jurnalistik.co.id – Kompas.com bersama Yayasan Plan International Indonesia menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Kamis (20/8/2026). Bencana tersebut membuat rumah-rumah warga terendam dan aktivitas ekonomi banyak orang ikut berhenti.
Setelah masa tanggap darurat berlalu, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan bantuan logistik. Mereka juga membutuhkan dukungan agar bisa kembali menjalankan usaha, sekaligus memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan yang layak.
Penyaluran bantuan ini bersumber dari donasi pembaca Kompas.com yang dihimpun sejak November hingga Desember 2025. Bantuan kemudian disalurkan dalam dua tahap, dengan prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Pada tahap pertama, perhatian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak setelah bencana. Pada tahap ini, bantuan diberikan dalam bentuk yang sifatnya segera dibutuhkan warga.
“Penyaluran pertama kami salurkan dalam bentuk yang urgensi terlebih dahulu, seperti hygiene kit, lampu, listrik, makanan pokok, kebutuhan pokok, dan sebagainya,” kata Musfi usai menyerahkan bantuan di lokasi Hunian Sementara (Huntara) Pidie Jaya, Kamis (20/8/2026) sore.
Musfi menjelaskan bahwa penyaluran awal difokuskan untuk membantu warga melewati fase awal pemulihan. Setelah kebutuhan darurat mulai tertangani, bantuan diarahkan untuk mendukung pemulihan agar warga dapat kembali mandiri.
“Kami harapkan setelah mereka mengalami kerugian dari bencana yang terjadi, mereka dapat pulih kembali, ekonominya dapat berjalan secara mandiri, dan mereka dapat membangun usahanya dari awal lagi,” ujarnya.
Pemulihan untuk usaha dan pendidikan
Bantuan tahap kedua diarahkan pada pemulihan ekonomi sekaligus pendidikan. Dengan model ini, warga diupayakan tidak hanya kembali beraktivitas, tetapi juga tetap memastikan proses belajar anak-anak berjalan sebagaimana mestinya.
Kompas.com menempatkan dukungan untuk pemulihan ekonomi sebagai bagian dari upaya agar perputaran aktivitas di Pidie Jaya dapat kembali berjalan. Harapannya, warga bisa memulai lagi dari titik awal setelah mengalami kerugian akibat banjir.
Berita Terkait
Dalam pemulihan ekonomi, bantuan menyasar sejumlah sektor usaha yang dijalankan warga. Di antaranya, ada pelaku usaha yang tergabung dalam himpunan disabilitas Pidie Jaya.
Beragam jenis usaha ikut menjadi sasaran dukungan, termasuk usaha menjahit, bengkel, dan aktivitas perdagangan harian. Warga juga disebut berjualan es tebu, makanan, hingga kue-kue pasar.
Musfi menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan merangkul banyak sektor usaha agar pemulihan dapat lebih luas dampaknya. “Kita harap dengan banyaknya sektor usaha yang kami bantu dari pembaca Kompas.com, mereka bisa pulih kembali dan perputaran ekonomi masih tetap bisa berjalan di Pidie Jaya,” ungkapnya.
Pengalaman penerima bantuan
Salah seorang penerima bantuan adalah Nasaruddin (45). Ia merasakan langsung dampak banjir terhadap kegiatan usaha keluarga.
Dalam keseharian, Nasaruddin berjualan air tebu dan kelapa. Sementara itu, istrinya menjalankan usaha laundry rumahan, yang juga turut terdampak ketika aktivitas warga dan kebutuhan harian berubah pascabencana.
Bagi Nasaruddin, dukungan yang disalurkan diharapkan membantu pemulihan agar usaha dapat kembali berjalan. Dengan adanya pemulihan ekonomi, proses bekerja yang sempat terhenti diharapkan bisa kembali dipulihkan secara bertahap.
Sementara di sisi lain, fokus bantuan tidak berhenti pada kebutuhan usaha. Keberlanjutan pendidikan anak-anak disebut menjadi bagian yang juga diperhatikan dalam tahap berikutnya, agar keluarga tidak hanya pulih dari sisi ekonomi, tetapi juga tetap menjaga masa depan pendidikan putra-putri mereka.
Kolaborasi Kompas.com dengan Yayasan Plan International Indonesia menjadi konteks penyaluran bantuan di lapangan. Melalui penyaluran dua tahap tersebut, bantuan dirancang mengikuti kebutuhan yang paling mendesak terlebih dahulu, lalu berlanjut ke pemulihan ekonomi dan pendidikan.
Dengan model ini, bantuan dari donasi pembaca Kompas.com diharapkan dapat memberi ruang bagi warga untuk bangkit kembali, termasuk dalam upaya membangun usaha dari awal lagi setelah mengalami kerugian akibat banjir di Kabupaten Pidie Jaya.











