jurnalistik.co.id – Seorang relawan pemadam kebakaran swadaya masyarakat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan. Peristiwa itu terjadi saat ia membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik pada Rabu (19/8/2026).
Relawan yang bernama Rizky Mubarrak tercatat sebagai anggota relawan Masjid Jami Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Ia ikut terjun bersama tim di lapangan untuk membantu pemadaman, sebelum akhirnya kondisi kesehatannya menurun.
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, menjelaskan bahwa Rizky diduga mengalami penurunan akibat kelelahan serta paparan asap pekat selama proses pemadaman. Pernyataan itu disampaikan Irpansyah pada Kamis (20/8/2026).
“Ya, Rizky adalah relawan kami dari MPA Masjid Jami dan yang bersangkutan sudah kembali ke rumah tadi malam,” kata Irpansyah dikutip dari Tribun Kalteng.
Menurut Irpansyah, sebelum dibawa ke rumah sakit Rizky terlebih dahulu berpindah lokasi untuk ikut menangani karhutla. Aktivitasnya tidak hanya berada di satu titik, melainkan dilakukan di beberapa area yang berbeda dalam waktu yang sama.
Rizky sempat membantu pemadaman di Kecamatan Baamang, tepatnya di sekitar Semekto. Setelah itu, ia kembali bergerak menuju lokasi kebakaran lain di Jalan Kaca Piring Barat.
Irpansyah menuturkan pemadaman berlangsung di tengah kondisi asap yang cukup pekat. Dalam situasi tersebut, Rizky menunjukkan tanda-tanda kelelahan, hingga kemudian kondisinya makin melemah.
“Kemungkinan karena di luar lokasi itu sangat besar asapnya, kemungkinan kelelahan,” ujarnya.
Berita Terkait
Ketika kondisi Rizky mulai memburuk dan ia mengalami sesak napas, rekan-rekannya segera membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis. Ia kemudian dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit.
Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi relawan tersebut berangsur membaik. Irpansyah juga menyebutkan bahwa Rizky sudah kembali ke rumah pada malam harinya, setelah proses perawatan.
Peristiwa ini menjadi perhatian terkait keselamatan relawan di lapangan, terutama saat penanganan karhutla berlangsung dengan paparan asap yang tebal dan durasi pemadaman yang panjang. Kejadian serupa menegaskan pentingnya pemantauan kondisi fisik relawan yang ikut bekerja dalam situasi darurat.
Insiden ini bermula saat Rizky menjalankan tugas membantu pemadaman karhutla di beberapa titik pada Rabu (19/8/2026). Dalam prosesnya, ia tidak hanya bekerja di satu lokasi melainkan mengikuti pergerakan tim ke area lain yang juga terdampak api dan asap.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, dugaan penurunan kondisi Rizky berkaitan dengan kelelahan yang menumpuk serta paparan asap pekat selama kegiatan pemadaman. Kondisi lingkungan yang berasap tebal disebut menjadi faktor yang memperburuk tenaga relawan.
Irpansyah juga menjelaskan bahwa sebelum dibawa ke rumah sakit, Rizky sempat berpindah posisi untuk tetap membantu penanganan kebakaran. Ia terlebih dahulu terlibat di Kecamatan Baamang, sekitar Semekto, sebelum kemudian melanjutkan bantuan ke lokasi kebakaran lain di Jalan Kaca Piring Barat.
Di tengah pemadaman yang berlangsung dalam suasana asap cukup pekat, tanda-tanda kelelahan mulai terlihat pada Rizky. Saat kesehatannya makin menurun hingga mengalami sesak napas, rekan-rekannya segera melakukan upaya membawa yang bersangkutan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Rizky kemudian dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit. Setelah penanganan medis diberikan, kondisinya berangsur membaik, dan Irpansyah menyebut bahwa relawan tersebut sudah kembali ke rumah pada malam hari setelah menjalani perawatan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap keselamatan relawan saat bertugas di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla yang menghadapkan pekerja pada paparan asap tebal dan durasi kegiatan yang tidak singkat. Pemantauan kondisi fisik tetap perlu dilakukan agar relawan dapat bekerja secara lebih aman dalam situasi darurat.












