Olahraga

UFC 330: Islam Makhachev Tumbangkan Ian Machado Garry dengan Keputusan Bulat, Pecahkan Rekor Kemenangan Beruntun

×

UFC 330: Islam Makhachev Tumbangkan Ian Machado Garry dengan Keputusan Bulat, Pecahkan Rekor Kemenangan Beruntun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UFC 330: Islam Makhachev beats Ian Machado Garry to break UFC win record

jurnalistik.co.id – Islam Makhachev mengunci UFC 330 di Philadelphia dengan kemenangan keputusan bulat atas Ian Machado Garry, sekaligus mematahkan rekor kemenangan beruntun UFC yang sudah lama bertahan.

Di Xfinity Mobile Arena, petarung asal Rusia itu menegaskan posisi sebagai petarung pound-for-pound terbaik lewat performa dominan selama duel kelas welter yang berjalan ketat.

Kemenangan ini menjadi catatan bersejarah bagi Makhachev, karena ia meraih kemenangan ke-17 secara beruntun di UFC. Capaian itu memecahkan rekor Anderson Silva yang bertahan selama 13 tahun.

Bagi Makhachev, hasil tersebut melanjutkan rentetan karier yang konsisten. Rekornya kini berdiri di angka 29 kemenangan dan 1 kekalahan, setelah ia sukses mempertahankan gelar.

Sementara itu, Machado Garry yang masih berusia 28 tahun harus menerima kekalahan kedua dalam karier UFC-nya, setelah sebelumnya menjalani 19 pertarungan. Dengan kekalahan ini, ia juga gagal menjadi figur Irlandia pertama yang merebut gelar UFC sejak era Conor McGregor.

Di awal duel, pertarungan diposisikan sebagai pertarungan “grappler vs striker”, dengan wrestling khas Makhachev menjadi fondasi utama untuk menguasai tempo.

Ketika memasuki arena, Makhachev disambut sorak penonton. Pada kesempatan itu, ia langsung mengirim sinyal dengan upaya takedown pada percobaan pertama di ronde awal.

Machado Garry sempat menunjukkan ketahanan dari kontrol bawah, namun situasinya tetap mengarah pada rencana Makhachev. Ia mengendalikan sisa ronde dengan menahan penantang agar terjebak di sisi pagar.

Masuk ronde kedua, Makhachev kembali meningkatkan intensitas. Ia menjatuhkan Machado Garry melalui head kick, sebelum melepaskan serangan yang membuat petarung Irlandia itu terhempas ke kanvas.

Machado Garry memang mampu bertahan hingga bel akhir ronde, meski ia tidak lepas dari dominasi lawan. Di tengah jalan, ia sempat menemukan beberapa momen dengan tendangan, tetapi tetap tidak cukup untuk mengubah arah pertarungan.

Memasuki momen-momen klinch, Machado Garry sempat membuat wajah Makhachev berdarah lewat beberapa pukulan. Namun, Makhachev seperti “mematikan” gangguan itu dan kembali memegang kendali.

Menjelang akhir, perbedaan di statistik kunci terlihat jelas. Makhachev mengamankan tujuh takedown tanpa balasan, dengan waktu kontrol lebih dari 12 menit, sementara Machado Garry hanya mencatat 34 detik penguasaan.

Dari sisi strike signifikan, Machado Garry mencatat 29 kali dan Makhachev 22 kali. Meski begitu, angka tersebut tidak cukup meyakinkan para hakim untuk mengubah hasil menjadi kemenangan Machado Garry.

Setelah keputusan diumumkan, keduanya menunjukkan sikap saling menghargai. Mereka saling berpelukan, lalu Machado Garry mengangkat lengan Makhachev sebagai tanda kemenangan.

Makhachev menyampaikan, “Ian is a great fighter, good man and I respect him. He gave me a hard time but I still prove every fight,”

Sementara itu, Machado Garry menutup malam dengan refleksi yang penuh emosi. Ia berkata, “To all my fans, Ireland, everybody, I’m sorry I couldn’t get this done,” lalu menambahkan, “But I stand here as a man proud of what I’ve done, proud of where I came from and proud where this will take me. To all the fans who doubt me, I’ll be back.”

Kemenangan Makhachev juga menambah bobot terhadap narasi bahwa ia sedang mendekati posisi sebagai salah satu petarung UFC terhebat sepanjang masa, terutama setelah capaian kemenangan beruntunnya kembali diperpanjang di level tertinggi.

Hasil co-main event dan pengumuman laga berikutnya

UFC 330 juga menghadirkan duel penentuan di co-main event. Mackenzie Dern, petarung Amerika-Brazil, mengalahkan Gillian Robertson melalui keputusan poin untuk mempertahankan gelar strawweight pertamanya.

Dern, yang berusia 33 tahun, memenangkan mayoritas pertukaran grappling dan memastikan kemenangan lewat keputusan bulat. Ini sekaligus menjadi kemenangan keempat beruntun secara beruntun untuknya.

Selama pertandingan, Dern sempat berada sangat dekat untuk menyelesaikan Robertson dalam beberapa momen, tetapi Robertson hampir tidak pernah berada dalam ancaman yang benar-benar serius di sepanjang duel.

Dern mengungkapkan, “My first title win I got taken down a lot of times so I’ve been working on my wrestling. I’m still the champion.”

Di luar hasil duel, promotor juga mengumumkan beberapa pertarungan untuk agenda berikutnya. Alexander Volkanovski disebut akan mempertahankan gelar featherweight melawan Movsar Evloev di UFC 333, yang digelar di Abu Dhabi pada 24 Oktober.

Co-main event pada UFC 333 juga mencakup duel Petr Yan yang akan mempertahankan sabuk bantamweight dalam laga rematch melawan Merab Dvalishvili.

Masih dalam bagian kartu laga, Lone’er Kavanagh akan menghadapi Ramazan Tamirov pada kelas flyweight lebih awal di acara. Sementara itu, Arnold Allen dijadwalkan bertarung menghadapi Aaron Pico di divisi featherweight.