jurnalistik.co.id – Inggris meraih kemenangan telak atas Pakistan pada Tes Kedua di Lord’s, dengan margin 194 run sekaligus mengunci keunggulan seri 2-0. Meski perlawanan Saud Shakeel sempat menahan ritme tuan rumah, Inggris tetap menutup pertandingan di hari keempat.
Di Lord’s, Inggris mencetak 290 pada babak pertama sebelum menyusul 208 di babak kedua. Pakistan hanya mampu mengumpulkan 110 dan 194 pada dua kesempatan mereka, yang membuat Inggris keluar sebagai pemenang dengan agregat 194 run.
Rangkaian skor tersebut mencerminkan kendali Inggris sejak awal. Di papan angka, Adam Smith mencatat 61 dan Jordan Cox 55 saat Abbas mengakhiri babak dengan 4-73. Pada respons berikutnya, Shaheen Shah Afridi tidak disebut dalam cuplikan, sementara Zulfiqar? (tidak ada), namun yang tercatat jelas ialah bahwa Lawrence meraih 54 dan Abbas mengunci 5-57 pada inning kedua Inggris.
Babak Pakistan dimulai dari 110. Awais menjadi penyumbang 46, sementara Ollie Robinson menyumbang 4-11 untuk membantu Inggris menjaga jarak sejak inning pertama.
Memasuki inning kedua, Robinson kembali menancapkan pengaruh lewat 4-24. Di pihak Pakistan, Saud Shakeel menorehkan 97 run, tetapi Pakistan akhirnya tidak cukup untuk mengejar target yang dipasang Inggris.
Kemenangan dipastikan setelah Shakeel menyerah
Setelah Inggris sudah unggul jauh, Pakistan sempat diberi harapan lewat perlawanan yang dipimpin Shakeel. Tuan rumah menghadapi tantangan ketika Shakeel bertahan dengan 97 run, sehingga Inggris sempat membutuhkan waktu lebih untuk menyelesaikan perlawanan.
Namun, ketika Robinson turun kembali dan langsung mengganggu komposisi Pakistan, pertandingan berubah arah. Robinson berhasil membuang Shan Masood dan Muhammad Rizwan pada dua kesempatan berturut-turut.
Ketika Shakeel akhirnya melepas bola dan “holed out” dari Josh Tongue, sisa perlawanan Pakistan runtuh. Setelah momen itu, Pakistan jatuh ke 194 all out, tepat ketika Inggris mempertahankan posisi mereka hingga akhir pertandingan.
Secara total, kemenangan Inggris terjadi di bawah kondisi yang dipengaruhi cuaca. Pertandingan dapat diselesaikan dalam empat hari, dengan total waktu bermain lebih sedikit dari tiga hari kriket karena jeda yang terjadi akibat cuaca.
Robinson melanjutkan musim kebangkitannya
Kemenangan ini menjadi lanjutan dari rangkaian penampilan sensasional Ollie Robinson. Ia mencatat 4-24 pada hari Minggu dan membawa angka match figures menjadi 8-35 dalam rangkaian yang melaju pada musim panas yang luar biasa baginya.
Robinson juga disebut mengakui bahwa ia setuju dengan sejumlah alasan mengapa ia tidak masuk tim Inggris selama lebih dari dua tahun di bawah mantan kapten Ben Stokes dan pelatih Brendon McCullum. Kini ia kembali, dan performanya terus menarik perhatian.
Dengan kemenangan di Lord’s ini, Inggris menutup seri dengan sisa satu pertandingan. Joe Root juga disebut telah memenangkan dua Tes pertama pada “reign” keduanya sebagai kapten, dan sekaligus memberi Inggris kemenangan seri pertamanya sejak 2024.
Robinson digambarkan sebagai bowler yang ideal untuk permainan modern, terutama ketika bola bergerak dan menyulitkan pemukul. Ia kerap bekerja tanpa kecepatan besar, sering kali dengan posisi penjaga gawang yang berdiri lebih dekat, sambil menargetkan stumps dan pads dengan akurasi tinggi.
Di sisi lain, Inggris membentuk kemitraan new ball yang efektif bersama Jofra Archer. Archer kembali memburu peluang dengan kecepatan tinggi dan ikut mencabut wicket penting saat babak masih berlangsung.
Lord’s lebih banyak diwarnai perdebatan di luar lapangan
Berita Terkait
Tes Kedua ini juga dipenuhi peristiwa di luar lapangan. Persiapan pertandingan sebelumnya didominasi kontroversi Brydon Carse. Lalu pada hari pertama, Dewan Kriket Pakistan sempat mengancam untuk meninggalkan pertandingan dan seluruh tur, terkait wawancara yang disiarkan Sky bersama putra-putra mantan kapten dan Perdana Menteri Imran Khan.
Meski cerita luar lapangan menyita perhatian, aksi di lapangan berjalan dengan pola yang mirip seperti pada Headingley. Robinson melanjutkan kebangkitan Tes-nya sebagai pemimpin serangan Inggris, bahkan dalam kondisi pasca-pensiunnya Ben Stokes yang membuat komposisi tim dibentuk dengan kebutuhan yang berbeda.
Di urutan enam pemukul teratas Inggris, Jordan Cox dan Dan Lawrence kembali menorehkan setengah abad yang memberi sinyal bahwa mereka layak dipertahankan. Sementara Emilio Gay disebut masih membutuhkan tambahan angka untuk memperkuat posisinya di tim.
Lapangan Lord’s pada hari itu juga disebut membaik dibanding kondisi saat Inggris mengalahkan Selandia Baru pada bulan Juni. Bantuan berlebihan bagi pemukul cepat yang tercipta lebih dipengaruhi oleh cuaca basah ketimbang karakter permukaan semata.
Bila kondisi seperti itu datang, Pakistan disebut cenderung kesulitan. Dalam dua Tes pertama ini, Inggris dianggap tampil lebih baik, sementara Pakistan justru tampil jauh dari standar mereka sendiri.
Target besar dan alasan Pakistan tetap bertahan
Pakistan memulai pengejaran dengan target rekor di Lord’s: 389 untuk menang. Meski angka itu tampak tidak realistis, tujuan yang lebih masuk akal bagi Pakistan adalah membawa pertandingan ke hari kelima. Tercatat, total tertinggi Pakistan pada seri sebelumnya hanya 171.
Penjagaan atas target itu sempat retak cepat ketika Robinson mengambil dua wicket pada over ketiga, membuat Pakistan terbenam hingga 14-3. Namun, Shakeel memastikan timnya tidak langsung tersapu bersih.
Saat Root mencoba merapikan strategi dan memvariasikan pendekatan—termasuk ketika Lawrence melempar dua over off-spin—kemitraan antara Shakeel dan Masood yang mencapai 97 run menjadi penahan penting. Masood akhirnya dicabut dengan keputusan lbw melalui tinjauan, sementara Rizwan tersingkir leg before wicket setelah percobaan sapuan.
Setelah itu, Archer dan Tongue menyelesaikan bagian akhir dari tail. Robinson tidak perlu kembali untuk menutup wicket kelima, karena rangkaian eksekusi Inggris sudah mengakhiri perlawanan Pakistan.
Abbas dan Shakeel mewarnai satu-satunya perlawanan yang tersisa
Hari itu juga mencatat upaya Muhammad Abbas dan Shakeel. Abbas memulai fase yang lebih menentukan setelah Inggris melanjutkan inning pada 177-7. Lawrence disingkirkan oleh “nip-backer”, lalu Robinson mengantarkan bola ke belakang sehingga Abbas memperoleh 5-57 dan merayakannya dengan mengangkat tangan ke langit.
Pakistan sempat kehilangan tiga wicket dalam 7,1 over, dengan Imam-ul-Haq tidak bermain karena cedera. Meski begitu, Shakeel menjaga timnya tetap bertahan agar tidak runtuh secara total.
Dalam kemitraannya bersama Masood, Shakeel menampilkan kesabaran dan teknik saat menahan serangan Inggris. Ia juga digambarkan berani meski menerima pukulan hingga mengenai helm saat terkena lemparan Archer dan Tongue.
Ketika Tongue mengubah rencana menuju bouncer yang berkelanjutan, Shakeel merespons dengan pukulan-pukulan—termasuk enam angka—lalu melanjutkan dengan “pull” untuk mencapai 96. Pada over yang sama, ia mencoba pukulan lain yang justru jatuh di antara dua fielder Inggris di sisi off, sehingga peluang untuk menyelesaikan satu momen besar belum menjadi kenyataan.
Strategi itu tidak banyak berubah pada over berikutnya. Shakeel kemudian menyiapkan pukulan yang akan membawanya pada century, tetapi ia justru menemukan Harry Brook di long leg boundary. Tongue menutup hari dengan 3-46, sementara Archer mencatat 2-73.
Secara keseluruhan, dalam empat inning di seri ini Pakistan belum pernah menembus 200. Setelah Tes Kedua berakhir, rangkaian seri akan berlanjut ke Tes ketiga dan terakhir yang dimulai di Edgbaston pada Rabu, 9 September.
Di luar konteks pertandingan, Pakistan juga disebut akan bertemu Raja Charles setelah kontroversi di Lord’s.












