jurnalistik.co.id – Henry Pollock menegaskan bahwa proses negosiasi perpanjangan kontrak Northampton Saints masih terus berjalan, namun ia memilih untuk tetap membuka pintu bagi kemungkinan lain. Bagi pemain berusia 21 tahun itu, keputusan masa depan tidak akan diambil secara tergesa-gesa.
Pollock, yang berposisi sebagai back row untuk tim nasional Inggris, menyatakan ia “open to offers” bahkan bila tawaran datang dari luar negeri. Kontraknya saat ini—yang diperkirakan bernilai sekitar £150,000 per tahun—akan berakhir pada akhir musim mendatang.
Dalam perbincangan terkait kelanjutan pembicaraan kontrak, Pollock menyebut ia masih berusaha menimbang seluruh opsi yang tersedia. Ia juga menekankan tekadnya untuk bersikap tegas soal masa depannya, termasuk lewat pengakuan bahwa ia perlu “quite selfish” dalam memilih.
Menurut Pollock, Northampton merupakan tempat yang telah membentuk kariernya. Ia mengaitkan perjalanan profesionalnya dengan klub yang telah dibelanya sejak awal karier, dan menyebut bertahan di sana sebagai hal yang spesial: “Northampton’s been so great to me, I’ve been here my whole career and they’ve made me who I am. For me to stay here would be so special,” kata Pollock.
Ia melanjutkan bahwa meski keinginannya untuk bertahan kuat, realitas negosiasi tidak sederhana. Pollock menilai ada banyak faktor yang bergerak dalam situasi ini, namun ia tetap menyatakan dirinya terbuka: “Obviously, I know it’s not as easy as that and I know there’s lots of moving parts that come into play. I’m very open to new opportunities and I’m very open to exploring that.”
Pollock juga menyampaikan pandangannya soal usia dan fase karier yang ia jalani. Ia mengatakan, karena masih muda, ia merasa “only right” untuk menilai pilihan yang ada dan menentukan keputusan terbaik bagi dirinya: “I’m so young so I think it’s only right that I assess those options and find the best decision for myself.”
Ia menegaskan bahwa masa depan pemain berumur pendek dan seseorang kerap menyesali peluang yang tidak pernah dicoba. Pollock menyebut: “Your career is so short that you look back on yourself and you almost regret not exploring new avenues, exploring different things.”
Dalam konteks itulah Pollock menggarisbawahi bahwa ia merasa perlu bersikap “quite selfish”. Ia berkata, gagasannya adalah memprioritaskan apa yang benar-benar tepat untuk dirinya sendiri: “I think for me, you almost have to be quite selfish in that aspect, think what’s right for you. If that is staying here, then that’s great, I’ll be here for however long. If it’s not, then I’ll be open to new opportunities.”
Salah satu pengaruh besar dalam negosiasi ini adalah aturan batas gaji, yang membuat perpindahan pemain antar klub Premiership yang terdaftar sebagai kandidat “marquee” menjadi lebih sulit. Aturan tersebut mengacu pada mekanisme di mana gaji tertentu dikecualikan dari batas skuad £6.4m, sehingga langkah transfer besar untuk kompetitor domestik tidak semudah yang diperkirakan.
Pollock menyebut bahwa peluang finansial dengan nilai besar dapat lebih realistis jika ia memilih arah yang berbeda dari rival domestik. Ia menilai kepindahan ke klub di Prancis atau Jepang berpotensi lebih menguntungkan, dan skenario kontrak yang dimulai sejak awal musim 2027-28 tidak menutup kemungkinan untuk tetap bersaing dalam pemilihan skuad Piala Dunia Rugbi Dunia Inggris musim gugur berikutnya.
Berita Terkait
Namun, ia juga dihadapkan pada konsekuensi yang jelas terkait kelayakan bermain untuk Inggris. Pollock akan menjadi tidak memenuhi syarat (ineligible) begitu mulai bermain di luar negeri, dan ia kehilangan kontrak pusat yang nilainya sekitar £150,000 per tahun—kontrak yang saat ini menambah upah klubnya.
Selain sisi performa dan kelayakan, Pollock juga mempertimbangkan aspek pendapatan di luar lapangan. Ia memiliki kesepakatan endorsement dengan beberapa merek pakaian, dan ia mengakui potensi dampaknya bila ia tidak lagi berada dalam paparan yang biasa diterima dari arena Test dan kompetisi domestik.
Dalam kesempatan lain, Pollock juga mengungkap langsung keinginannya memperluas pengalaman di berbagai tempat. Ia mengatakan: “I definitely want to go and live in different countries, explore new sports, explore new avenues,” kata Pollock.
Ia menegaskan bahwa proses penilaian ini tidak berjalan sendiri. Pollock menyebut seluruh langkahnya bergantung pada tim manajemen, sementara ia sendiri berfokus pada komunikasi intens dan penilaian opsi yang sesuai untuk dirinya: “Again, that’s all down to the management team. I’m just speaking to them loads and assessing my options and seeing what’s right for myself.”
Di sisi Northampton Saints, mereka disebut masih yakin bisa mengamankan perpanjangan kontrak. Salah satu faktor yang membuat keyakinan itu menguat adalah adanya penawaran yang dilaporkan mampu menaikkan bayaran Pollock hingga ÂŁ400,000 per tahun.
Direktur rugby Northampton, Phil Dowson, menyatakan pembicaraan mereka berada dalam tahap yang mendekati hasil. Ia mengatakan: “We’re getting closer,” lalu menambahkan bahwa situasinya “complex,” namun ia tetap optimistis: “As you can imagine, it’s complex. There’s a few moving parts that we need to put together, but I’m hopeful. As I said before, he wants to stay and we want to keep him.”
Dowson menambahkan bahwa meski negosiasi sedang berjalan, sinyal yang mereka terima tetap positif. Ia menyimpulkan: “Obviously there’s some negotiations going between that but those two things are very positive.”
Performa juara Northampton dalam musim gelar mereka membuat klub juga perlu menyusun ulang rencana kontrak untuk sejumlah pemain muda. Pada musim panas, Saints mengambil keputusan melepas kapten klub George Furbank ke Harlequins, dengan pertimbangan bahwa banyak bintang muda dari tim peraih gelar membutuhkan penyesuaian bayaran.
Langkah-langkah itu juga terlihat dari pembaruan kontrak lain di internal klub. Fly-half Fin Smith disebut telah menyepakati kontrak baru pada bulan Oktober, sementara wing Tommy Freeman diperkirakan akan segera mendapatkan kesepakatan baru pada musim ini. Sementara itu, scrum-half Archie McParland dan prop Emmanuel Iyogun juga disebut sebagai prioritas untuk diikat lewat kontrak baru.
Dengan kontrak Pollock yang akan habis pada akhir musim mendatang, Northampton dan sang pemain sama-sama berada di fase penting. Pollock tetap menempatkan dirinya dalam posisi siap menimbang peluang, sementara klub berusaha mewujudkan perpanjangan dengan negosiasi yang dinilai rumit tetapi masih ada harapan besar.












