Olahraga

Pratinjau Walker Cup: Apakah Angin Kencang di Barat Irlandia Bisa Bawa GB&I ke Kemenangan Langka?

×

Pratinjau Walker Cup: Apakah Angin Kencang di Barat Irlandia Bisa Bawa GB&I ke Kemenangan Langka?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Walker Cup preview: Can strong winds sweep Great Britain and Ireland to rare win

jurnalistik.co.id – Lahinch di barat Irlandia menyambut Walker Cup akhir pekan ini dengan kondisi yang menuntut konsentrasi ekstra. Angin kencang yang bertiup melintasi area links dinilai bisa menjadi pembeda bagi Great Britain & Ireland (GB&I) untuk meraih kemenangan langka di kandang.

Kepala tim GB&I, Dean Robertson, tersenyum melihat latihan hari terakhir yang berlangsung di tengah hembusan angin. Ia menyebut suasananya justru memberi sinyal baik sebelum pertandingan dimulai, dengan mengatakan, “I’m very happy about it.”

Robertson menaruh harapan bahwa angin di barat Irlandia dapat “menyapu” peluang GB&I. Targetnya sederhana sekaligus berat: mengalahkan para pegolf amatir terbaik Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

GB&I tercatat terakhir kali mengangkat trofi di Royal Lytham and St Annes pada 2015. Kini, kekuatan mereka di sisi papan pemain mendapat dorongan setelah kabar bahwa Tyler Weaver kembali fit untuk tampil akhir pekan ini.

Weaver ditanya apakah ia siap menjalani seluruh empat sesi pada Sabtu dan Minggu. Pegolf peringkat tiga dunia di permainan amatir itu menjawab, “I believe so, yeah.”

Ia juga menjelaskan jeda kompetisinya sejak April akibat cedera oblique. “I’m just ready to get going now. I feel really excited and the body feels great. Yeah, it’s been good.”

Di sisi seberang, suasana tidak seideal GB&I. Tim Amerika Serikat terkena gangguan lambung; tiga pemain absen pada makan malam Walker Cup hari Kamis, termasuk Preston Stout yang berstatus nomor satu dunia.

William Jennings dan Ethan Fang turut terkena dampak. Kapten AS, Nathan Smith, mengatakan pemain cadangan pertama Max Herendeen sempat dipersiapkan, namun pada akhirnya ia tidak melakukan perjalanan dari Amerika.

Smith menuturkan, “Just a quick bug for them, and they feel great.” Ia menambahkan bahwa setelah hari tersebut para pemain tampak membaik dan merasa lebih segar. “I think it was great to get them an extra day of rest even though they were maybe feeling a little bit under the weather.”

Selain kabar pemain, cuaca ikut mengarahkan persiapan kedua tim. Angin kencang menghantam lapangan County Clare links saat GB&I dan AS menyelesaikan rangkaian persiapan, dan kondisi serupa diperkirakan muncul ketika pertandingan berlangsung.

Pertandingan Walker Cup sendiri dipakai dengan format foursome pada pagi hari serta singles pada sore hari, baik pada Sabtu maupun Minggu. Dean Robertson menegaskan, “It could be strong throughout the weekend, but it’s perfectly playable.”

Ia lantas menekankan bahwa permainan pada kondisi ekstrem mengharuskan penyesuaian cepat. “You have to adapt. You have to improvise.”

Menurutnya, yang akan diuji bukan hanya kekuatan pukulan, melainkan kendali terhadap arah dan ketinggian bola. “You have to be able to control the ball flight in these very difficult conditions, and it’s exceptionally tiring to play in these conditions, but we are good to go.”

Robertson juga menyebut cuaca seperti ini cenderung menguntungkan kubu tuan rumah karena banyak pemain tumbuh dan terbiasa bertanding di lapangan-lapangan tipe links yang kemungkinan besar akan dominan di Lahinch. Dalam latihan, ia mengatur uji kemampuan short game yang dibuat khusus untuk meniru tantangan angin.

Ia menjelaskan, “In high winds the short game becomes really challenging.” Para pemain diberi latihan tembakan short game yang “exceptionally challenging” pada empat lubang terakhir, bertujuan menunjukkan kemampuan sekaligus memberi suasana lebih menyenangkan.

Untuk dukungan, suasana di tribun disebut akan penuh. Keramaian tiket terjual habis (sell-out crowds) akan memberi atmosfer bagi skuad GB&I yang diisi Luke Poulter, putra dari pahlawan Ryder Cup Ian, serta Jack Whaley dari Doncaster yang baru menjuarai US Amateur.

Di barisan GB&I juga hadir juara amatir Stuart Grehan, satu-satunya pemain Irlandia di lineup tuan rumah. Ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya sejak 2013, GB&I menurunkan pemenang dua ajang amatir paling bergengsi dalam kalender.

Robertson menyampaikan bahwa kehadiran para juara amatir menjadi tenaga tambahan bagi timnya. “We are pumped to have the Amateur champions in the GB&I roster.” Ia menambahkan, meski representasi Irlandia tidak banyak selain Grehan, hal itu tidak akan memengaruhi dukungan penonton. “Irrespective of the fact that the Irish are not represented more than Stuart, that won’t hold the fans back. They are the best support, and they are an 11th man.”

Jadwal foursomes

Foursomes dimulai pada 0830 BST, mempertemukan Stuart Grehan & Eliot Baker (GB&I) melawan Preston Stout & Ethan Fang (USA). Sesi berikutnya pada 0840 BST menampilkan Connor Graham & Tyler Weaver (GB&I) melawan Jay Leng Jnr & Kihei Akina (USA).

Pada 0850 BST, Luke Poulter & Sam Easterbrook (GB&I) menghadapi Miles Russell & Tyler Watts (USA). Terakhir, 0900 BST mempertemukan Niall Shiels Donegan & Josh Hill (GB&I) melawan Josiah Gilbert & Ryder Cowan (USA).