarti Chelsea selalu memiliki jalur yang mudah untuk mendapatkan target. Untuk Rogers, Chelsea tidak disebut memiliki “rute yang jelas” karena Arsenal juga berupaya merekrut pemain tersebut. Pada akhirnya, keputusan pemain untuk pindah ke Stamford Bridge menjadi faktor yang menentukan.

Villa, pada sisi lain, memiliki konteks yang bisa dipahami dari hubungan kerja pelatih. Villa disebut bisa mengarahkan bahwa ketertarikan mereka pada Jackson sudah lebih lama, sebab Jackson sebelumnya pernah bekerja dengan Unai Emery ketika masih di Villarreal. Sementara itu, Chelsea dapat menegaskan bahwa minat mereka terhadap Martinez tidak terkait dengan transaksi-transaksi sebelumnya dengan Villa, melainkan tetap akan dikejar terlepas dari klub tempat Martinez bermain.

Ketika Martinez menjadi target, ia juga dilaporkan menarik atensi dari Juventus di jendela yang sama. Namun, cedera pada jari tangan dipahami menjadi penghalang yang membuat rencana tersebut tidak berjalan.

Perhatian UEFA pada jendela pendek antar klub

UEFA memiliki kewenangan menelaah transfer yang dilakukan dua klub yang sama dalam rentang 45 hari. Dalam konteks ini, pergerakan Garnacho ke Villa melalui skema pinjaman disebut terjadi dua hari setelah Rogers menandatangani kontrak bersama Chelsea. Adapun transfer permanen Jackson berlangsung 38 hari setelah kesepakatan Rogers.

Meski demikian, urutan waktu saja tidak otomatis membuktikan bahwa transaksi-transaksi tersebut memiliki hubungan satu sama lain. Villa tetap bisa menekankan bahwa minat mereka pada Jackson sudah terbentuk lebih awal. Chelsea, di sisi lain, juga bisa menilai bahwa pendekatan terhadap Martinez berjalan independen dan didasarkan pada kebutuhan mereka.

Kenapa transfer dalam negeri tetap menarik

Secara umum, transfer antar-klub domestik tetap diminati karena banyak faktor. Klub-klub Premier League umumnya memiliki daya belanja lebih besar dibanding mayoritas tim di liga Eropa lain. Akibatnya, terkadang hanya klub Inggris yang mampu memenuhi tuntutan nilai transfer sekaligus gaji dari klub penjual. Kondisi ini membuat kesepakatan internal terasa lebih menarik ketika sebuah klub hendak melepas pemain bernilai tinggi.

Selain itu, merekrut dari sesama liga juga mengurangi ketidakpastian. Tim perekrutan biasanya sudah mengenal kualitas dan performa pemain yang bermain di kompetisi yang sama, sehingga proses evaluasi bisa lebih cepat dan lebih terukur.

Meski trading di liga yang sama bukan fenomena langka, frekuensi transaksi antara Aston Villa dan Chelsea tetap menonjol. Pola yang berulang—dari hubungan personal pemilik, sinkronisasi kebutuhan skuad, hingga keputusan pemain—membuat kedua klub seperti terus menemukan cara untuk “berurusan” satu sama lain, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir. Dan pada kasus terbaru, Martinez menjadi potongan terakhir yang melengkapi rangkaian transfer yang belum menunjukkan tanda mereda.