Bisnis & Ekonomi

Greggs Tutup Empat Pabrik dan Pangkas 740 Pekerjaan

×

Greggs Tutup Empat Pabrik dan Pangkas 740 Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Greggs to shut four factories and cut 740 jobs

jurnalistik.co.id – Greggs mengumumkan rencana penutupan empat pabrik dan pemangkasan 740 pekerjaan di berbagai lokasi produksi di Inggris Raya. Perusahaan menyebut langkah ini bagian dari penyesuaian jaringan manufaktur dan logistik agar tetap efisien menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan.

Dalam pengumuman tersebut, Greggs berencana menutup pabrik manufaktur di North Lakes dekat Penrith, Cumbria; Pettigrews di Kelso, Skotlandia; Seaham di County Durham; serta Enfield, London Raya. Meski pabrik di Enfield akan dihentikan, perusahaan menyatakan aktivitas distribusi di lokasi itu akan terus berjalan.

Selain itu, perubahan juga akan berdampak pada operasi manufaktur di Treforest, Wales. Namun, Greggs menegaskan bahwa Treforest tetap dipertahankan sebagai pusat distribusi untuk kebutuhan bisnis.

Perusahaan berkantor pusat di Newcastle dan menyatakan toko ritel mereka tidak akan terpengaruh oleh rencana yang diajukan. Greggs menargetkan transisi berlangsung dalam kurun waktu dua setengah tahun, dengan sebagian proses produksi dipindahkan ke lokasi lain.

Greggs juga menyampaikan bahwa cakupan produk yang diproduksi di Clydesmill (Glasgow) dan Manchester akan dikurangi. Produksi roti kalengan (tinned bread) di Gosforth akan dihentikan, sementara sebagian produk lainnya akan disuplai dari pemasok spesialis.

Chief executive Greggs, Roisin Currie, menempatkan perubahan ini sebagai upaya menjaga perusahaan tetap relevan. Ia menyatakan perusahaan perlu “keep evolving alongside changing customer expectations”, seraya menegaskan bahwa jaringan manufaktur dan logistik Greggs merupakan kekuatan utama.

Currie menambahkan, “Greggs manufacturing and logistics network remains a key strength of the business, and these proposals are intended to strengthen our manufacturing network, improve efficiency and ensure we remain well placed for the future while continuing to deliver the quality, value and service our customers expect.” Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa arah kebijakan ditujukan untuk memperkuat efisiensi proses dan kesiapan jangka panjang.

Greggs mempekerjakan 33.000 orang di Inggris Raya, mayoritas bekerja di toko. Perusahaan menyebut konsultasi dengan karyawan diharapkan segera dimulai, dan “no final decisions” telah dibuat pada tahap ini.

Dengan mempertimbangkan gangguan operasional serta kompensasi, perusahaan memperkirakan restrukturisasi ini akan menelan biaya sekitar £60 juta. Perkiraan tersebut mencakup biaya disrupsi dan pembayaran kompensasi pemutusan hubungan kerja, sementara Greggs juga memroyeksikan rencana ini dapat menghemat sekitar £20 juta pada tahun keuangan 2028 dan 2029.

Dari sisi kinerja ritel, Greggs melaporkan penjualan tumbuh 7,7% dalam tiga bulan hingga 26 September dibanding periode yang sama setahun sebelumnya. Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut sebagai kemajuan di tengah “challenging market conditions”, ketika kondisi keuangan konsumen terus berada di bawah tekanan.

Perusahaan juga menyatakan bahwa perdagangan yang positif dan kontrol biaya memungkinkan Greggs mengharapkan “modestly improved outcome” untuk 2026. Terlepas dari rencana penyesuaian produksi, Greggs tetap menggambarkan prospek perbaikan sebagai hasil dari kinerja operasional yang masih terjaga.

Sepanjang periode berjalan, Greggs membuka 95 toko baru dan menutup 38 toko. Dengan demikian, total jumlah gerai meningkat menjadi 2.796 toko.

Rangkaian langkah penutupan pabrik dan pemindahan sebagian proses manufaktur ini menjadi salah satu perubahan paling signifikan yang diumumkan Greggs untuk menata ulang jaringan industrinya. Seiring konsultasi dengan staf dimulai, perusahaan menunggu respons terkait implementasi rencana dalam dua setengah tahun ke depan.

Langkah ini juga menegaskan penataan ulang cara Greggs menjalankan manufaktur dan distribusi agar lebih selaras dengan perubahan permintaan. Dengan relokasi sebagian proses produksi selama periode transisi, perusahaan berupaya menjaga agar kualitas dan layanan kepada pelanggan tetap konsisten meski jaringan pabrik mengalami penyusunan ulang.

Greggs menjelaskan bahwa penyesuaian tidak langsung mengubah aktivitas ritel, tetapi memengaruhi bagaimana barang diproduksi dan disuplai. Produksi di beberapa lokasi akan dihentikan atau dikurangi, sementara sebagian kebutuhan akan dialihkan ke pemasok spesialis, termasuk pengurangan cakupan produk dari Clydesmill dan Manchester.

Dalam keterangan lanjutan, perusahaan menyebut konsultasi dengan karyawan akan segera dimulai dan saat ini belum ada keputusan final. Manajemen juga menempatkan dampak finansial restrukturisasi dengan estimasi biaya sekitar £60 juta, serta proyeksi penghematan sekitar £20 juta pada tahun keuangan 2028 dan 2029.