Olahraga

Scott Brown: Celtic vs Rangers bisa jadi “changes the game” jelang derby Old Firm Minggu ini

×

Scott Brown: Celtic vs Rangers bisa jadi “changes the game” jelang derby Old Firm Minggu ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Celtic win over Rangers 'changes game', says Scott Brown before Old Firm derby

jurnalistik.co.id – Mantan kapten Celtic, Scott Brown, yakin kemenangan timnya atas Rangers pada Minggu ini bisa menjadi titik balik yang benar-benar mengubah arah momentum menjelang derby Old Firm.

Brown menilai konteks menjelang laga sangat menentukan, terutama setelah sepekan yang penuh gejolak bagi Martin O’Neill. Rangers datang dengan kepercayaan diri usai menang 3-0 di kandang pada perempat final Old Firm League Cup pekan lalu, sementara Celtic baru saja memulai kampanye Europa League dengan hasil 3-1 saat menjamu Ferencvaros pada Kamis.

Meski demikian, Celtic memasuki pertandingan di kawasan timur Glasgow dengan keunggulan lima poin atas rival sekotanya. Derby ini juga akan digelar tanpa kehadiran suporter tandang, seperti yang terjadi pada pertemuan terakhir.

Menurut Brown, persaingan Minggu ini tidak berhenti pada prestise derby, melainkan juga menyangkut jarak dalam tabel. Ia menegaskan skenario jika Celtic mampu menang dan memperlebar gap menjadi delapan poin, kondisi itu akan memberi dampak psikologis dan persiapan yang berbeda bagi kedua tim.

“If Celtic win and they’re eight points clear, it changes the game,” ujar Brown lewat kanal YouTube BBC Scotland. Ia melanjutkan, “Can [Rangers] go to Celtic Park and do they exact same thing as last week? Celtic now have had a week to understand how that game went. They are going to have to make sure that they match that energy but also match that willingness to go and win the match.”

Di sudut pandang Brown, pertanyaan besar bukan hanya apakah Rangers bisa mengulang permainan agresif mereka, melainkan apakah Celtic sanggup merespons dengan intensitas yang sama setelah mempelajari kekalahan pekan lalu. Dengan waktu satu minggu, ia mengharapkan O’Neill dan stafnya bisa menyesuaikan rencana agar tim tidak mengulang kesalahan yang sama.

Perubahan pendekatan McInnes dan tantangan untuk O’Neill

Brown juga memberi sorotan pada pendekatan Derek McInnes di derby sebelumnya. Ia mengatakan McInnes tampil berani dengan mengubah cara bermain sejak awal kompetisi derby pertama musim ini.

“They went after Celtic from the get go,” kata Brown. “They looked like they wanted the win more. For him to change his tactics, nobody expected him to do that. That is a very, very good manager to pick that out.”

Menurut Brown, perubahan itu terlihat dari formasi 3-5-2 yang dipilih, serta gaya menjaga lawan secara man for man menghadapi lini depan Celtic. Brown memandang hal tersebut sebagai keputusan yang berpengaruh karena mendorong duel sejak menit awal dan mempersulit ritme permainan Celtic.

Di sisi lain, Brown menilai O’Neill punya sejarah taktis yang dekat dengan skema 3-5-2 saat dirinya menjadi manajer pada periode 2000 hingga 2005. Namun ia juga menegaskan bahwa komposisi pemain Celtic saat ini tidak otomatis sama dengan skuad yang dulu bisa menjalankan rencana tersebut secara ideal.

“Martin O’Neill when he was manager [from 2000-05], loved a 3-5-2 and it was fantastic to watch,” ujar Brown. “He had two big guys up front. That was an unbelievable team. He’s not got those players that probably can be suited to a 3-5-2.”

Rotasi sayap kiri dan masalah yang lebih dalam

Brown menyoroti bahwa ketersediaan pemain juga turut memengaruhi susunan tim. Dengan Yang Hyun-jun masih bertugas di Asian Games bersama Korea Selatan, Sebastian Tounekti dan James Forrest sama-sama dipakai di sisi kiri Celtic.

“Rangers got in their face, they blocked Callum McGregor off and as soon as you block Callum McGregor off and you man-mark Cal, it’s hard for anyone else to go and dictate. That’s when you need a [Benjamin] Nygren to drop under, a [Mika] Baur to go and drop under and them do their job as well. You can’t always keep looking at Cal to do everything.”

Uraian Brown itu menekankan bahwa ketika satu elemen pengatur tempo berhasil dipadamkan lawan, tim memerlukan respons struktur yang jelas—terutama dalam pola penyesuaian tanpa bola. Ia mengingatkan bahwa beban tidak seharusnya dipusatkan pada satu pemain saja, karena lawan besar akan terus menekan dan mengunci jalur permainan.

Start menentukan: duel 15 menit pertama

Lebih lanjut, Brown menilai faktor yang mungkin menjadi pembeda pada Minggu ini adalah siapa yang memulai pertandingan dengan lebih agresif. Ia percaya Rangers akan kembali mengejar duel, sehingga lima belas menit pertama bisa menjadi ukuran paling cepat dari arah laga.

“Rangers were up for the fight,” tambah Brown. “The first 15 minutes, it should be a battle. If you can go and win that battle, you can get the ball down. Celtic started very, very slow last week. They need to go back to basics, make sure they’ve got the fight, make sure they’ve got the hunger because they’ve got the talent – I know they’ve got the talent.”

Di akhir penilaiannya, Brown menegaskan bahwa Celtic tidak boleh memiliki hari yang sama ketika menghadapi rival terbesar mereka. “You cannot have just one of those days against your biggest rivals, ever,” tuturnya, seolah mengingatkan pentingnya konsistensi performa sejak awal pertandingan.

Bagi Brown, derby Old Firm Minggu ini bukan sekadar ulangan hasil, melainkan kesempatan Celtic untuk menunjukkan respons nyata setelah kekalahan dan setelah melihat perubahan yang dilakukan Rangers. Jika Celtic mampu mengubah tempo, memenangkan duel awal, dan menjalankan penyesuaian taktis yang tepat, kemenangan mereka akan membawa konsekuensi besar bagi perjalanan musim ini.