jurnalistik.co.id – Arsenal memulai musim ini sebagai juara bertahan Premier League, sesuatu yang terakhir mereka lakukan pada 2004-05. Setelah mengakhiri penantian panjang untuk kembali meraih trofi, posisi “favorit” tentu datang bersama beban yang tak ringan.
Menjaga gelar bukan sekadar soal kualitas teknik di lapangan. Sejak musim dimulai, tim juara sudah bekerja keras untuk menuntaskan satu target besar, dan ketika akhirnya tercapai, rasa lega serta sukses itu biasanya terasa seperti puncak segalanya.
Namun, hanya dalam hitungan bulan, para pemain harus membangun kembali pola pikir untuk mengulang proses yang sama. Kali ini, sasaran di punggung mereka lebih jelas: mereka bukan lagi penantang, melainkan pihak yang harus membuktikan bahwa status juara memang layak dipertahankan.
Faktor psikologis seperti ini bisa menjadi penentu. Leicester City adalah contoh yang pernah merasakannya setelah kemenangan mengejutkan pada 2015-16: mereka sempat menikmati dongeng, tetapi di musim pertahanan gelar justru harus berjuang lebih keras hingga sempat dekat dengan zona degradasi.
Andros Townsend juga menilai tantangan semacam itu akan terasa sulit di era kompetisi yang sangat rapat. Ia mengingat pola yang muncul setelah tim-tim besar meraih gelar, lalu belum tentu mampu mengulang capaian yang sama pada musim berikutnya.
“Winning the title was like climbing Mount Everest. Then you get back down, receive a pat on the back and you’re told to climb up it all over again.” Kalimat itu merangkum betapa perubahan emosi dan tuntutan setelah meraih trofi dapat membuat perjalanan berikutnya terasa berbeda.
Townsend menambahkan konteks dari Liverpool: “The last two times Liverpool have won the title the next season they have not been able to replicate it. They have had relatively poor seasons,” ucapnya, sebelum menyebut bahwa The Reds finis ketiga dan kelima setelah mengangkat trofi Premier League.
Lalu, ia mempertanyakan apakah setelah “melewati garis finish” dengan rasa lega yang sangat besar, mentalitas yang sama bisa tetap dibawa ke musim berikutnya. “When you get over the line, that huge relief. Do you go into the summer with the same sort of aggression and mentality?” kata Townsend.
Mental juara bertemu kontinuitas pelatih
Untuk Arsenal, satu aspek yang bisa menjadi penopang adalah kontinuitas di kursi pelatih. Mikel Arteta kini memasuki tahun ketujuh sebagai manajer, sementara di saat yang sama sejumlah rival utama menjalani perubahan di ruang taktik.
Manchester City, Liverpool, dan Chelsea memulai kampanye dengan manajer baru. Di sisi lain, Tottenham akan ditangani Roberto de Zerbi, dan Michael Carrick mengemban tugas untuk musim penuh pertama bersama Manchester United, setelah keduanya ditunjuk pada musim lalu.
Situasi itu berarti ada unsur ketidakpastian di kubu pesaing, sementara Arsenal tetap berangkat dengan kerangka kerja yang sudah teruji bersama Arteta. Di level tim, perubahan besar juga tidak terlalu banyak dilakukan.
Arsenal justru memperkuat dengan dua rekrutan penting: Christos Tzolis didatangkan dari Club Brugge dengan nilai ÂŁ34m, dan Bruno Guimaraes dari Newcastle United seharga ÂŁ75m. Kehadiran Guimaraes disebut bisa memberi dorongan nyata untuk upaya mempertahankan gelar.
Arteta menggambarkan karakter dan nilai yang diharapkan dari pemain itu. “I think he describes himself as a warrior,” katanya. “I think he’s a warrior with a tremendous quality as well and intuition and leadership and charisma that is going to help us, that is going to really ignite something different in the team.”
Arteta menutup dengan tekad untuk naik ke level berikutnya. “We want to go to the next level and are very, very much convinced that we’re going to need players with such a personality, desire and character to push everybody inside the organisation to go even higher.”
Absennya Saliba jadi ujian besar
Meski ada tambahan kekuatan, Arsenal tetap mendapat pukulan dari cedera. William Saliba diperkirakan absen dalam “extended period” setelah mengalami cedera punggung saat Piala Dunia.
Berita Terkait
Musim lalu, kemitraannya dengan Gabriel Magalhaes menjadi salah satu fondasi pertahanan yang konsisten. Karena upaya untuk mendatangkan Ezri Konsa juga disebut-sebut, lamanya Saliba absen berpotensi memengaruhi cara Arsenal menjaga ritme pertahanan di musim ini.
Jadi, pertahanan gelar yang ideal bukan hanya tentang seberapa mudah meraih kemenangan, tetapi juga tentang seberapa cepat tim menutup celah ketika situasi di lapangan berubah.
Pesaing makin berubah, bahkan lewat belanja besar
Sementara Arsenal mengandalkan kontinuitas, peluang meraih kejutan tetap terbuka bagi rival karena mereka juga melakukan penyegaran skuad. Chelsea, misalnya, membawa manajer muda yang dipandang menarik perhatian: Xabi Alonso, yang sekaligus dianggap sudah cocok dengan kebutuhan klub.
Di pasar transfer, Chelsea tampak serius. Morgan Rogers, 24, didatangkan dari Aston Villa dengan nilai rekor klub ÂŁ117m, sementara Maxence Lacroix, 26, bergabung dari Crystal Palace seharga ÂŁ52m.
Tak hanya itu, Chelsea juga mendatangkan Marco Palestra, 21, full-back senilai ÂŁ47m, yang disebut tampil kuat di pramusim. Untuk membentuk standar di ruang ganti, Jordan Henderson, 36, dan Danny Welbeck, 35, ikut didatangkan bersama rombongan yang dinilai bisa menyeimbangkan sisi pengalaman dan energi.
Manchester City kini ditangani Enzo Maresca setelah kepergian Pep Guardiola di akhir musim lalu. City merekrut Elliot Anderson dari Nottingham Forest seharga ÂŁ116m, namun ada tanda bahwa mereka bisa kehilangan Rodri, pemain Spanyol yang menjadi player of the tournament pada Piala Dunia musim panas ini, dengan peluang Enzo Fernandez dari Chelsea untuk menggantikan.
Manchester United juga bergerak di lini tengah dengan mendatangkan Youri Tielemans dari Aston Villa senilai ÂŁ35m, serta Andrey Santos dari Chelsea senilai ÂŁ48m. Santos disebut tampil mengesankan dalam pramusim.
Perubahan skuad juga terlihat di kubu Aston Villa yang sudah meraih Europa League. Rogers, Tielemans, dan Lucas Digne yang memulai final disebut telah meninggalkan klub, sementara perekrutan masuk termasuk Johan Manzambi dari Freiburg (ÂŁ59.5m) dan Joao Gomes dari Wolves (ÂŁ38m). Alejandro Garnacho juga disebut datang dengan status pinjaman dari Chelsea.
Liverpool, yang menjadi juara dua musim lalu, kini dipimpin Andoni Iraola. Mereka diharapkan diperkuat oleh kedatangan Jeremy Jacquet dari Rennes (ÂŁ60m) di posisi bek tengah, serta Ronald Araujo yang bergabung dengan status pinjaman dari Barcelona.
Liverpool juga membawa Victor Munoz, yang kini berusia 22 tahun, namun hasil pramusim disebut beragam dan belum sepenuhnya memberi sinyal stabilitas.
Tottenham juga menargetkan kompetisi papan atas setelah periode yang sulit. Dengan De Zerbi yang bekerja untuk memperbaiki skuad dan belanja lebih dari ÂŁ200m, mereka mendatangkan Sandro Tonali dari Newcastle (ÂŁ100m), Mateus Fernandes dari West Ham (ÂŁ85m), serta Jan Paul van Hecke dari Brighton (ÂŁ52m).
Awal musim yang menguji Arsenal
Ujian awal juga menjadi bagian penting dari pertahanan gelar. Opta, berdasarkan global power rankings yang memberi skor kemampuan kepada lebih dari 13.500 tim domestik di seluruh dunia, menilai tingkat kesulitan lima laga pertama masing-masing klub Premier League.
Dari calon penantang, Manchester United dinilai memiliki pembukaan yang paling “agreeable” menurut penilaian Opta. Sementara itu, Arsenal dan Manchester City mendapat peringkat tingkat kesulitan yang sama untuk rangkaian pertandingan awal mereka.
Arsenal memulai musim dengan menjamu Coventry, lalu bertandang ke Aston Villa. Setelah itu, mereka menghadapi Chelsea di kandang, sebelum menjalani laga berikutnya dengan Sunderland, dan menutup rangkaian awal itu lewat perjalanan ke Brighton.
Manchester City memulai dengan laga kandang melawan Bournemouth, kemudian bertandang ke Crystal Palace. Mereka lalu menjamu Coventry, menghadapi rival Manchester United, dan akhirnya bertemu Sunderland di kandang pada periode awal musim tersebut.
Dalam pertarungan yang seperti ini, menahan tekanan adalah proses jangka panjang. Arsenal tidak hanya diuji oleh kualitas pesaing, tetapi juga oleh kemampuan tim mempertahankan fokus ketika setiap hasil langsung mendapat sorotan sebagai langkah mempertahankan status juara.












