Pendidikan

Lima Peristiwa Langit Malam yang Bisa Dinikmati Saat Musim Gugur

×

Lima Peristiwa Langit Malam yang Bisa Dinikmati Saat Musim Gugur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Five night sky events to look forward to this autumn

jurnalistik.co.id – Memasuki musim gugur, belahan bumi utara memperoleh waktu malam yang lebih panjang. Kondisi ini membuka peluang lebih banyak bagi siapa pun yang ingin meluangkan waktu menatap langit dan menyaksikan beragam fenomena menarik.

Rangkaian peristiwa langit yang layak ditunggu hadir bertahap. Mulainya datang dari gugus bintang yang mudah dikenali, lalu disusul hujan meteor, pertemuan planet, hingga puncaknya di bulan November dengan bulan purnama yang berstatus supermoon.

Gugus Bintang Pleiades di awal musim

Ketika malam semakin panjang pada musim gugur, salah satu gugus bintang paling menonjol akan semakin mudah terlihat. Pleiades, yang juga dikenal sebagai ā€œSeven Sistersā€ atau Messier 45 (M45), merupakan kumpulan bintang muda sekitar 440 tahun cahaya dari Bumi.

Meski namanya menyiratkan tujuh, kebanyakan orang hanya bisa melihat sekitar enam bintang dengan mata telanjang. Detailnya akan bertambah saat menggunakan binokular atau teleskop, sehingga susunannya tampak lebih kaya.

Untuk menemukannya, arahkan pandangan ke timur pada jam malam musim gugur. Pleiades berada di rasi Taurus, sehingga posisi rasi dapat membantu Anda mengarahkan pandangan dengan lebih tepat.

Orionid: hujan meteor sekitar 21 Oktober

Setelah Pleiades mulai masuk fase lebih menonjol, perhatian berikutnya mengarah pada Orionid. Hujan meteor ini aktif sejak awal Oktober hingga November, dengan puncak sekitar 21 Oktober.

Secara berkala, Bumi melintasi jejak debu dan material sisa yang ditinggalkan komet Halley. Saat partikel-partikel kecil itu masuk ke atmosfer dengan kecepatan tinggi, mereka memanas dan menghasilkan kilatan cahaya yang tampak sebagai meteor.

Orionid tampak seolah-olah memancar dari rasi Orion, yang sekaligus menjadi asal nama hujan meteor tersebut. Agar peluang melihat lebih besar, carilah lokasi gelap yang jauh dari cahaya buatan, lalu berikan waktu agar mata beradaptasi.

Rangkaian planet menjelang pertengahan November

Menjelang pertengahan November, langit menawarkan momen lain yang tidak kalah seru: planetary parade. Catatan waktu yang disebutkan mengarah pada sekitar 14 November, ketika Mercury, Venus, Mars, dan Jupiter berkumpul.

Keempat planet tersebut berada di atas ufuk sebelum matahari terbit. Meski begitu, tingkat kemudahan pengamatannya berbeda-beda, terutama karena Mercury tetap berada rendah di langit dan dekat dengan silau matahari yang sedang terbit.

Sementara itu, Venus dan Jupiter termasuk benda paling terang di langit malam. Karena kecerahan keduanya, banyak orang akan lebih mudah menandai posisi mereka saat mengamati di waktu pagi buta.

Leonid: puncak sekitar 17 November

Memasuki akhir November, satu hujan meteor lagi siap menyusul, yakni Leonid. Leonid diperkirakan mencapai puncak sekitar 17 November, sehingga tanggal tersebut menjadi titik fokus bagi para pengamat langit.

Kecepatan Leonid disebut dapat mencapai sekitar 70 km per detik ketika partikel masuk ke atmosfer Bumi. Karakter ini membuat Leonid termasuk meteor yang tampak sangat cepat dari Bumi.

Dalam kondisi langit yang ideal dan gelap, pada puncak hujan meteor sekitar 10 hingga 15 Leonid dapat terlihat per jam. Namun jumlah yang benar-benar tersaksikan akan bergantung pada cuaca, tingkat polusi cahaya, serta kecerahan Bulan di langit.

Leonid mendapatkan namanya dari rasi Leo, dari mana meteor tampak memancar. Waktu terbaik umumnya setelah tengah malam hingga menjelang fajar, saat Leo berada lebih tinggi di langit.

Bulan Purnama Beaver Moon sebagai supermoon

Di bagian akhir rangkaian, bulan purnama November dikenal sebagai Beaver Moon. Nama ini dikaitkan dengan waktu dalam setahun ketika berang-berang diduga lebih aktif, termasuk masa menyiapkan tempat tinggal dan menyimpan makanan sebelum musim dingin datang.

Beaver Moon juga disebut sebagai supermoon, dengan fase purnama terjadi pada 24 November. Supermoon terjadi ketika Bulan purnama berada relatif dekat dengan Bumi, sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang daripada purnama pada jarak yang lebih jauh.

Lebih lanjut, November supermoon tersebut menjadi yang pertama dari rangkaian empat bulan purnama yang dapat diklasifikasikan sebagai supermoon. Rangkaian ini berlanjut hingga Februari 2027.

Untuk memaksimalkan kesempatan melihat, pertimbangkan terlebih dahulu kondisi cuaca sebelum Anda mengamati. Dengan begitu, waktu yang dipilih dapat benar-benar mendukung pandangan ke langit malam sepanjang musim gugur.