Olahraga

Prem Rugby: Saracens terancam denda £5.000 karena Brendan Venter absen dari komitmen media

×

Prem Rugby: Saracens terancam denda £5.000 karena Brendan Venter absen dari komitmen media

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Brendan Venter: Saracens face fines after director of rugby refuses media commitments

jurnalistik.co.id – Prem Rugby bersiap menjatuhkan serangkaian denda kepada Saracens setelah direktur rugby mereka, Brendan Venter, dinilai tidak memenuhi komitmen media yang diwajibkan.

Menurut pemahaman yang beredar, klub sudah menerima sanksi sebesar £5.000 karena Venter tidak hadir pada hari peluncuran pramusim Prem Rugby.

Selain tidak datang saat acara tersebut, Venter juga tidak melakukan kewajiban berbicara kepada media sebelum, selama, maupun setelah pertandingan akhir pekan pembuka Saracens saat mereka mengalahkan Leicester.

Situasi ini kini menjadi sorotan karena Prem Rugby memang memiliki aturan yang mengikat para pejabat tim terkait ketersediaan untuk wawancara atau penampilan media, terutama menjelang dan pada momen awal kompetisi.

Dari laporan yang lebih dahulu muncul pada Selasa, pihak The Daily Telegraph menyebut bahwa Venter “mengundurkan diri” sebagai direktur rugby bulan lalu.

Laporan itu juga mengaitkan Venter dengan peran baru bernama “head of rugby culture and wine consultant”, sementara pelatih kepala Joe Shaw disebut memegang tanggung jawab terhadap komitmen media Saracens.

Telegraph menambahkan bahwa Saracens dikatakan telah meminta izin pada bulan Juli agar Shaw tampil mewakili klub dalam urusan komitmen media.

Namun, hingga berita ini dimuat, baik Saracens maupun Prem Rugby tidak mengonfirmasi rincian tersebut. Artinya, perubahan peran yang dilaporkan tetap berada dalam ranah pemberitaan, bukan klarifikasi resmi dari klub atau penyelenggara.

Selain itu, perubahan titel pekerjaan—jika benar terjadi—diperkirakan tidak otomatis menghapus kewajiban kontraktual Venter terkait komitmen yang sudah disepakati sebelumnya.

Saracens sendiri mengumumkan pada Januari bahwa Venter akan kembali bergabung dengan klub sebagai direktur rugby. Dalam pengumuman tersebut, klub belum menyebut secara spesifik apakah ada perubahan tanggung jawab harian yang menyertainya.

Venter menggantikan Mark McCall yang mengundurkan diri pada akhir musim lalu setelah masa 15 tahun penuh trofi bersama Saracens.

Dengan demikian, kasus denda yang kini menimpa Saracens bukan sekadar persoalan satu kali ketidakhadiran, melainkan mencerminkan pola yang pernah muncul dalam periode karier Venter bersama klub.

Pada fase pertamanya sebagai direktur rugby Saracens yang dimulai pada 2009, Venter juga menghadapi sejumlah benturan dengan otoritas terkait pemenuhan komitmen media.

Contoh yang dicatat terjadi pada September 2010, ketika Saracens meminta maaf kepada pejabat European Rugby Cup (ERC) terkait kegagalan Steve Borthwick—saat itu menjabat kapten—untuk menghadiri peluncuran Heineken Cup di Stadion Millennium Cardiff.

Borthwick, yang kini tercatat sebagai pelatih kepala timnas Inggris, disebut menjadi satu-satunya perwakilan yang absen dari 12 klub Inggris, Wales, dan Skotlandia yang dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.

Dalam penjelasan saat itu, Borthwick disebut diberi instruksi oleh Saracens untuk mengikuti sesi bonding tim di sebuah beer festival di Munich.

Beberapa bulan kemudian, pada Desember 2010, Venter juga mendapat peringatan dari pejabat ERC terkait wawancara setelah pertandingan.

Pemicunya adalah kekalahan Saracens 24-21 dari Racing Metro di Heineken Cup, di mana Venter dikatakan memberi jawaban yang sangat singkat berulang kali setelah pertanyaan diajukan, termasuk dengan kecenderungan menyepakati apa pun yang ditanyakan.

Venter kemudian menyampaikan bahwa sikap tersebut terinspirasi dari adegan dalam film mockumentary sepak bola berjudul “Mike Bassett: England Manager”.

Pada akhirnya, Venter meninggalkan peran penuh waktunya di Saracens pada pertengahan musim 2010-11, lalu digantikan oleh McCall.

Kini, ketika Saracens kembali berada di bawah perhatian akibat denda Prem Rugby, pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana kewajiban media tersebut dijalankan pada awal musim ini, khususnya setelah laporan perubahan peran yang belum dikonfirmasi.

Selama tidak ada penegasan resmi, publik akan menunggu apakah pihak klub dan penyelenggara akan merinci mekanisme pertanggungjawaban media yang berlaku, serta bagaimana konsekuensi kontraktual diterapkan terhadap perubahan struktur peran yang diberitakan.

Bagi Saracens, kasus ini berpotensi menjadi peringatan yang mahal: bukan hanya soal kehadiran di sebuah acara, tetapi juga tentang kesiapan untuk memastikan akses media terpenuhi dalam rentang waktu yang diminta.

Sementara itu, bagi Prem Rugby, pemberian sanksi menegaskan bahwa ketentuan komitmen media tetap menjadi bagian dari tata kelola kompetisi, bahkan ketika manajemen tim bergerak melalui pergantian jabatan atau penyesuaian tanggung jawab.