Otomotif

Russell: Red Bull Paling Unggul, Leclerc Sepakat setelah Hari Pertama Bahrain GP 2026 di Malaysia

×

Russell: Red Bull Paling Unggul, Leclerc Sepakat setelah Hari Pertama Bahrain GP 2026 di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bahrain GP in Malaysia 2026: Russell says Red Bull strongest

jurnalistik.co.id – George Russell dan Charles Leclerc sama-sama menilai Red Bull tampil sebagai tim yang paling siap bersaing setelah sesi hari pertama Bahrain Grand Prix 2026 di Malaysia. Meski begitu, keduanya menekankan bahwa jarak performa masih rapat dan kondisi lintasan akan membuat hasil akhir bisa berubah.

Pada evaluasi awal di Sepang, Isack Hadjar menutup hari kedua dengan catatan waktu tercepat kedua, sementara Max Verstappen berada di urutan keempat. Posisi itu sempat terlihat “lebih tenang” dibanding indikasi kecepatan yang mereka rasakan dari sisi pacing dan pembacaan performa mobil.

Leclerc mencatat putaran tercepat pada hari pertama, unggul 0.099 detik dari Hadjar. Verstappen hanya terpaut 0.257 detik dari laju referensi tersebut, dan ia masih berada di belakang Lando Norris, yang mencatat waktu lebih cepat pada hari yang sama.

Lewis Hamilton menempati urutan kelima dan tertinggal 0.305 detik dari waktu terdepan. Di sisi lain, Russell dan Kimi Antonelli berada pada urutan ketujuh dan kedelapan, ketika tim mereka menguji peningkatan besar pada mobil—yang merupakan pembaruan utama pertama sejak Canadian Grand Prix pada bulan Juni.

Russell kemudian mengaitkan dinamika performa hari pertama dengan karakter tekanan aerodinamika dan kondisi ban. Ia menyebut downforce terasa di beberapa tikungan, tetapi proses pemanasan serta degradasi ban menjadi faktor yang “mengungguli” semua aspek lainnya.

Dalam keterangan yang disampaikan, Russell berkata: “I’m feeling the downforce in some of the corners but with this amount of tyre overheating and degradation that trumps everything. So we just need to get on top pf that overnight,. That’s more of a set-up rather than the upgrade itself and go from there.’”

Ketika ditanya apakah Mercedes punya peluang untuk memperebutkan pole position pada Sabtu, Russell merespons dengan menyertakan penilaian langsung terhadap kecepatan Verstappen dan ritme balap tim lain. Ia mengatakan: “Currently, Verstappen looks very fast and the race pace of the McLaren looked very quick but never say never.”

Leclerc—yang menurut laporan tersebut telah membela Ferrari sejak 2019—juga menggarisbawahi bahwa hari pertama sarat perubahan. Ia menilai lintasan sangat sulit, kotor, dan licin, sehingga tim harus mengantisipasi evolusi kondisi dari satu sesi ke sesi berikutnya.

Leclerc mengatakan: “Everybody is very close. It’s been a very difficult day overall. The track conditions were very tricky. The track was quite dirty and very slippery so things will evolve and change a lot from today until tomorrow and we have to be on the good side of that anticipating that in the best possible way.”

Menurutnya, ia merasa mobil berada pada kondisi yang baik, tetapi gambaran akhir akhir-akhir ini tetap mengarah pada Red Bull. Ia menambahkan bahwa Red Bull terlihat menonjol akhir pekan ini.

Leclerc juga menilai bahwa perbedaan sesi bisa menjelaskan kenapa posisi waktu tidak sepenuhnya menggambarkan kedalaman performa. Ia menyebut Hadjar membuat kesalahan pada bagian akhir putaran, sedangkan Verstappen tidak menjalani putaran pada ban soft.

Ia berkata: “I felt quite good with the car but I still feel like the Red Bull is standing out this weekend so far. Isack did some mistakes in the last part of the lap and Max didn’t do the lap on the soft tyres. ”

Leclerc lalu menyampaikan penilaian terhadap kompetisi secara umum. Ia menegaskan bahwa menurutnya timnya belum menjadi yang paling kompetitif, dan ia juga menilai Mercedes masih harus memahami pekerjaan yang dilakukan.

Leclerc menambahkan: “I don’t think we are the most competitive and also the Mercedes is a bit difficult to understand. I’m sure once Mercedes put everything together they will be very strong. Normally when they put something on the car it works.”

Di sisi teknis, Pierre Wache selaku direktur teknis menyatakan tim mereka tidak terlalu optimistis sejak awal akhir pekan. Ia menjelaskan bahwa fokus utama adalah mengevaluasi paket yang mereka bawa dari Baku dengan tipe tikungan yang berbeda dari sisi kecepatan rendah.

Wache menyebut: “We were not very optimistic starting the weekend. The main aspect was to evaluate the package we put in Baku in different type of corners than low speed. “It looks to be working better than the previous package. Relative performance is difficult to judge but we were surprisingly happy with where we were today.”

Verstappen sendiri mengaitkan pilihan untuk tidak menjalani simulasi pada ban soft dengan perkiraan hujan. Ia memilih memprioritaskan persiapan balap, dan menyebut hari pertamanya berjalan “decent” serta membawa sentimen yang positif.

Ia mengatakan bahwa tidak melaksanakan run soft tyre karena hujan diprediksi—dan ia ingin menitikberatkan pada race preparation—membuat penilaiannya tetap optimistis.

“decent start” dan “positive” disebut sebagai kata-kata yang menggambarkan cara Verstappen melihat sesi hari pertamanya. Dalam evaluasi race simulation, Verstappen juga terlihat sebagai mobil yang paling siap bersaing, dengan mempertimbangkan panjang stint dan keausan ban.

Pada akhirnya, pembacaan hari pertama memperlihatkan bahwa persaingan empat tim teratas berlangsung rapat. Russell dan Leclerc sama-sama mengisyaratkan bahwa perbedaan hasil waktu tidak sepenuhnya memotret kecepatan sebenarnya karena ban dan program kerja yang dipilih berbeda.

Selain barisan tim terdepan, Racing Bulls menempatkan Liam Lawson di posisi kesembilan, sementara Alpine mencatat Pierre Gasly pada urutan kesepuluh. Tiga pembalap lain menghadapi konsekuensi di grid karena penalti.

Hadjar akan turun lima tempat dari posisi kualifikasinya karena melewati batas jumlah komponen mesin yang diizinkan. Sementara itu, Arvid Lindblad dari Racing Bulls dan Franco Colapinto dari Alpine berada di bagian belakang grid karena kombinasi penalti mesin—Lindblad karena engine penalties, dan Colapinto karena penalti mesin 10 tempat, ditambah penalti lima tempat akibat insiden yang ia sebabkan pada restart saat balapan di Azerbaijan pekan lalu.

Bahrain Grand Prix yang sempat batal di awal musim kembali digelar setelah perubahan kalender. Menurut laporan tersebut, Bahrain dan Arab Saudi dibatalkan pada awal tahun akibat perang di kawasan Timur Tengah, tetapi ada negosiasi agar balapan Bahrain tetap bisa berjalan di Malaysia.

Langkah itu disebut berangkat dari upaya pihak terkait, termasuk peran Crown Prince Salman bin Hamad bin Isa Al Khalifa yang dinegosiasikan agar perlombaan dapat berlangsung di Malaysia. Di lokasi, juga disebut ada rangkaian aktivitas terkait Bahrain, dan penghargaan yang diperebutkan adalah trofi Bahrain Grand Prix bersama rosewater—bukan champagne—di podium.

Meski pembacaan awal mengerucut ke Red Bull sebagai acuan kekuatan, hari berikutnya tetap dinantikan untuk mengonfirmasi apakah jarak 0.099, 0.257, dan 0.305 detik tersebut akan berubah setelah tim menyesuaikan mobil, ban, dan rencana program untuk kondisi lintasan yang terus berkembang.