Pendidikan

4 Manfaat Menyaksikan Matahari Terbenam bagi Tubuh dan Pikiran: Mengalihkan Pikiran Negatif

×

4 Manfaat Menyaksikan Matahari Terbenam bagi Tubuh dan Pikiran: Mengalihkan Pikiran Negatif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 4 Manfaat Menikmati Matahari Terbenam bagi Tubuh, Termasuk Mengalihkan Pikiran Negatif

jurnalistik.co.id – Matahari terbenam sering menghadirkan jeda dari rutinitas harian. Saat cahaya keemasan mereda, beban pikiran yang menumpuk setelah seharian beraktivitas kerap terasa ikut ikut menurun.

Di tengah kebiasaan menikmati pemandangan itu, semakin banyak bukti ilmiah yang mengarah pada dampak positif bagi otak serta kesehatan mental. Kebiasaan ini diyakini berperan dalam meredakan kecemasan dan depresi, sekaligus mendukung daya ingat, kreativitas, kualitas tidur, dan rasa kepedulian.

Peneliti psikologi dari University of Toronto, Jennifer Stellar, menggambarkan daya tarik senja sebagai pemantik emosi yang kuat. “Matahari terbenam itu luar biasa indah, dan keindahan cenderung memancing rasa takjub,” ujarnya.

Menurut Stellar, keindahan tersebut punya karakter yang tidak biasa. “Matahari terbenam memiliki jenis keindahan yang sangat membuai, berskala masif, dan tidak biasa, terutama jika kamu memikirkan seperti apa rupa langit pada hari-hari biasa,” tambahnya.

1. Mengalihkan pusaran pikiran negatif

Salah satu manfaat paling menonjol dari momen senja datang dari rasa takjub yang menyertainya. Saat seseorang merasakan kagum terhadap sesuatu yang tampak sangat besar—bahkan bisa memicu respons fisik seperti merinding—fokus perhatian cenderung bergeser.

Michelle Shiota, profesor psikologi sosial dari Arizona State University, menjelaskan bagaimana rasa takjub bekerja pada cara orang memandang masalah. “Salah satu efek yang paling konsisten dari rasa takjub adalah perasaan menjadi kecil, bahwa masalah, persoalan, dan kehidupan pribadi seseorang, sebenarnya tidak signifikan dalam skema alam semesta yang lebih besar,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa perubahan perspektif itu berhubungan dengan kesehatan mental. “Ini sangat bagus bagi kesehatan mental karena kita jadi menyadari bahwa mungkin beberapa hal yang membuat kita sangat stres pada akhirnya tidak begitu penting,” ungkap Shiota.

Ketika pikiran sudah terlanjur berputar pada kekhawatiran, hadirnya pemandangan yang memancing takjub bisa menarik perhatian kembali. Dengan demikian, rantai kecemasan dapat terputus dan individu lebih mudah kembali menjejak masa kini.

Shiota menambahkan temuan yang ia kaitkan dengan cerita pengalaman orang-orang. “Ketika kami meminta orang-orang di Amerika Serikat untuk menceritakan momen saat mereka merasakan ketakjuban yang kuat, kategori jawaban yang paling umum adalah fenomena alam, biasanya semacam pemandangan panorama,” ujarnya.

Gagasan ini sejalan dengan studi tahun 2023 berjudul “Beyond blue-sky thinking: Diurnal patterns and ephemeral meteorological phenomena impact appraisals of beauty, awe, and value in urban and natural landscapes” yang meneliti reaksi ribuan peserta terhadap ragam lanskap alam.

2. Mempertajam memori sekaligus meredakan stres

Takjub yang rutin dibangkitkan lewat pemandangan menakjubkan juga berkaitan dengan cara otak memproses informasi. Stellar menekankan bahwa alam dapat memberi manfaat kesehatan, termasuk melalui peristiwa seperti matahari terbenam.

Dalam eksperimen berjudul “Going off script: Effects of awe on memory for script-typical and -irrelevant narrative detail”, peserta yang menonton video menakjubkan disebut memiliki daya ingat yang lebih akurat. Hasil ini menunjukkan bahwa perhatian yang terseret pada sesuatu yang “besar” bisa turut memengaruhi kemampuan menyerap detail.

Di sisi lain, rasa takjub yang dijadikan pengalaman harian dipaparkan mampu menekan stres. Penelitian “The influences of daily experiences of awe on stress, somatic health, and well-being: a longitudinal study during COVID-19” menyebut kebiasaan tersebut berkaitan dengan penurunan tingkat stres harian secara signifikan.

Stellar merangkum kaitan tersebut lewat kalimat yang menegaskan posisi senja sebagai pemicu yang menenangkan. “Alam memiliki manfaat kesehatan, dan matahari terbenam, yang merupakan peristiwa alam yang sangat menakjubkan, memiliki manfaatnya tersendiri,” terang Jennifer Stellar.

3. Mendukung kreativitas

Selain memengaruhi suasana hati dan fungsi kognitif, kebiasaan menikmati matahari terbenam juga dikaitkan dengan peningkatan kreativitas. Ketika seseorang berhenti sejenak dan membiarkan rasa takjub bekerja, proses berpikir cenderung tidak hanya berjalan secara mekanis, tetapi lebih terbuka pada kemungkinan.

Dalam kerangka manfaat yang disebut, kreativitas ditempatkan sebagai salah satu keluaran yang muncul bersamaan dengan pengalaman emosional tersebut. Dengan kata lain, senja tidak hanya “terlihat indah”, tetapi juga menjadi momen yang mendorong cara pandang untuk berkembang.

4. Memperbaiki kualitas tidur dan memperkuat rasa kepedulian

Kebiasaan menikmati senja juga disebut berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Perpaduan ketenangan psikologis dan pengalihan dari pikiran negatif dipercaya membantu tubuh dan pikiran lebih siap beralih ke fase pemulihan.

Selain itu, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan rasa kepedulian. Dalam sejumlah ulasan ilmiah yang dirujuk, pengalaman takjub dipandang dapat melunakkan cara seseorang memaknai diri dan lingkungannya—sehingga hubungan sosial dan perhatian kepada orang lain ikut terangkat.

Jika dirangkum, matahari terbenam bekerja sebagai “pengalih perhatian” yang nyata: ia memancing takjub, membuat masalah terasa tidak terlalu mendominasi, dan membantu mengembalikan fokus. Dari sisi kesehatan mental maupun kualitas hidup sehari-hari, senja kemudian hadir sebagai rutinitas sederhana yang dampaknya terasa dalam pikiran dan tubuh.