jurnalistik.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melanjutkan langkah penyederhanaan struktur korporasi melalui program streamlining. Dalam tahapan ini, perusahaan memangkas 17 entitas usaha sebagai bagian dari rangkaian transformasi yang sedang berjalan.
Pemangkasan entitas tersebut disebut menjadi tahap awal sebelum Pelindo masuk ke proses penataan model bisnis. Dengan kata lain, perusahaan menempatkan penataan struktur sebagai fondasi lebih dulu, sebelum mengarahkan perubahan ke level desain bisnis yang lebih menyeluruh.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, menyampaikan bahwa transformasi Pelindo masih memerlukan waktu dan tidak bersifat instan. Ia menekankan bahwa penyelarasan struktur dilakukan terlebih dahulu sebelum perusahaan merumuskan model bisnisnya secara lebih terarah.
“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” kata Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN, dikutip Rabu (30/9/2026).
Streamlining sebagai pintu awal transformasi
Menurut keterangan yang disampaikan dalam pemberitaan ini, program streamlining menjadi cara Pelindo merapikan tata kelola dan struktur entitas usaha. Langkah penyederhanaan itu diarahkan untuk mengefisienkan susunan organisasi, sekaligus menyiapkan ruang agar proses penataan model bisnis dapat dilakukan setelah fase awal selesai.
Pelindo menempatkan pengurangan jumlah entitas usaha sebagai bagian dari transformasi jangka panjang. Hal ini tercermin dari narasi bahwa setelah tahap streamlining, perusahaan akan berlanjut ke tahapan berikutnya dalam menata bisnis model agar sesuai arah yang diinginkan.
Dalam konteks tersebut, penyederhanaan struktur tidak dipandang sebagai akhir dari proses perubahan, melainkan pengantar menuju fase yang lebih strategis. Penataan model bisnis kemudian menjadi agenda lanjutan yang diharapkan memberi bentuk yang lebih tepat terhadap cara perusahaan menjalankan aktivitasnya.
Berita Terkait
Kaitannya dengan penahapan proses perusahaan
Pelindo juga disebut berada dalam fase transisi yang berkaitan dengan rencana tahap lanjutan, termasuk sorotan pasar terkait Danantara. Informasi “masuk radar IPO Danantara” muncul sebagai latar yang memperlihatkan bahwa perubahan internal dan penataan struktur dipantau seiring perkembangan arah perusahaan.
Meskipun demikian, fokus penjelasan pada poin streamlining tetap diarahkan pada penyusunan fondasi. Pelindo menyampaikan bahwa langkah pengurangan 17 entitas usaha bukan satu langkah tunggal, melainkan langkah pertama sebelum proses penataan model bisnis dilakukan.
Penahapan seperti ini lazim diposisikan agar perusahaan dapat mengelola transisi secara bertahap. Dengan demikian, penyederhanaan yang dijalankan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi jembatan antara kondisi struktur saat ini dan kebutuhan penyesuaian di tahap berikutnya.
Melalui pernyataan Dony Oskaria, Pelindo juga memberi sinyal bahwa proses transformasi memerlukan konsistensi dan kesinambungan. Ia menyatakan bahwa perjalanan transformasi masih panjang, tetapi dimulai dari langkah streamlining terlebih dahulu.
Dengan demikian, pembaruan struktur korporasi yang dilakukan Pelindo dapat dipahami sebagai bagian dari agenda yang lebih besar. Penyederhanaan entitas berfungsi sebagai langkah awal yang menyiapkan perusahaan untuk memasuki tahap penataan model bisnis, sebelum merumuskan strategi operasional dan arah pengembangan yang lebih matang.
Pemberitaan ini menunjukkan bahwa Pelindo terus bergerak dalam menyelaraskan perubahan internalnya. Pengurangan 17 entitas usaha menjadi salah satu penanda konkret dalam fase awal transformasi tersebut, sekaligus menegaskan bahwa penataan model bisnis diposisikan sebagai tahap berikutnya setelah streamlining selesai dilakukan.
Dalam jangka yang lebih panjang, langkah penataan seperti ini diharapkan membantu perusahaan memastikan struktur yang lebih ramping dan proses bisnis yang lebih tertata. Pelindo menegaskan bahwa transformasi berlangsung bertahap, dimulai dari penyederhanaan entitas usaha, lalu berlanjut ke penataan model bisnis agar benar-benar sesuai tujuan yang ingin dicapai.












