jurnalistik.co.id – Enzo Maresca menegaskan bahwa Manchester City tidak akan melambat dalam urusan perburuan pemain menjelang penutupan bursa transfer musim panas ini. Pernyataan itu disampaikan setelah timnya menelan kekalahan telak dari Arsenal pada laga pembuka musim, Community Shield.
Pertandingan Arsenal vs Man City di Stadion Principality, Cardiff, Inggris, berlangsung ketat namun berujung dominasi skuad London Utara. City kebobolan tiga gol tanpa balas, sehingga hasil tersebut menjadi sorotan utama pada pekan awal kompetisi.
Gol cepat Arsenal dicetak Riccardo Calafiori pada menit ke-1. Keunggulan tim asuhan Mikel Arteta lantas diperlebar lewat Kai Havertz pada menit ke-28, sebelum Martin Odegaard mengunci kemenangan dengan gol pada menit ke-48.
Usai pertandingan, Maresca menekankan bahwa rencana timnya sudah dipersiapkan sebelum laga berlangsung. Ia menyatakan tidak ada perubahan cara berpikir karena hasil pertandingan, melainkan fokus pada apa yang perlu dilakukan di sisa waktu bursa.
“Kami sudah tahu sebelum pertandingan hal-hal yang perlu kami lakukan. Bukan karena kami kalah atau menang kami berpikir berbeda,” kata Maresca, Senin (17/8/2026). Ia melanjutkan bahwa Manchester City “cukup jelas” mengenai langkah yang harus diambil serta akan melakukan sesuatu sebelum kesempatan itu menghilang.
Dengan latar tersebut, perhatian kembali tertuju pada pergerakan transfer City. Rumor yang beredar juga menyangkut kemungkinan Rodri meninggalkan Etihad, yang kemudian disebut-sebut menjadi bagian dari dinamika bursa.
Man City dilaporkan telah menggelontorkan dana sebesar 116 juta pound sterling atau setara Rp 2,7 triliun untuk mengamankan jasa Elliot Anderson. Angka tersebut juga disebut memecahkan rekor nilai transfer klub.
Selain Elliot Anderson, klub juga dikabarkan sedang mengarah pada perekrutan talenta muda berusia 18 tahun asal Maroko, Ayyoub Bouaddi. Kesepakatan tersebut disebut bernilai sekitar 85 juta pound sterling atau setara Rp 2 triliun dari klub Prancis, Lille.
Berita Terkait
Maresca tidak masuk pada detail teknis saat disinggung mengenai potensi kedatangan Bouaddi. Namun, ia memberi sinyal bahwa proses perekrutan berpeluang segera dituntaskan, tanpa menyebutkan hal-hal spesifik terkait langkah yang sedang berlangsung.
Pelatih asal Italia itu menyatakan bahwa Bouaddi masih menjadi pemain Lille. Meski begitu, ia menegaskan bahwa setiap pemain baru yang direkrut akan mengalami kondisi yang lebih baik ketika sudah bergabung bersama timnya.
Ia juga menekankan aspek adaptasi sejak awal. Jika kerja sama bisa dimulai lebih cepat, City bisa memperoleh keuntungan dari proses penyesuaian, termasuk pemahaman pemain baru mengenai cara bermain yang diinginkan.
“Jika mereka mulai bekerja sama dengan kami sesegera mungkin, akan lebih baik jika mereka juga memahami cara kami harus bermain,” lanjut Maresca. Dengan kalimat tersebut, ia seolah meletakkan kunci keberhasilan bukan hanya pada perekrutan, melainkan juga pada kecepatan integrasi ke dalam pola permainan tim.
Kekalahan dari Arsenal di Community Shield memang menjadi ujian awal, tetapi Maresca memilih menempatkannya sebagai bagian dari perjalanan musim. Sementara City menghadapi kompetisi yang segera berjalan, bursa transfer tetap menjadi ruang yang ia yakini harus dimaksimalkan dalam batas waktu yang tersedia.
Lewat pernyataan yang cenderung tenang dan terukur, Maresca ingin memperjelas bahwa aktivitas transfer City tetap berjalan sesuai rencana. City, kata dia, tidak menunda keputusan setelah hasil pertandingan, melainkan menuntaskan pekerjaan yang sudah teridentifikasi sebelum momen itu berlalu.
Dengan rekam jejak belanja besar yang dilaporkan—termasuk angka 116 juta pound sterling untuk Elliot Anderson—City terlihat masih berupaya membangun kedalaman skuad. Target berikutnya yang disebut mengarah pada Bouaddi menunjukkan bahwa manuver di pasar pemain tidak berhenti, meski awal musim dimulai dengan hasil kurang ideal.
Di tengah rumor pergerakan seperti kemungkinan terkait Rodri, penguatan skuad tetap menjadi fokus. Maresca menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa langkah perekrutan dan proses kerja bersama harus bergerak seiring, agar pemain yang datang bisa cepat memahami kebutuhan tim.












