jurnalistik.co.id – Kabid Propam Polda Gorontalo, Kombes Pol. Ari Kartika Bhakti, S.I.K., M.K.P., memimpin apel pagi gabungan di Lapangan Apel Mapolda Gorontalo pada Rabu (30/9/2026). Apel tersebut diikuti oleh Wakapolda, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), personel, serta ASN Polda Gorontalo.
Dalam arahannya, Ari menekankan pentingnya persiapan pengamanan menjelang rencana aksi unjuk rasa yang dilakukan aliansi mahasiswa. Ia meminta seluruh rangkaian pengamanan dijalankan secara profesional dan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
Menurut Ari, pelaksanaan pengamanan tidak hanya menuntut kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga harus konsisten dengan standar kedinasan. Dengan demikian, setiap langkah yang dilakukan personel dapat dipertanggungjawabkan serta tidak menimbulkan penyimpangan selama kegiatan berlangsung.
Selain fokus pada aspek pengamanan kegiatan, Kabid Propam juga menggarisbawahi penegakan dan penertiban disiplin personel melalui Gaktibplin. Penekanan ini diarahkan terutama pada persoalan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilai menjadi sorotan.
Penertiban judol dan pinjol jadi perhatian utama
Ari menyatakan bahwa Propam Polda Gorontalo akan terus melakukan penertiban terkait judol maupun pinjol. Ia berharap tidak ada anggota yang terlibat dalam aktivitas tersebut, serta menegaskan adanya tindakan tegas bila ditemukan pelanggaran oleh personel.
“Kami akan terus melaksanakan penertiban judol maupun pinjol. Diharapkan tidak ada anggota yang terlibat. Kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan terhadap anggota yang terbukti melanggar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kabid Propam juga mengingatkan konsekuensi yang dapat muncul bila seseorang terlibat dalam judol maupun pinjol. Keterlibatan, menurut Ari, dapat berujung pada persoalan utang yang pada akhirnya berdampak terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan kedinasan personel.
Berita Terkait
Ari kemudian menguatkan kembali pesan agar seluruh personel menjaga disiplin dalam menjalankan pekerjaan. Ia meminta agar anggota menjauhi segala bentuk pelanggaran dan memastikan setiap pelaksanaan tugas dilakukan secara bertanggung jawab sesuai peran masing-masing.
Dengan penegasan tersebut, Propam Polda Gorontalo menempatkan dua agenda sekaligus dalam arahannya: kesigapan pengamanan untuk rencana aksi aliansi mahasiswa, serta penguatan komitmen disiplin melalui penertiban Gaktibplin yang berfokus pada judol dan pinjol. Pesan utamanya, kegiatan pengamanan harus berjalan profesional, sedangkan integritas personel harus tetap dijaga.
Apel pagi gabungan yang dipimpin Ari menjadi ruang penyampaian arahan dan penekanan prioritas. Melalui pengarahan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memahami tugas dan tanggung jawabnya, baik dalam konteks pengamanan maupun dalam menjaga perilaku serta kedisiplinan di lingkungan Polda Gorontalo.
Keseluruhan arahan Kabid Propam itu juga menegaskan bahwa pengawasan serta penindakan pelanggaran tidak bersifat nominal. Penertiban yang dimaksud diarahkan agar tidak ada celah bagi pelanggaran disiplin, khususnya yang menyangkut judol dan pinjol, yang dinilai dapat merusak integritas dan mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.
Dengan demikian, apel tersebut menegaskan komitmen Propam Polda Gorontalo untuk menjaga ketertiban internal sekaligus memastikan pengamanan berjalan sesuai rencana dan ketentuan. Seluruh personel diharapkan menindaklanjuti arahan ini dengan sikap disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab penuh dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dalam kesempatan itu, Ari mengingatkan bahwa arahan pengamanan perlu dipahami sebagai satu kesatuan mulai dari kesiapsiagaan personel hingga pelaksanaan di lapangan. Setiap unsur diharapkan menjalankan tugasnya dengan rapi sesuai batas kewenangan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib dan terukur.
Kabid Propam juga menegaskan bahwa fokus penertiban melalui Gaktibplin bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan lewat pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran disiplin. Dengan menutup celah bagi aktivitas yang dinilai merusak integritas, diharapkan tidak ada hambatan lanjutan dalam tugas kedinasan maupun dalam profesionalitas pelayanan.
Selain itu, Ari kembali menggarisbawahi bahwa keterlibatan dalam judol maupun pinjol berpotensi menimbulkan persoalan utang yang pada akhirnya mengganggu konsentrasi dan kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, personel diminta menjaga perilaku serta disiplin agar setiap tanggung jawab dapat dijalankan dengan penuh komitmen sesuai peran masing-masing.












