jurnalistik.co.id – Pelatih Timnas Putri U16 Singapura, Ratna Suffian, menatap laga berikutnya di Srikandi Merdeka Cup dengan sikap waspada. Ia menilai duel melawan Indonesia Putri Nusantara akan berlangsung berbeda dibanding pertandingan sebelumnya.
Ratna menyampaikan hal itu setelah timnya menelan hasil negatif saat menghadapi Yordania. Singapura kalah 1-3 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Sabtu (16/8/2026) malam WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Singapura sempat memberikan respons lewat satu gol dari titik putih. Namun, upaya untuk mengejar ketertinggalan dua gol tidak berjalan sesuai harapan hingga laga berakhir dengan kekalahan.
Fokus diperjelas untuk menghadapi tuan rumah
Setelah hasil melawan Yordania, Ratna mengalihkan perhatian sepenuhnya pada laga melawan Indonesia Putri Nusantara yang dijadwalkan pada Senin (17/8/2026) mendatang. Menurutnya, persiapan tim akan tetap sama untuk menghadapi tiga lawan di fase grup.
Ia menekankan bahwa baik Indonesia, Yordania, maupun Thailand merupakan tim yang kuat. Karena itu, ia mengarahkan timnya untuk menjaga kualitas permainan, bukan semata-mata bergantung pada satu momen tertentu.
Ratna juga menyatakan bahwa targetnya adalah mencuri poin saat menghadapi Indonesia. Meski begitu, ia mengakui laga tersebut menghadirkan tantangan khusus karena pertandingan akan berlangsung di hadapan penonton yang ramai.
Ia menyebut Supersoccer Arena diperkirakan dipenuhi ribuan penonton, sehingga dukungan tuan rumah berpotensi menjadi faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan. Menurut Ratna, momentum tersebut makin terasa setelah kemenangan Indonesia Garuda Pertiwi atas Arab Saudi dengan skor 7-0.
Dukungan publik jadi pertimbangan taktis
Ratna mengatakan Singapura ingin tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Di sisi lain, ia mengakui Indonesia memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, terutama karena timnya baru saja meraih hasil besar.
Berita Terkait
Dalam penilaiannya, Indonesia juga menunjukkan permainan yang cukup baik saat menghadapi Thailand. Karena itu, Singapura tidak hanya menyiapkan strategi untuk menghadapi tuan rumah, tetapi juga mempersiapkan respon terhadap ritme permainan yang mungkin berubah.
Ratna menegaskan bahwa ia akan berupaya menemukan celah yang dapat dimanfaatkan dari kelemahan Indonesia. Ia menyebut timnya telah menonton pertandingan Indonesia dan akan mencoba memaksimalkan hal-hal yang bisa menjadi keuntungan dalam pertandingan nanti.
Sementara Ratna tidak menutup kemungkinan permainan berkembang di berbagai skenario, ia tetap menekankan prinsip dasar yang dibutuhkan dalam sepak bola. Menurutnya, dalam pertandingan seperti ini, hasil bisa ditentukan oleh detail yang muncul selama 90 menit.
Ia pun menyampaikan bahwa Singapura akan mencoba bekerja dari hal-hal positif yang sudah mereka lakukan pada pertandingan sebelumnya. Dengan cara itu, tim diharapkan dapat meningkatkan kualitas tanpa kehilangan identitas permainan yang sudah dibangun.
Ratna juga menyoroti perlunya evaluasi setelah laga melawan Yordania. Ia mengakui ada bagian yang kurang baik dari timnya, tetapi ia melihat masih terdapat banyak sisi positif yang bisa dipertahankan dan diperbaiki.
Jelang pertemuan dengan Indonesia, Ratna menyatakan ia akan melihat kembali apa yang menjadi poin positif pada pertandingan hari itu. Timnya kemudian akan berusaha mengembangkan aspek tersebut agar siap menghadapi tekanan dan ritme pertandingan ketika bermain melawan tuan rumah.
Di akhir penjelasannya, Ratna menegaskan pendekatannya lebih pada membangkitkan semangat tim. Ia ingin pemainnya tampil dengan keyakinan untuk memainkan permainan yang bagus saat menghadapi Indonesia, serta berharap semua usaha itu berbuah hasil maksimal.
Usai hasil negatif menghadapi Yordania, Ratna mengingatkan skuadnya untuk kembali menyusun konsentrasi agar fokus tidak terpecah ketika menghadapi Indonesia. Ia menilai, meski kekalahan sudah menjadi bagian dari perjalanan turnamen, cara tim meresponsnya akan ikut menentukan kesiapan mental pada pertandingan berikutnya.
Menurut Ratna, duel fase grup tidak cukup hanya dilihat dari peluang mencetak gol, melainkan juga dari bagaimana tim mempertahankan kualitas permainan dari menit awal hingga akhir. Karena itu, Singapura berusaha menjaga stabilitas pendekatan, sembari menyiapkan diri menghadapi perubahan ritme yang mungkin muncul selama pertandingan di hadapan penonton ramai.
Ratna juga menegaskan bahwa evaluasi setelah laga sebelumnya menjadi bahan penting untuk menajamkan aspek yang masih bisa diperbaiki. Ia berharap perbaikan tersebut dapat membuka ruang bagi Singapura untuk tampil lebih percaya diri, sehingga tujuan mencuri poin tetap selaras dengan usaha tim menjaga identitas permainan yang sudah dibangun.












