Olahraga

Barcelona Mulai Mengamati Joao Cancelo, Simone Inzaghi Buka Peluang Hijrah

×

Barcelona Mulai Mengamati Joao Cancelo, Simone Inzaghi Buka Peluang Hijrah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Simone Inzaghi Buka Peluang Joao Cancelo Hengkang ke Barcelona

jurnalistik.co.id – Simone Inzaghi membuka kemungkinan Joao Cancelo untuk meninggalkan Al Hilal, sementara Barcelona terus memantau situasi pemain Timnas Portugal tersebut. Pemantauan itu diarahkan untuk kebutuhan musim 2026-2027, khususnya agar Barcelona punya opsi di sektor bek sayap.

Dalam catatan yang berkembang, Cancelo pernah merasakan masa pinjaman di Barcelona dan ikut meraih trofi Liga Spanyol pada musim 2025-2026. Pengalaman tersebut membuat ketertarikan Barcelona tidak berdiri dari nol, melainkan berangkat dari riwayat kontribusi pemain yang pernah berada di lingkungan mereka.

Barcelona menyiapkan opsi bek sayap

Barcelona disebut masih mempertimbangkan Cancelo sebagai bagian dari rencana penguatan lini belakang. Keinginan itu juga dikaitkan dengan kebutuhan yang diinginkan Hansi Flick, yang disebut masih menginginkan jasa pemain berusia 32 tahun tersebut untuk opsi di lini belakang.

Di sisi lain, kondisi Cancelo di Al Hilal disebut mulai berubah. Ia dikabarkan mulai dipinggirkan dari skuad yang akan menghadapi laga pembuka Liga Arab Saudi musim 2026-2027 melawan Al Faisaly.

Meski demikian, Cancelo disebut tetap berlatih seperti biasa bersama tim. Namun, ia tak lagi masuk dalam rencana sang pelatih, Simone Inzaghi, untuk komposisi yang akan digunakan ke depan.

Masa depan Cancelo bergantung keputusan manajemen

Menanggapi situasi tersebut, Inzaghi menegaskan bahwa kelanjutan karier Cancelo tidak hanya bergantung pada kondisi di lapangan. “Dia masih berlatih seperti biasa bersama tim. Mengenai masa depannya dan apakah dia akan bertahan, itu adalah urusan manajemen,” ungkap Inzaghi dilansir dari SPORT.

Pernyataan itu memberi ruang bagi Barcelona untuk kembali mengusahakan peluang membawa Cancelo pada musim panas 2026. Keinginan Barcelona disebut sejalan dengan sinyal dari sisi pemain, karena Cancelo disebut sangat ingin kembali dan bahkan mengungkapkan keinginannya itu beberapa waktu lalu.

Namun, upaya itu tetap menghadapi sejumlah kendala. Barcelona disebut memiliki ganjalan terkait kebutuhan menyelesaikan transfer dalam sisa waktu bursa transfer musim panas 2026, sehingga negosiasi harus berjalan cepat agar rencana tetap bisa dipenuhi.

Selain aspek waktu, faktor finansial juga menjadi pertimbangan. Sebelumnya Barcelona dan Al Hilal sempat disebut sepakat mengenai harga Cancelo di angka 10 juta euro (sekitar 206 miliar rupiah), tetapi Al Hilal kemudian meminta 15 juta euro (sekitar 309 miliar rupiah) jika benar-benar ingin melepas sang pemain ke Barcelona.

Kenaikan harga tersebut disebut berada di luar rencana Barcelona. Klub dikabarkan tidak ingin menggelontorkan dana lebih banyak untuk memulangkan Cancelo, sehingga perbedaan angka menjadi poin penting yang menentukan langkah berikutnya.

Dengan situasi Cancelo yang mulai terpinggirkan dan pernyataan Inzaghi soal masa depan yang berada di tangan manajemen, peluang masih terbuka bagi Barcelona. Akan tetapi, realisasi transfer pada akhirnya akan sangat bergantung pada kesepakatan negosiasi, termasuk apakah Barcelona bisa menyesuaikan tuntutan harga di tengah batas waktu bursa.

Dalam perkembangan yang terus dipantau, arah pembicaraan juga tidak lepas dari konteks rencana jangka panjang Barcelona. Kebutuhan akan opsi bek sayap untuk musim berikutnya membuat nama Cancelo tetap relevan sebagai alternatif yang bisa disiapkan lebih cepat jika peluang transfer terbuka.

Meski Simone Inzaghi menekankan bahwa Cancelo masih menjalani latihan seperti biasa, situasi ini tetap dibaca sebagai sinyal bahwa posisi pemain dalam proyeksi tim bisa berubah. Ketika keikutsertaan di komposisi makin berkurang, faktor keputusan internal akan menjadi penentu apakah langkah lanjutan lebih dekat ke kepindahan atau bertahan.

Bagi Barcelona, tugas utamanya adalah mengatur kecepatan negosiasi sekaligus menyesuaikan batasan anggaran. Kesenjangan angka yang sempat disebut—dari 10 juta euro menjadi 15 juta euro—menjadi bagian dari pertimbangan, sehingga keberhasilan rencana musim panas 2026 sangat bergantung pada apakah kedua pihak bisa menemukan titik temu sebelum bursa ditutup.