jurnalistik.co.id – Timnas Putri U16 Singapura harus mengakui keunggulan Yordania pada laga Srikandi Merdeka Cup 2026. Dalam pertandingan Grup B yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada Sabtu (15/8/2026) malam, Singapura kalah dengan skor 1-3.
Pelatih Timnas Putri U16 Singapura, Ratna Suffian bin Ishak, menegaskan bahwa meski hasil akhir tidak sesuai harapan, timnya tetap memetik pelajaran penting. Ratna menyampaikan hal itu setelah pertandingan usai digelar.
Ratna menjelaskan, kekalahan tersebut membuat poin tidak berpihak kepada Singapura. Namun, secara permainan, ia melihat ada beberapa target spesifik yang berhasil dipenuhi oleh para pemain.
Laga di Supersoccer Arena dan pelajaran dari kekalahan
Menurut Ratna, persiapan Singapura menghadapi turnamen ini belum genap satu bulan. Kendati demikian, penampilan mereka di lapangan dinilai sudah cukup menjanjikan karena para pemain tetap tampil determinan dan tidak mudah menyerah.
Dalam jalannya pertandingan, Singapura berusaha memperkecil ketertinggalan angka meski melawan lawan yang tampil tangguh. Ratna menilai usaha tersebut menunjukkan karakter yang ia cari selama proses persiapan tim.
“Pastinya ini bukan hasil yang kami inginkan, tapi saya pikir target untuk tim ini telah terpenuhi,” ungkap Ratna dikutip dari Antara (16/8/2026).
Lebih lanjut, Ratna menyampaikan bahwa kepuasan bagi staf pelatih justru muncul dari aspek perjuangan di sepanjang laga. Ia mengapresiasi kesediaan pemain untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka sampai peluit panjang dibunyikan.
Berita Terkait
“Jadi saya pikir meski itu bukan hasil yang kami inginkan, saya bangga terhadap pemain, mereka memberikan semua yang mereka miliki,” tambahnya.
Posisi Grup B dan persiapan menghadapi laga berikutnya
Dengan kekalahan selisih dua gol tersebut, Singapura sementara tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup B. Tim ini belum meraih poin dari satu laga yang telah dijalani.
Saat menatap jadwal berikutnya, Singapura akan bersiap untuk menjalani ujian kedua di babak penyisihan grup. Mereka dijadwalkan menghadapi tuan rumah, Timnas Putri U16 Indonesia Putri Nusantara, di Supersoccer Arena, Kudus.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Senin (17/8) pukul 15.00 WIB. Ratna dan tim diharapkan menggunakan sisa waktu persiapan untuk memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan, sekaligus mempertahankan hal-hal positif yang sudah terlihat saat melawan Yordania.
Ratna menilai, meski tidak meraih poin penuh, pengalaman menghadapi pertandingan seperti ini bisa menjadi modal berharga. Dari sudut pandang tim pelatih, fokus kini beralih pada bagaimana memastikan target permainan berikutnya dapat terpenuhi tanpa kehilangan semangat yang sudah ditunjukkan pada laga sebelumnya.
Skor 1-3 memang menempatkan Singapura dalam posisi yang sulit, tetapi Ratna menekankan bahwa pertandingan ini tetap menyisakan hal yang bisa dievaluasi secara jelas. Baginya, proses yang dijalani tim tidak berhenti pada angka akhir, melainkan pada bagaimana setiap pemain merespons tekanan dan mempertahankan intensitas permainan selama laga berlangsung.
Dalam penjelasannya, Ratna juga menggarisbawahi bahwa hasil yang belum berpihak tidak menghapus nilai dari pencapaian target-target permainan yang sempat dipenuhi. Ia memandang pemenuhan poin-poin spesifik itu sebagai bukti perkembangan yang telah dibangun dalam waktu persiapan yang relatif singkat, sekaligus menjadi bahan refleksi untuk langkah pembenahan berikutnya.
Menjelang laga kedua, Ratna mengarahkan perhatian tim pada dua kebutuhan yang berjalan bersamaan: menjaga semangat setelah menanggung kekalahan, sekaligus menajamkan aspek yang masih perlu ditingkatkan agar bisa lebih kompetitif saat menghadapi tuan rumah. Dengan jadwal yang datang pada Senin (17/8) pukul 15.00 WIB di Supersoccer Arena, Kudus, tim diharapkan memanfaatkan sisa waktu untuk menyusun strategi yang lebih matang tanpa kehilangan karakter pantang menyerah yang sudah terlihat.












