Entertainment

Ed Sheeran buka suara soal kontroversi Macklemore saat tampil di Philadelphia

×

Ed Sheeran buka suara soal kontroversi Macklemore saat tampil di Philadelphia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ed Sheeran addresses Macklemore controversy at Philadelphia show

jurnalistik.co.id – Ed Sheeran membuka konser terbarunya di Philadelphia dengan tampil sendirian di atas panggung, lalu untuk pertama kalinya membahas gelombang kontroversi yang menyusul pemecatan rapper Amerika, Macklemore, dari tur yang ia jalani.

Peristiwa itu dipicu oleh komentar pro-Palestina yang disebut-sebut menjadi dasar keputusan penghapusan Macklemore. Sheeran menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menjadi figur aktivis, namun kini merasa harus berada di tengah perdebatan yang menurutnya penting dan sarat emosi.

“I never wanted to be an activist musician but this has put me in the middle of an important and passionate argument about free speech and the most complex political issue on the planet,” ujarnya saat acara dimulai.

Konser yang digelar pada hari Sabtu di sebuah stadion olahraga di Philadelphia berlangsung dalam format yang lebih sederhana dari biasanya. Ketika pertunjukan mulai, sejumlah kursi tampak kosong di area penonton, memberi gambaran bahwa situasi pra-konser tidak berjalan tanpa gangguan.

Sheeran melanjutkan jadwal tanpa menghadirkan penampil pembuka. Akibat sejumlah musisi yang akhirnya mundur dari acara, waktu mulai pertunjukan juga harus didorong mundur.

Di tengah perubahan lineup tersebut, harga tiket dilaporkan turun, sementara penjualan untuk sisa rangkaian jadwal di Amerika Serikat ikut menurun. Sheeran juga menilai bahwa keputusan untuk menjauhkan Macklemore bukan berasal dari dirinya, melainkan dari pihak penyelenggara tur.

“My concerts have always been a safe space for everyone,” kata Sheeran pada awal pertunjukan. Ia menambahkan bahwa ia berkomitmen kepada para penggemar, sebab itulah ia tetap kembali ke panggung meski situasi memanas.

Ia juga mengakui telah melakukan sejumlah “mistakes” dalam proses pengambilan “difficult decisions”. Pernyataan itu disampaikan sebagai pengakuan atas langkah-langkah yang ia ambil ketika situasi berkembang dan pilihan yang tersedia tidak sederhana.

Meski kontroversi berpusat pada satu nama, tur Sheeran tetap memiliki peta perjalanan yang lebih luas. Jadwal konsernya disebut tersusun dengan pertunjukan di berbagai kota di kawasan Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Dalam laporan yang menyertai konser di Philadelphia, disebutkan bahwa tur sebelumnya Ed Sheeran termasuk di antara tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Untuk acara yang berlangsung di Philadelphia, sebagian harga tiket dilaporkan mencapai kisaran terendah di angka $32 (ÂŁ24), sekaligus menunjukkan adanya tekanan pada penjualan.

Sejumlah penggemar juga mengabarkan mereka bisa mengajukan pengembalian dana tiket. Namun, Ticketmaster dan kelompok promotor Messina Touring Group tidak mengonfirmasi apakah pengembalian tersebut benar-benar dilakukan.

Sementara itu, sekitar satu jam sebelum konser dimulai, ratusan penonton mulai berdatangan dan merapat ke lokasi acara. Di luar gerbang masuk, sejumlah kamera dari kalangan pers terlihat berada di area sekitar, meski mayoritas penggemar memilih tidak berbicara dengan awak media.

Di sisi lain, terdapat pula sejumlah demonstran—hanya beberapa lusin—yang berkumpul di luar stasiun kereta bawah tanah terdekat. Mereka mengibarkan bendera sambil menunggu gelombang penonton masuk ke Lincoln Financial Field.

Meskipun ada penolakan dan kehadiran protes, jalannya konser pada umumnya tidak terganggu secara berarti. Acara berlangsung “largely unfettered,” sementara Ed Sheeran tetap melanjutkan pertunjukan di tengah situasi yang tetap menjadi perhatian publik.

Dengan format yang lebih ringkas dan tanpa penampil pembuka, konser tersebut menjadi panggung utama bagi Sheeran untuk menyampaikan posisinya terkait polemik kebebasan berekspresi dan isu politik yang menurutnya kompleks. Pernyataan itu sekaligus menutup bab awal dari kontroversi yang terus bergulir seiring mundurnya sejumlah musisi serta respons yang muncul di kalangan penggemar dan pihak-pihak terkait di Philadelphia.