Pendidikan

Penyebab Rambut Cepat Lepek: Kulit Kepala Berminyak dan Cara Menanganinya

×

Penyebab Rambut Cepat Lepek: Kulit Kepala Berminyak dan Cara Menanganinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mengapa Kulit Kepala Cepat Berminyak dan Bikin Rambut Lepek?

jurnalistik.co.id – Rambut yang tadinya baru dikeramas lalu kembali lepek, berminyak, dan tampak kusam di siang hari memang sering bikin emosi. Kondisi ini biasanya bukan terjadi tanpa alasan, melainkan dipengaruhi kombinasi faktor di luar dan perubahan pada kulit kepala itu sendiri.

Beberapa pemicu yang kerap disebut adalah kelembapan udara, polusi, keringat setelah berolahraga, hingga kebiasaan menyentuh rambut berulang kali. Saat akar rambut sering “terisi” minyak lebih cepat, tampilan akhirnya ikut berubah lebih cepat dari perkiraan.

Menurut dr. Geeta Mehra Fazalbhoy, kulit kepala berminyak tidak selalu sekadar urusan estetika. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini bisa mencerminkan kondisi biologis kulit kepala yang memang sedang bekerja dengan pola tertentu.

Ia menyoroti dermatitis seboroik sebagai salah satu penyebab yang paling umum. Kondisi ini didorong oleh produksi sebum yang berlebih serta respons peradangan terhadap Malassezia, yaitu jamur yang sebenarnya hidup secara alami pada kulit.

Pada kasus dermatitis seboroik, gejala yang sering muncul tidak berhenti di minyak semata. Biasanya ada sisik berminyak, rasa gatal, dan pengelupasan yang terus berulang.

Selain faktor tersebut, dr. Fazalbhoy juga menyebut perubahan hormon dapat mempercepat kerja kelenjar minyak. Perubahan hormon bisa terjadi saat pubertas, menjelang atau selama menstruasi, hingga saat seseorang berada dalam kondisi stres.

Ia juga mengingatkan bahwa anggapan “keramas tiap hari pasti merusak rambut” tidak sepenuhnya benar. Frekuensi keramas lebih banyak bergantung pada kondisi kulit kepala dan gaya hidup masing-masing orang.

Sejumlah orang percaya menunda keramas dapat “melatih” kulit kepala agar memproduksi minyak lebih sedikit. Namun, gagasan itu ditolak; dr. Fazalbhoy menegaskan produksi sebum terutama diatur oleh genetika, hormon, serta aktivitas intrinsik kelenjar sebasea, dan tidak berkaitan langsung dengan seberapa sering seseorang keramas.

Di sisi lain, membiarkan keringat dan sel kulit mati menumpuk juga dapat membentuk lingkungan yang kurang baik bagi kulit kepala. Hal ini terutama terasa pada mereka yang rentan berketombe.

Mengatur ritme keramas tanpa membuat akar makin berminyak

Jika tujuanmu adalah memperpanjang jarak antarkeramas, pendekatannya bisa dimulai dari pengelolaan bagian akar. Nisha Popat dari BBlunt India Salon menyarankan untuk fokus pada perawatan di area tersebut, bukan menyeret semua bagian rambut dalam satu kebiasaan yang sama.

Pilih dry shampoo yang ringan dan aplikasikan secukupnya di bagian akar yang mulai terasa berminyak. Hindari kebiasaan menyentuh rambut secara berlebihan karena gerakan itu bisa membuat tampilan semakin cepat berubah.

Trik pakai dry shampoo yang lebih “tepat sasaran”

Dry shampoo paling efektif bila digunakan pada area yang memang berminyak. Setelah menyemprot, berikan jeda sekitar semenit agar produk punya waktu menyerap minyak berlebih sebelum kamu lanjut merapikan.

Setelah itu, lakukan pijatan perlahan atau sisir perlahan untuk meratakan hasilnya. Jika memungkinkan, penyemprotan sedikit dry shampoo sebelum tidur juga dapat membantu menyerap minyak semalaman sehingga rambut keesokan harinya tampak lebih terkontrol.

Penting juga untuk memperhatikan cara merapikan rambut saat akar mulai lepek. Saat akar sudah terlanjur berminyak, menggerai rambut tanpa kontrol cenderung membuat tampilan tampak kempis dan kurang segar.

Sebagai alternatif gaya, kamu bisa memilih tatanan yang membantu mempertahankan penampilan rapi. Gaya seperti kuncir kuda atau sanggul dinilai bisa membantu menjaga tampilan saat kamu sedang menunda keramas.

Dengan memahami bahwa minyak dipengaruhi kondisi biologis, hormon, dan pemicu harian, perawatan bisa dibuat lebih realistis dan sesuai kebutuhan. Pada akhirnya, tujuan utamanya bukan sekadar menekan lepek, melainkan mengatur ritme perawatan agar kulit kepala tetap nyaman dan rambut terlihat lebih bersih lebih lama.