jurnalistik.co.id – Juara dunia Lando Norris menyampaikan permintaan maaf kepada Franco Colapinto setelah komentar yang dibuatnya terkait larangan bagi pembalap Argentina itu. Pernyataan tersebut muncul setelah insiden di Azerbaijan Grand Prix.
Permintaan maaf Norris disampaikan sebagai respons atas komentar yang ia lontarkan seusai balapan. Ia menilai kata-katanya pada hari Sabtu tidak seharusnya keluar.
Insiden bermula saat balapan memasuki fase restart setelah jeda safety car. Colapinto melakukan pengereman keras, lalu mengalami terkunci roda sebelum akhirnya meluncur ke arah rekan satu timnya di Alpine, Pierre Gasly.
Gasly kemudian menabrak Norris. Rangkaian tumbukan itu membuat ketiganya harus menepi lebih awal dan tidak dapat melanjutkan lomba.
Colapinto mengakui kesalahannya setelah kejadian tersebut. Ia menyatakan “sorry” atas “big mistake” yang ia buat.
Namun, Norris memiliki pandangan berbeda terkait konsekuensi yang layak diberikan. Saat berbicara dengan BBC Radio 5 Live, ia mengatakan: “Give him a ban. It’s quite simple.”
Kalimat itu menjadi pemicu perbincangan setelah kecelakaan di Baku. Setelah balapan selesai, Norris kemudian menghubungi Colapinto untuk meralat posisinya dan menyampaikan permohonan maaf.
Dalam unggahan Instagram, Norris menulis bahwa ia meminta maaf atas komentarnya. Ia menyebut akhir pekan di Baku berjalan sulit secara keseluruhan dan keberangkatan balapan lebih cepat dari rencana.
“Tough weekend overall in Baku and of course a disappointing and early end to the race,” tulis Norris dalam pesannya.
Norris melanjutkan dengan penjelasan bahwa ia langsung mengirim pesan kepada Colapinto setelah balapan. Ia menyampaikan bahwa permintaannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab atas ucapan yang dianggapnya keliru.
Ia menulis, “After the race, I sent Franco a message apologising for the comments I made that I simply should not have said.”
Berita Terkait
Norris juga menegaskan bahwa ia sebenarnya tahu lebih baik, tetapi emosi sedang mengalir tinggi saat situasi masih panas. Ia tetap menilai alasan tersebut bukan pembenaran.
“I know better and emotions were running high but that is not an excuse, it was wrong of me,” kata Norris.
Di bagian berikutnya, Norris menempatkan insiden itu dalam konteks kompetisi yang dijalani pembalap. Ia menyinggung bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari balapan saat mengemudi dalam batas paling ketat.
Ia menulis, “I’ve made mistakes of my own over the years and I know this is very much a part of racing and fighting on the limit.”
Selain meminta maaf, Norris menegaskan hubungan mereka tetap baik. Ia menyatakan bahwa dirinya dan Colapinto sudah mencapai pemahaman yang sehat dan masih berteman baik.
“Me and Franco came to a good understanding, are still good friends and are both excited to get back racing this weekend,” tulis Norris.
Komunikasi itu menutup episode yang sempat memanas menyusul kecelakaan tiga mobil di restart setelah safety car. Dengan rincian kejadian yang melibatkan Colapinto, Gasly, dan Norris, insiden tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam GP Azerbaijan.
Dari sisi hukuman, Colapinto menerima penalti selama balapan. Ia dijatuhi tambahan waktu 10 detik.
Karena Colapinto tidak menyelesaikan balapan akibat insiden tersebut, penalti itu kemudian dikonversi. Konversinya berbentuk penurunan posisi start sebanyak lima tempat.
Penurunan grid itu akan dijalani Colapinto pada Bahrain Grand Prix di Malaysia akhir pekan ini. Keputusan konversi ini memastikan bahwa penalti tetap memiliki dampak terhadap strategi start, meski perlombaan tidak berakhir sampai garis finis.
Bagi Norris, episode ini berlanjut pada tahap saling memahami setelah insiden. Permintaan maafnya menandai pergeseran dari nada keras sebelumnya, sekaligus upaya meredam potensi konflik di luar lintasan.
Dengan begitu, fokus balapan kembali diarahkan pada kelanjutan seri. Norris dan Colapinto sama-sama menyatakan kesiapan untuk kembali bertanding pada akhir pekan berikutnya, setelah hubungan keduanya dipulihkan lewat pembicaraan langsung.












