Daerah

Karolog Polda Gorontalo Minta Prioritas BBM untuk Operasional dan Patroli

×

Karolog Polda Gorontalo Minta Prioritas BBM untuk Operasional dan Patroli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Karolog Tekankan BBM Diprioritaskan untuk Operasional dan Patroli

jurnalistik.co.id – Biro Logistik Polda Gorontalo menggelar rapat koordinasi dengan para pengemban Urusan Logistik dari setiap Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Gorontalo. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Biro Logistik pada Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Karolog Polda Gorontalo, Kombes Pol. Gunarko, S.I.K., M.Si. Rapat juga dihadiri Kabag Bekum, AKBP Aries, S.H., serta para pengemban Ur Log dari masing-masing Satker.

Dalam arahannya, Gunarko menegaskan pentingnya pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) secara tepat sasaran. Penekanan itu diarahkan untuk memastikan BBM benar-benar mendukung pelaksanaan tugas operasional kepolisian di lapangan.

“Temuan audit Itwasum terkait penggunaan BBM harus menjadi perhatian. Penggunaannya harus tepat sasaran dalam mendukung kegiatan operasional,” ujar Gunarko. Pernyataan itu menekankan perlunya pengelolaan yang rapi dan pengawasan agar penggunaan BBM tidak melenceng dari kebutuhan operasional.

Karolog juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran BBM Polda Gorontalo setiap tahun mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya indeks BBM yang kemudian dapat disalurkan kepada masing-masing Satker.

Menanggapi situasi tersebut, Gunarko meminta seluruh pengemban Ur Log untuk mengelola dan menggunakan BBM secara efektif serta hemat. Ia juga menegaskan agar efisiensi tidak mengurangi dukungan bagi pelaksanaan tugas kepolisian yang menjadi prioritas layanan.

Aturan penggunaan dan prioritas untuk patroli

Di bagian lain, Kabag Bekum, AKBP Aries, S.H., menambahkan bahwa pengelolaan BBM wajib dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Kapolri dan Aslog Polri. Penegasan ini menjadi dasar bahwa penggunaan BBM tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“BBM kendaraan harus diprioritaskan untuk mendukung kegiatan operasional, khususnya kendaraan yang digunakan untuk patroli rutin,” jelas AKBP Aries. Dengan demikian, kendaraan yang menjalankan patroli rutin diposisikan sebagai fokus agar keberlangsungan kegiatan pengamanan tetap terjaga.

Rangkaian penekanan dalam rapat itu diharapkan memperkuat tata kelola BBM di lingkungan Polda Gorontalo. Pengelolaan yang tertib, tepat sasaran, dan selaras ketentuan menjadi kunci agar dukungan logistik terhadap pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal.

Melalui koordinasi tersebut, para pengemban Ur Log diharapkan mampu menerjemahkan arahan pimpinan ke dalam praktik pengaturan BBM yang lebih terarah. Langkah ini juga dimaksudkan sebagai tindak lanjut agar evaluasi penggunaan BBM senantiasa sejalan dengan kebutuhan operasional serta hasil pengawasan yang telah disampaikan.

Dengan mengacu pada arahan Karolog dan penegasan dari Kabag Bekum, rapat Biro Logistik pada 30 September 2026 itu menjadi momentum untuk menyelaraskan perencanaan, pengelolaan, hingga prioritas pemanfaatan BBM. Pada akhirnya, seluruh upaya diarahkan untuk memastikan ketersediaan dukungan operasional tetap berjalan, meski terjadi pengurangan alokasi anggaran dari tahun ke tahun.

Rapat koordinasi ini juga menempatkan pengemban Urusan Logistik sebagai pihak yang wajib memastikan alur pengelolaan BBM berjalan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Dengan melibatkan masing-masing Satker, komunikasi dan pembagian peran diharapkan lebih jelas agar kebutuhan operasional bisa dipenuhi secara terukur.

Dalam konteks pengawasan, arahan pimpinan rapat menegaskan agar evaluasi penggunaan BBM tidak berhenti pada pengumpulan laporan, melainkan diikuti perbaikan praktik di setiap unit. Temuan audit Itwasum yang disebutkan dalam rapat diposisikan sebagai rujukan untuk memperketat kendali, sehingga penggunaan BBM benar-benar mengacu pada kebutuhan kegiatan, bukan aktivitas yang tidak berdampak langsung.

Selain itu, penurunan alokasi anggaran yang disebutkan dalam rapat turut mendorong pentingnya penyusunan skala prioritas. Efisiensi yang dimaksud tidak hanya diarahkan untuk menghemat, tetapi juga memastikan dukungan operasional kepolisian tetap dapat berjalan, termasuk pada kendaraan yang digunakan untuk patroli rutin. Melalui penyesuaian tersebut, dukungan logistik diharapkan tetap stabil walau terjadi perubahan indeks dan pengurangan anggaran setiap tahun.