jurnalistik.co.id – Matteo Guendouzi dan Mason Greenwood dijatuhi sanksi setelah kericuhan yang terjadi menyusul kemenangan Fenerbahce atas Lyon dalam playoff Liga Champions. Keputusan UEFA itu menetapkan larangan pertandingan serta denda bagi sejumlah pihak, termasuk pelatih kiper Lyon.
Guendouzi menerima larangan kompetisi Eropa selama empat pertandingan, dengan dua di antaranya ditangguhkan. Ia juga dikenai denda sebesar 50.000 euro (setara ÂŁ43.000) atas keterlibatannya dalam kericuhan setelah laga.
Greenwood, yang merupakan striker Inggris di Fenerbahce, mendapatkan larangan satu pertandingan dengan status ditangguhkan. Sanksi tersebut “is subject to a probationary period of one year”, serta disertai denda 30.000 euro (sekitar £26.000).
Selain kedua pemain itu, UEFA juga menjatuhkan hukuman kepada Antonio Ferreira, pelatih kiper Lyon. Ferreira dikenai larangan lima pertandingan, dengan dua di antaranya ditangguhkan, karena insiden yang dinilai UEFA sebagai “serious assault” dalam bentrokan usai pertandingan.
Dalam keputusan disiplin, Guendouzi dihukum antara lain karena “insulting others present at the match, provoking spectators” serta karena melanggar “the basic rules of decent conduct”. Greenwood mendapat penalti atas “violating the basic rules of decent conduct”.
Kedua klub juga menerima denda masing-masing 50.000 euro. UEFA menyebut denda itu sebagai konsekuensi karena tim melanggar “the general and basic rules of conduct”.
Insiden berawal dari situasi setelah pertandingan. Guendouzi, yang pernah membela Marseille dan merasakan periode 2021 hingga 2024 di klub tersebut, menjadi sorotan karena selama laga ia berulang kali mendapat ejekan dari pendukung Lyon.
Ketika Fenerbahce memastikan kemenangan dalam playoff itu dan lolos ke fase liga dengan agregat 3-2, Guendouzi terlihat melakukan provokasi kepada sebagian pendukung tuan rumah. Ia kemudian didorong menjauh oleh rekan-rekannya ketika suasana mulai memanas.
Berita Terkait
- US Open 2026: Naomi Osaka dan Jessica Pegula menyoroti influencer yang mengganggu pertandingan di New York
- Katie Taylor dan Flora Pili Timbang Badan di Trinity College Menjelang Duel Perebutan Gelar Tak Tersangkalkan di Croke Park
- Klaim “mini-game” saat pertandingan, BBC Sport menelusuri bukti terkait Mike Dean
Setelah keributan di peluit akhir, Guendouzi terekam berteriak “Allez l’OM” ke arah kamera di pinggir lapangan, sebuah isyarat yang merujuk pada Marseille. Di media sosial, beredar pula cuplikan yang tampak menunjukkan seorang individu mengenakan kostum Lyon menghadang Guendouzi saat ia menuju terowongan.
Keributan pun berlanjut hingga terjadi kontak fisik di area terowongan antara kedua tim. Proses pengamanan dan kehadiran staf dari kedua kubu membuat situasi tidak segera mereda saat itu.
Penjelasan Guendouzi usai laga
Usai pertandingan, Guendouzi menyampaikan bahwa ia merasa “disrespected” oleh suporter Lyon. Ia mengatakan ejekan itu disertai “insults” yang diarahkan pada keluarganya.
Menurutnya, suasana yang memuncak setelah pertandingan tidak seharusnya terjadi. “If we can’t celebrate the way we want afterward, I find that disappointing,” ujar Guendouzi.
Ia menambahkan bahwa yang membuatnya kecewa adalah intensitas hinaan tersebut. “When you have 60,000 people insulting your family, your mother, your children, even before the game and no-one on the referee’s side tells the crowd to be quiet.”
Guendouzi lalu menyebut pengalaman di Prancis terkait situasi serupa. “I know that in France, when this kind of thing happens, there comes a point where they’ll talk to the fans to stop and maybe stop the match.”
Selain Guendouzi, Greenwood juga menjadi bagian dari daftar yang terkena hukuman UEFA. Striker berusia tersebut bergabung dengan Fenerbahce pada musim panas dari Marseille, yang dikenal sebagai rival sengit Lyon.
Dengan rangkaian keputusan ini, UEFA menegaskan bahwa tindakan dalam dan setelah pertandingan—termasuk provokasi, pelanggaran etika, serta insiden fisik—akan berujung pada sanksi berbasis penilaian disiplin. Bagi Fenerbahce dan Lyon, denda yang dijatuhkan serta larangan pertandingan bagi individu terkait menjadi konsekuensi langsung dari kericuhan pascalaga.












