jurnalistik.co.id – Alejandro Garnacho datang ke Aston Villa dengan status pinjaman dari Chelsea, namun pekan-pekan awal di Midlands justru menimbulkan tanda tanya besar mengenai arah langkahnya.
Dua bulan setelah bergabung, winger berusia 22 tahun itu belum berhasil meyakinkan pelatih Unai Emery tentang nilai yang ia bawa untuk skuadnya. Catatan menit bermain Garnacho bersama Villa bahkan sangat terbatas: total hanya 31 menit di laga resmi, tersebar dalam tiga kali penampilan sebagai pemain pengganti.
Dalam konteks waktu bermain, penampilan terlama Garnacho tercatat saat melawan Hull, ketika ia diberi kesempatan sekitar 15 menit di lapangan. Selain itu, ia juga menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan pada empat pertandingan terakhir Villa.
Garnacho kembali harus menonton dari bangku ketika Villa menang 3-2 atas Tottenham pada akhir pekan kemarin. Situasi seperti ini membuat musim yang baru berjalan satu bulan terasa seperti fase “persimpangan” yang datang lebih cepat dari rencana.
Minim menit, sementara opsi lain lebih cepat dipercaya
Emery memang terkenal suka mengelola kedatangan pemain baru dengan bertahap. Youri Tielemans, misalnya, baru memulai pertandingan Premier League pertamanya pada November 2023 setelah bergabung pada musim panas, sebelum akhirnya menjadi bagian penting dari sistem Villa.
Dari sepuluh rekrutan musim panas, Joao Gomes tercatat sebagai satu-satunya yang langsung menjadi starter pada laga pembuka Premier League. Lalu, dua pemain berikutnya yang memulai pertandingan pada laga setelahnya adalah Zion Suzuki dan Nicolas Jackson.
Namun, pola adaptasi itu tidak terlihat pada kasus Garnacho. Di ajang Carabao Cup saat Villa meraih kemenangan atas Coventry, Emery melakukan tujuh perubahan, dan Garnacho kembali berada di bangku cadangan.
Kepercayaan Emery saat ini justru mengarah pada pemain lain yang muncul lebih siap. George Hemmings—produk akademi yang didatangkan dari Forest saat masih remaja—memulai musim dengan baik sehingga ia mendapat kepercayaan penuh dan tampil sebagai pilihan yang berada di depan Garnacho.
Ibrahim Mbaye, pemain yang didatangkan dengan nilai £47 juta dari Paris St-Germain, juga menjadi bukti lain. Mbaye langsung mencatatkan start pertamanya untuk Villa ketika tim menang 3-1 atas Coventry, dan posisinya pun saat ini masih lebih diutamakan dibanding Garnacho.
Hambatan Garnacho juga tidak datang dari aspek performa semata. Cedera di area wajah pada awal Agustus ikut mengganggu persiapan pramusimnya, sehingga ia melewatkan kekalahan Super Cup dari Paris St-Germain.
Emery menilai proses yang harus dijalani pemainnya tetap membutuhkan waktu agar paham peran dan metode yang ia terapkan. Ia kemudian menegaskan pendekatan tersebut saat ditanya mengenai absennya Garnacho dari lapangan.
Dalam pernyataannya, Emery berkata: “Continue working. Work, work, train, work,”. Emery menambahkan bahwa ketika Garnacho mendapat menit bermain, ia diharapkan bisa menunjukkan performa terbaiknya: “When he can have minutes to play, try to play well. He is progressing, but we have players in front of him now.”
Emery juga menyebut beberapa pemain yang dinilainya turut memahami sistem dengan baik: “George is playing fantastic. Alysson is also understanding things well and is giving us things I want. [Ibrahim] Mbaye also responded well.”
Penutup evaluasinya menekankan kompetisi internal dan perlunya kesabaran: “We want a competitive team and players to compete in the style we have. Garnacho is a little bit behind because of some circumstances we had in pre-season. It is time to be patient for the time he needs.”
Emery menunggu proses adaptasi, tetapi risiko langkah tertahan tetap ada
Berita Terkait
Di masa lalu, Garnacho memang menunjukkan bahwa ia mampu mengganggu pertahanan pada level Premier League. Ia juga pernah berbicara soal kebutuhan untuk penyesuaian, mengakui bahwa ia butuh waktu beradaptasi di lingkungan yang berbeda.
Garnacho mengatakan ia harus menyesuaikan diri dengan “different club and a different place” saat berada di Chelsea. Dengan kondisi yang berjalan, menjalani satu musim lagi dengan kesulitan seperti itu tentu menjadi kemunduran besar untuk kariernya.
Emery, meski sudah lama mengagumi Garnacho, masih menunggu apa yang ia lihat dalam latihan berubah menjadi dampak yang nyata di pertandingan. Di sisi lain, Villa juga sempat mencari tambahan kecepatan dalam permainan, dan Crysencio Summerville sempat dipertimbangkan sebelum akhirnya pindah ke Al-Hilal di Arab Saudi.
Situasi transfer turut membuka peluang ketika Chelsea mendatangkan Morgan Rogers dari Villa dengan nilai £117 juta, meninggalkan ruang yang perlu diisi Emery. Dalam prosesnya, Garnacho disebut tersedia, dan hubungan baik kedua klub membantu pembicaraan berjalan lebih mudah.
Rekam jejak relasi Villa dan Chelsea juga terlihat dari jumlah transaksi yang melibatkan keduanya. Striker Jackson bergabung dari Chelsea dengan nilai rekor klub Villa sebesar £65 juta, dan dalam empat tahun terakhir tercatat delapan kesepakatan antara kedua klub.
Kepindahan Garnacho pun tidak lepas dari faktor kebugaran. Ia mengalami cedera wajah saat menghadapi BG Pathum dalam tur pramusim Aston Villa di Thailand, sebelum kemudian menghadapi rangkaian periode persiapan yang ikut terganggu.
Bayangan pinjaman Elliott ikut menjadi pertimbangan
Di luar urusan performa langsung, ada pula konteks pinjaman yang mengingatkan Villa pada pengalaman sebelumnya. Garnacho tidak ikut berlatih bersama skuad Chelsea besutan Xabi Alonso sebelum ia meninggalkan London menuju Villa Park pada bulan Juli.
Nama Garnacho sempat menarik perhatian Roma, tetapi tawaran pinjamannya tidak sesuai dengan kebutuhan Chelsea. Pada akhirnya, kesepakatan Villa disebut memberi Chelsea kesempatan untuk mengembalikan sebagian uang yang mereka keluarkan tahun lalu.
Kesepakatan ini juga memuat kewajiban untuk membeli yang dikaitkan dengan performa, dan diyakini terkait jumlah penampilan. Namun, keberhasilan untuk memenuhi kewajiban tersebut tetap tidak menjamin hasil akhir yang otomatis terjadi.
Sebagai ilustrasi, Harvey Elliott akan memicu skema senilai £35 juta jika ia mencatatkan 10 penampilan Premier League musim lalu. Faktanya, Elliott hanya dimainkan empat kali oleh Villa di kompetisi utama.
Alih-alih memenuhi ambang tersebut, Emery memilih tidak menandatangani Elliott permanen hanya dalam beberapa bulan pertama musim. Elliott sendiri saat ini berada di Valencia.
Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan sepak bola mengenai apakah pinjaman ke Villa perlu dipandang dengan kehati-hatian, termasuk kemungkinan karier pemain bisa terdampak seperti yang terjadi pada Elliott. Musim panas lalu pun dipahami tidak memberi Elliot banyak opsi lain setelah periode di Villa Park, dan pada akhirnya waktu akan menjadi penentu apakah Garnacho akan menghadapi pola kesulitan serupa.
Bagi Garnacho, waktu untuk membuktikan diri juga beririsan dengan riwayat stagnasi karier dalam dua tahun terakhir. Ia memulai debut bersama Manchester United pada usia 17 tahun dan menjadi bagian dari skuad Argentina yang meraih Copa America pada 2024, tetapi sejak November tahun itu ia belum menambah jumlah delapan caps internasionalnya.
Ia juga mencetak rekor individual dengan memenangkan penghargaan gol terbaik Premier League 2023-24 atas sundulan jarak dekat melalui sepakan overhead melawan Everton saat masih bermain untuk United. Akan tetapi, kontribusinya di Chelsea justru dinilai kurang memuaskan.
Kini Emery menunggu momen saat Garnacho mampu mencapai potensi penuh yang ia incar. Setelah kepercayaan pelatih didapat, Garnacho diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan yang muncul dan mengubah fase awal yang sulit menjadi titik balik.












