jurnalistik.co.id – Troy Deeney merilis tim pilihan pekan ini menyusul setiap rangkaian pertandingan Liga Premier. Dalam daftar kali ini, ia menyoroti nama-nama yang, menurut penilaiannya, tampil menonjol dan memberi dampak langsung bagi timnya.
Tim Pilihan Pekan Ini
Di bawah mistar, Gianluigi Donnarumma dipilih oleh Deeney. Ia menegaskan bahwa Donnarumma bukan hanya termasuk penjaga gawang terbaik dunia, tetapi juga sosok yang selalu siap tampil pada pertandingan-pertandingan besar. Deeney menyebut Donnarumma baru saja membantu Manchester City meraih dua poin tambahan saat menghadapi Manchester United, serta menilai pencapaiannya konsisten dari musim ke musim.
Deeney juga mengaitkan pilihan itu dengan isu yang sempat muncul setelah Community Shield. Menurutnya, setelah kompetisi tersebut ada pendapat bahwa Donnarumma belum cukup baik, dan orang-orang berharap Manchester City bertahan dengan James Trafford. Namun, Deeney menilai, Donnarumma kembali membuktikan mengapa ia disebut sebagai kiper “big-time” yang bisa diandalkan.
Untuk lini belakang, Deeney menaruh Daniel Munoz sebagai salah satu pilihannya. Ia menggambarkan penampilan Munoz saat kemenangan melawan Villa sebagai napas segar. Di mata Deeney, tidak ada siapa pun di skuad Forest yang bisa melakukan apa yang Munoz lakukan, terutama dari sisi kecepatan dan kekuatan, serta kontribusinya baik untuk bertahan maupun membangun serangan.
Masih di barisan bertahan, Ezri Konsa masuk dalam daftar. Deeney mengingat duel yang ketat melawan Brian Brobbey ketika Arsenal mengalahkan Sunderland. Ia menyinggung bahwa musim lalu Konsa sempat “membully” Gabriel pada momen penyamaan kedudukan, dan kali ini ia menilai Konsa berhasil mengunci situasi. Deeney menyertakan kutipan: Konsa mengatakan, “no problem”, sebelum tampil mengeksekusi situasi yang menonjol.
Deeney juga memilih Lewis Dunk dari Brighton. Ia mengungkap rasa takjub pada gol yang dicetak Dunk, menyebut ukuran tubuh Dunk yang “big 6ft 5in centre-half” dan bagaimana ia melepaskan tembakan hingga masuk ke pojok atas, tepat setelah bola mengenai mistar. Dalam penilaiannya, gol seperti itu membuat Dunk layak dipandang, termasuk karena ia mencatatkan satu gol tersebut.
Selanjutnya, Tarik Muharemovic juga masuk pilihan Deeney. Ia menggambarkan Muharemovic sebagai “beast”, dan menyoroti bagaimana pemain tersebut menemukan cara untuk mengontrol bola, menendang, serta berlari menembus ruang sambil “menghajar” lawan. Deeney mengakui bahwa meski Muharemovic tidak membawa clean sheet saat menghadapi Newcastle, ia tetap menilai sang pemain pantas mendapat apresiasi atas kontribusinya.
Berita Terkait
Pada posisi bek sayap atau peran yang memberi lebar, Deeney menuliskan nama Leif Davis dari Ipswich Town. Ia menyebut Davis “Very, very good” dan menilai pemain itu kurang mendapat sorotan yang layak. Deeney mengaitkan dampak Davis dengan kebutuhan poin penting, menyebut “a six-pointer” karena ia merasa Palace berpotensi berakhir di zona bawah—dengan tujuan dan assist yang mempengaruhi hasil.
Di lini tengah, Enzo Fernandez dari Manchester City dipilih Deeney. Ia menyatakan Fernandez menjalani laga terbaiknya dalam dua tahun terakhir saat melawan Manchester United. Deeney menilai Fernandez mampu melakukan banyak hal yang diperlukan tim: berlari membawa bola, menjaga bola, “membeli fouls”, dan berusaha keras agar orang lain bisa diusir dari pertandingan. Dalam pandangannya, Fernandez menjadi katalis bagi tim, sekaligus penampilan terbaik City sejauh ini.
Deeney menambah nama Pascal Gross dari Brighton. Ia menilai Gross menghadirkan gol dan assist. Ia juga menggambarkan Gross sebagai “old head” yang kembali didatangkan, yang menurutnya mampu menenangkan kapal tim yang juga berisikan pemain muda. Deeney menegaskan Gross menjadi lebih penting karena tidak ada Welbeck dan Milner, dan ia menilai Gross hadir sebagai “steady hand” untuk menjaga ritme permainan.
Untuk sektor serangan, Kevin Schade dari Brentford dipilih oleh Deeney. Ia menyebut Schade mampu kembali mencetak dua gol melawan Bournemouth. Deeney menilai pemain itu seperti “yang berikutnya” akan dijual, serta merinci keunggulannya dari sisi pace, power, kemampuan mencetak gol, dan kerja keras untuk tim.
Deeney juga memasukkan Mohamed Belloumi dari Hull City. Ia menyatakan Belloumi sempat tampil cukup baik di Championship, tetapi menilai kini ia benar-benar “taken to the Premier League”. Ia melihat Belloumi tampak seperti sudah naik kelas dan siap menghadapi tantangan tertinggi, sampai pada angka yang disebutkan: “Two goals away at Chelsea is huge,” sekaligus menilai bahwa Hull City mungkin merasa seharusnya mereka bisa menang.
Di ujung serangan, Dominic Calvert-Lewin dari Leeds United menjadi pilihan berikutnya. Deeney menggambarkan Calvert-Lewin sebagai sosok yang “steady” dan berjalan sesuai tugasnya. Ia menyebut Calvert-Lewin mencetak satu gol melawan Newcastle, serta menilai seharusnya bisa menambah gol lagi. Deeney memuji kualitas Calvert-Lewin sebagai penyerang dan menilai Leeds melakukan sesuatu untuk menjaga kebugarannya sehingga mentalitasnya berubah dan ia tetap berada dalam permainan “all the time”.
Deeney kemudian menambahkan keterangan soal Enzo Maresca. Ia menuliskan bahwa itu adalah “an honourable mention” untuk Mikel Arteta. Enzo Maresca, menurut Deeney, “got the job done” lagi saat bermain tandang. Ia juga menyebut kemungkinan ada kandidat lain seperti Daniel Farke, tetapi Deeney tetap memberikan pilihan kepada Maresca.
Dalam uraian taktisnya, Deeney menyatakan bahwa meski ia bukan penggemar terbesar Arteta, Maresca berhasil “tactically” dan mengambil keputusan yang tepat di Old Trafford. Ia menilai Maresca memahami momen pertandingan dan memberi tim platform terbaik agar bisa menang. Deeney juga menyebut “Made a brave call” ketika Maresca mengganti Cherki dengan Ndiaye.
Pada akhirnya, Deeney menutup dengan pertanyaan apakah pembaca setuju dengan pilihannya, sekaligus mengundang komentar soal siapa yang menurut audiens layak masuk dalam Team of the Week mereka.












