Olahraga

Tiga Tim Penjaga Gelar Piala Super Eropa: PSG Samai Rekor AC Milan dan Real Madrid

×

Tiga Tim Penjaga Gelar Piala Super Eropa: PSG Samai Rekor AC Milan dan Real Madrid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 3 Klub yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa: PSG Setara Raksasa Italia dan Spanyol

jurnalistik.co.id – Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri tetap menjadi pemegang Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 di Salzburg pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Kemenangan itu sekaligus mengulang catatan PSG setahun sebelumnya yang juga mampu mempertahankan trofi lewat hasil atas Tottenham Hotspur melalui adu penalti.

Dengan demikian, PSG tercatat sebagai klub ketiga dalam sejarah Piala Super Eropa yang sanggup mempertahankan gelar dalam dua musim beruntun. Pencapaian ini menyamai AC Milan dan Real Madrid.

PSG ikut kelompok penjaga gelar

Di laga edisi 2026, PSG menuntaskan duel kontra Aston Villa dengan skor 2-1. Hasil tersebut membuat trofi tetap berada di tangan Les Parisiens.

Setahun sebelumnya, PSG juga melalui momen penentuan lewat adu penalti saat menghadapi Tottenham Hotspur. Pola konsistensi itu yang kemudian mengangkat PSG masuk daftar klub yang mampu menjaga mahkota Piala Super Eropa secara beruntun.

AC Milan: dua musim, dua trofi (1989-1990)

AC Milan menjadi klub pertama yang melakukan pencapaian serupa. Pada 1989 dan 1990, Rossoneri meraih Piala Super Eropa secara berturut-turut di bawah asuhan Arrigo Sacchi.

Pada edisi 1989, Milan berhadapan dengan Barcelona dalam format dua leg. Di Camp Nou, pertandingan pertama berakhir 1-1 setelah Marco van Basten mencetak gol melalui penalti, sementara Guillermo Amor menyamakan skor.

Leg kedua berlangsung di San Siro. Milan keluar sebagai pemenang 1-0 lewat tendangan bebas Alberigo Evani, sehingga agregat 2-1 menjadi milik mereka.

Setahun berselang, Milan kembali melangkah setelah menghadapi Sampdoria. Di leg pertama, duel berakhir 1-1, dan Evani mencetak gol untuk Milan.

Pada leg kedua, Milan menang 2-0 dengan gol Ruud Gullit dan Frank Rijkaard. Agregat 3-1 pun menutup rangkaian kemenangan Milan dalam dua musim itu.

Real Madrid: rentang 2014-2017 dan dominasi di 2016-2017

Real Madrid kemudian menyusul jejak Milan dengan catatan pada 2016 dan 2017. Los Blancos menjadi juara Piala Super Eropa 2017 setelah mengalahkan Manchester United pada Selasa (8/8/2017).

Real Madrid juga tampil sebagai tim yang memenangi Piala Super Eropa tiga kali dalam empat musim sejak 2014 hingga 2017. Torehan itu menegaskan bahwa mereka bukan hanya sekali menjaga trofi, melainkan memiliki periode konsistensi yang panjang.

Pada edisi 2016, Real Madrid berhadapan dengan Sevilla. Marco Asensio membuka skor, tetapi Sevilla mampu berbalik unggul 2-1.

Ketika pertandingan menuju akhir, Sergio Ramos menyamakan kedudukan pada menit ke-93 lewat sundulan. Lalu, Dani Carvajal memastikan kemenangan Madrid melalui gol pada masa perpanjangan waktu.

Rangkaian hasil-hasil tersebut—baik pada periode Milan maupun Real Madrid—membentuk standar yang sama dengan yang ditunjukkan PSG saat mempertahankan trofi Piala Super Eropa usai mengalahkan Aston Villa.

PSG kini berdiri di bangku yang sama bersama dua raksasa Eropa itu, sebagai bukti bahwa menjaga gelar dalam dua musim beruntun bukan sekadar soal satu kemenangan, melainkan kemampuan konsistensi di setiap fase pertandingan.

Rentetan pencapaian PSG, Milan, dan Real Madrid menunjukkan bahwa mempertahankan Piala Super Eropa bukan semata tugas teknis, melainkan ujian daya tahan tim menghadapi tekanan di momen-momen krusial. Di setiap edisi, mereka harus memastikan hasil tetap mengarah ke pihaknya, baik saat laga berjalan ketat maupun ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Dalam kasus Milan, prosesnya terlihat melalui detail dua leg yang saling mengunci: Milan menyamakan kedudukan saat menghadapi Barcelona lewat penalti van Basten, lalu menutup rangkaian dengan gol tendangan bebas Evani di San Siro. Sementara itu, Real Madrid memperlihatkan pola serupa pada 2016 ketika Asensio sempat membuka skor, tetapi kubu Sevilla berbalik unggul sebelum Ramos menyamakan di menit-menit akhir dan Carvajal mengunci kemenangan pada masa perpanjangan waktu.

PSG menguatkan gambaran tersebut lewat keberhasilan menutup duel dengan Aston Villa 2-1, serta mengulang karakter yang sama pada musim sebelumnya ketika kemenangan diraih melalui adu penalti kontra Tottenham. Kombinasi antara kontrol hasil dan ketajaman di fase penting itulah yang kemudian membuat PSG berdiri sejajar dengan dua klub besar Eropa yang sudah lebih dulu membuktikan konsistensi serupa dalam dua musim beruntun.