jurnalistik.co.id – Paris Saint-Germain (PSG) harus mengubah rencana laga pembuka Ligue 1 2026-2027 setelah kondisi lapangan di Parc des Princes mengalami kerusakan parah akibat gelombang panas yang menerpa wilayah Paris.
Semula, PSG dijadwalkan menjamu Rennes pada Minggu (23/8/2026). Namun pertandingan itu kini digelar di markas Rennes di Brittany.
Parc des Princes dinilai tidak memenuhi standar pertandingan
Pejabat Ligue de Football Professionnel (LFP) menyatakan lapangan Parc des Princes tidak memenuhi standar untuk menyelenggarakan pertandingan. Penilaian tersebut menyimpulkan bahwa kondisi lapangan tidak layak digunakan dalam situasi yang dapat diterima untuk pertandingan tingkat tertinggi.
“Penilaian terhadap lapangan tidak memungkinkan pertandingan dimainkan dalam kondisi yang memuaskan, terutama berkaitan dengan keselamatan dan integritas fisik para pemain,” ujar pejabat LFP, seperti dilansir BBC Sport.
Kerusakan lapangan disebut muncul setelah Prancis mengalami gelombang panas ekstrem pada musim panas kali ini. Pada 24 Juni, suhu di Paris hampir mencapai 41 derajat Celsius, sementara separuh wilayah Perancis berada dalam peringatan panas merah.
Dengan kondisi tersebut, otoritas liga menilai risiko yang dihadapi pemain tidak bisa dikesampingkan. Karena itu, PSG tidak hanya menghadapi persoalan teknis lapangan, tetapi juga aspek keselamatan saat laga berlangsung.
PSG berencana mengganti permukaan sebelum duel berikutnya
PSG sebelumnya sudah menyiapkan rencana untuk mengganti permukaan lapangan Parc des Princes sebelum pertandingan kandang berikutnya melawan AS Monaco pada 4 September. Pergantian permukaan tersebut menjadi bagian dari upaya klub memastikan fasilitas bisa kembali sesuai kebutuhan kompetisi.
Berita Terkait
Namun, pemindahan laga pembuka melawan Rennes tetap terjadi karena penilaian LFP menyatakan kondisi lapangan saat itu tidak berada pada standar yang memadai. Keputusan pemindahan pun sekaligus menjadi konsekuensi dari efek gelombang panas yang berdampak pada integritas permukaan lapangan.
Les Parisien menyebut PSG memahami ketidaknyamanan yang muncul akibat perubahan lokasi pertandingan. Klub juga menegaskan situasi yang dihadapi berada di luar rencana normal, sehingga perubahan agenda tidak bisa dihindari.
Di sisi lain, PSG memulai musim dengan status juara bertahan Ligue 1. Mereka meraih gelar pada musim 2025-2026 dengan keunggulan enam poin.
Bagi Rennes, perubahan venue juga datang dalam fase persiapan menghadapi musim baru. Rennes finis di posisi keenam pada kompetisi sebelumnya dan lolos ke Liga Europa, sehingga laga awal tetap penting untuk membangun ritme sejak awal musim.
Situasi serupa pernah terjadi di Spanyol. Celta Vigo harus menunda pertandingan pembuka La Liga melawan Osasuna setelah pertumbuhan jamur memengaruhi kondisi lapangan Estadio de BalaĂdos.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada kondisi lapangan—entah karena panas ekstrem atau masalah seperti jamur—dapat memaksa otoritas kompetisi melakukan penyesuaian jadwal demi memastikan pertandingan berjalan aman. Dengan demikian, pemindahan laga PSG vs Rennes menjadi bagian dari respons terhadap standar keselamatan yang harus dipenuhi sebelum bola bergulir.
Keputusan pemindahan laga pembuka itu lahir dari evaluasi yang menitikberatkan pada kelayakan pertandingan secara menyeluruh. Dalam penilaian LFP, kondisi yang terjadi di Parc des Princes dinilai tidak memberi jaminan memadai ketika kompetisi memasuki level tertinggi, sehingga keselamatan dan integritas fisik para pemain menjadi pertimbangan utama.
Bagi PSG, perubahan jadwal sekaligus mengubah konteks rencana yang sebelumnya sudah disusun. Klub memang sudah menyiapkan pergantian permukaan sebelum duel berikutnya melawan AS Monaco pada 4 September, namun laga versus Rennes pada 23/8/2026 harus tetap berpindah karena standar lapangan saat itu tidak dianggap cukup, terutama di tengah dampak gelombang panas ekstrem.
Sementara itu, perpindahan venue juga memengaruhi persiapan Rennes menjelang musim baru. Setelah menyelesaikan kompetisi sebelumnya di posisi keenam dan meraih tiket Liga Europa, laga awal tetap menjadi momentum penting untuk membangun ritme sejak dini. Pola serupa pernah terjadi di Spanyol ketika Celta Vigo menunda pertandingan pembuka melawan Osasuna akibat pertumbuhan jamur, sehingga gangguan kondisi lapangan—apa pun penyebabnya—dapat mendorong otoritas liga melakukan penyesuaian demi menjaga pertandingan berjalan aman.












