jurnalistik.co.id – Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terus dikebut. Di lokasi yang sama, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar meninjau perkembangan kesiapan kegiatan pada Kamis (20/8/2026).
Steering Committee (SC) menyatakan materi persidangan telah disiapkan, sementara penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) peserta memasuki tahap akhir. Dalam pantauan lapangan itu, fokus pengerjaan beralih pada penyempurnaan dokumen menjelang penetapan resmi.
Pendataan DPT memasuki tahap akhir
Anggota SC Muktamar ke-35 NU, Muhammad Nuh, menyebut pendataan DPT peserta dari berbagai tingkatan kepengurusan telah mencapai 95 persen. Data tersebut, menurutnya, mencakup 546 Pengurus Cabang (PC), Pengurus Wilayah (PW), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri.
Ia menargetkan DPT peserta sudah bisa ditetapkan dalam waktu dekat. “Update DPT sekarang sudah 95 persen, yaitu 546 cabang dan PW dan PCI. Insya Allah tinggal sedikit,” kata Muhammad Nuh di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (20/8/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Nuh menyampaikan harapan jadwal keluarnya DPT. “Mudah-mudahan hari Sabtu atau Minggu besok sudah keluar DPT-nya,” tambahnya saat mendampingi KH Miftachul Akhyar meninjau lokasi pelaksanaan muktamar.
Selain urusan DPT, panitia juga menekankan percepatan sisi dokumen persidangan. Muhammad Nuh mengatakan materi persidangan sudah selesai disusun dan kini memasuki tahap pencetakan untuk melengkapi dokumen digital.
“Terkait kesiapan dari sisi materi, Alhamdulillah , hari ini materi yang terkait dengan muktamar sudah masuk dipercetakan,” ujar dia. Panitia, lanjutnya, juga telah mendistribusikan undangan resmi sekaligus undangan pembukaan secara elektronik kepada seluruh tingkatan kepengurusan.
“Undangan sudah kita kirim digital, undangan pembukaan juga sudah kita kirim ke masing-masing,” tambah M Nuh.
Berita Terkait
Persiapan teknis melewati 85 persen
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 85 persen. Ia menjelaskan panitia pusat dan lokal Tambakberas terus bekerja menyelesaikan sejumlah sarana serta fasilitas di lokasi acara.
Gus Ipul menyampaikan bahwa sisa waktu akan dimanfaatkan untuk menutup kekurangan yang masih ada. “Kami mendampingi Rais ‘Aam untuk melihat secara langsung perkembangan persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Secara keseluruhan persiapan sudah lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melengkapi kekurangan yang ada,” tutur Gus Ipul.
Muktamar ke-35 NU, menurut panitia, akan diikuti lebih dari 3.000 peserta resmi. Di luar peserta resmi, panitia memperkirakan sekitar 10.000 penggembira turut hadir untuk meramaikan rangkaian kegiatan.
Untuk mendukung kelancaran agenda, Pondok Pesantren Tambakberas menyiapkan tempat penginapan, arena sidang, serta fasilitas logistik. Gus Ipul juga menegaskan fasilitas dapur umum disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sekaligus menyebut dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang dan tokoh lintas agama.
Persiapan juga menyentuh aspek undangan pimpinan negara. PBNU disebut telah mengirim surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berisi permohonan agar presiden membuka Muktamar ke-35 NU secara langsung.
Dengan DPT yang ditargetkan terbit pada akhir pekan serta materi persidangan yang sudah masuk tahap pencetakan, panitia menilai persiapan berada pada jalur penyelesaian. Pada saat yang sama, pembenahan teknis terus berjalan untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan berada dalam kondisi siap digunakan.
Pada tahap ini, panitia juga mengalihkan konsentrasi kerja ke penyusunan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan saat pelaksanaan, termasuk memastikan seluruh data peserta dan dokumen persidangan tersusun rapi sesuai tahapan yang ditetapkan. Dengan progres yang telah mendekati selesai, proses penyesuaian dilakukan menjelang penetapan resmi.
Di sisi lain, OC menyatakan pekerjaan teknis tidak berhenti pada perhitungan kesiapan, melainkan berfokus pada penyempurnaan kebutuhan operasional di lokasi. Upaya tersebut mencakup penataan sarana pelaksanaan dan dukungan logistik agar rangkaian agenda dapat berjalan lancar, sejalan dengan target keluarnya DPT dalam waktu dekat serta materi persidangan yang telah memasuki tahap pencetakan.












