Olahraga

Arsenal akan hubungi Pro Ref terkait insiden penalti Ezri Konsa

×

Arsenal akan hubungi Pro Ref terkait insiden penalti Ezri Konsa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Arsenal to contact Pro Ref over Ezri Konsa penalty incident

jurnalistik.co.id – Arsenal akan menghubungi badan perwasitan Pro Ref terkait insiden penalti yang dijatuhkan kepada Ezri Konsa saat mereka menang atas Sunderland pada Sabtu. Klub menilai keputusan tersebut janggal dan berharap ada penjelasan rinci mengenai proses penetapannya.

Dalam pertandingan itu, Konsa terlibat duel fisik dengan bek Sunderland, Dan Ballard, di dalam kotak penalti. Wasit kemudian menilai Konsa melakukan pelanggaran berupa excessive holding sehingga Sunderland memperoleh hadiah penalti.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, langsung mengkritik keputusan tersebut seusai laga. Menurut pengamatan, Arteta merasa tidak ada alasan yang logis untuk penalti mengingat situasi yang terjadi di area terlarang.

Dari sisi prosedur pertandingan, keputusan wasit sempat mendapat validasi melalui video assistant referee (VAR). Premier League Match Centre merilis pernyataan yang menegaskan bahwa panggilan wasit untuk penalti kepada Sunderland terkait pelanggaran holding oleh Konsa atas Ballard telah dicek dan dikonfirmasi lewat VAR.

Arsenal, sebagaimana dipahami, ingin memastikan tidak ada keputusan perwasitan besar yang berpengaruh langsung pada hasil pertandingan. Mereka juga berupaya mendapatkan kejelasan mengenai bagaimana wasit John Brooks sampai pada keputusan tersebut.

Brooks pada awalnya menunjuk titik penalti di lapangan. Keputusan itu kemudian diperkuat oleh VAR, sehingga penalti tetap dijalankan dan menjadi momen yang menentukan jalannya laga.

Arteta menegaskan ketidakpenerimaan atas keputusan penalti tersebut pada level tertinggi kompetisi. Ia menyatakan, “This is not acceptable at this level,” serta menambahkan bahwa ia telah menonton ulang momen itu sebanyak 20 kali dan tetap tidak menemukan cara untuk memahami dasar penilaian wasit maupun keterlibatan VAR dalam situasi tersebut.

Dalam pandangannya, keputusan seperti itu tidak semestinya terjadi setelah Arsenal menjalani persiapan yang matang. Arteta juga menyebut dirinya sedih karena harus membahas insiden semacam ini setelah pertandingan yang, menurutnya, berlangsung indah.

Arteta menilai penalti semacam itu dapat mengubah arah musim dan berpotensi merugikan klub dalam perebutan titel. Ia menekankan bahwa di level sepak bola tertinggi, hal tersebut seharusnya tidak bisa terjadi setelah semua pekerjaan yang dilakukan tim.

Menurut laporan, Arsenal berencana berdiskusi dengan Pro Ref sebagai bagian dari upaya mencari jawaban atas penilaian wasit. Keinginan klub bukan sekadar menyatakan keberatan, melainkan memperoleh pemahaman yang jelas tentang bagaimana keputusan tersebut dibentuk melalui penilaian di lapangan dan mekanisme VAR.

Selain Arteta, pandangan kritis juga datang dari sejumlah komentator. Ashley Williams dan Thomas Frank sama-sama menilai Sunderland seharusnya tidak mendapat penalti dan berpendapat bahwa Arsenal semestinya memperoleh tendangan bebas.

Williams menyatakan, “I think he’s got it completely wrong,” dan menambahkan bahwa situasinya tidak menyerupai pelanggaran penalti. Ia bahkan membandingkannya dengan gerakan hip toss yang “perfect” seperti dalam judo, dengan penilaian bahwa dalam kondisi itu tidak ada dasar untuk menyebutnya sebagai penalti.

Dengan adanya rencana kontak Arsenal ke Pro Ref, fokus kini bergeser dari hasil pertandingan menuju proses keputusan yang diambil wasit dan verifikasi melalui VAR. Arsenal berharap penjelasan resmi dapat meredakan keraguan serta memberi kepastian agar hasil pertandingan tidak terlalu dipengaruhi oleh interpretasi yang dinilai keliru.

Apabila penjelasan dari badan perwasitan memuaskan, Arsenal dapat menutup polemik dengan dasar yang lebih jelas. Namun, jika respons yang diterima tetap tidak menjawab pertanyaan utama, isu tersebut berpotensi terus menjadi bahan diskusi di kompetisi, terutama karena klub menilai “gravity” keputusan itu besar dan dapat menentukan perjalanan musim.