jurnalistik.co.id – Sidang inquest yang digelar di Gwynedd Coroner’s Court, Caernarfon, membahas upaya dua pendaki yang tewas di Yr Wyddfa setelah mencoba menghubungi layanan darurat 999, namun responsnya tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Keterangan yang dibacakan dalam persidangan menyebut bahwa insiden itu “not escalated as it should have been”.
Dua korban adalah Eddie Hill, 20 tahun, dan Jayden Long, 19 tahun, keduanya berasal dari Dereham, Norfolk. Mereka ditemukan oleh tim penyelamat gunung di Eryri, yang juga dikenal sebagai Snowdonia, pada 19 Februari.
Keduanya meninggal di Crib y Ddysgl, sebuah punggungan (ridge) dengan puncak setinggi 1.065 meter (3.494 kaki). Lokasi itu berada kurang dari satu mil di sebelah utara puncak Yr Wyddfa, serta menjadi penghubung menuju punggungan sempit Crib Goch yang terkenal sulit dilalui.
Menurut tim penyelamat, mereka tidak segera bertindak karena informasi yang diterima terkait posisi dan sifat panggilan 999 dinilai belum cukup. Philip Benbow, lead co-ordinator tim Llanberis Mountain Rescue, mengatakan pihaknya dihubungi North Wales Police pada malam 18 Februari setelah ada panggilan 999 yang ditinggalkan tiga jam sebelumnya.
Benbow menjelaskan bahwa panggilan itu dilakukan oleh seorang laki-laki yang diyakini berada di Crib y Ddysgl. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, panggilan tersebut kemudian teridentifikasi berasal dari ponsel Jayden Long.
Pencarian berlangsung setelah informasi terus ditelusuri
Setelah penyelidikan lanjutan—termasuk kontak dengan keluarga—tim penyelamat gunung bersama coastguard helicopter melakukan pencarian di titik terakhir yang diketahui. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.
Pada akhirnya, keputusan diambil untuk melanjutkan pencarian sejak awal terang pada 19 Februari. Tim pencarian dan penyelamatan dengan anjing pelacak kemudian bergabung bersama tim penyelamat gunung pada pagi hari.
Berita Terkait
Benbow menyampaikan bahwa pada pukul 10:46, dua anggota tim menemukan jejak yang dianggap mungkin berada di tengah salju. Drone serta coastguard helicopter kemudian dikerahkan ke lokasi tersebut.
Setelah itu, jenazah kedua korban ditemukan dan kematian mereka dikonfirmasi. Benbow menggambarkan kondisi di punggungan saat kejadian sebagai “full winter conditions”.
Ia juga mengatakan keluarga Long memberitahukan bahwa korban sempat berjalan di Lake and Peak District, tetapi itu adalah kali pertama Long berada di Eryri. Benbow menambahkan bahwa meski korban menggunakan alas kaki dengan pengait (spiked footwear), mereka tidak membawa crampons maupun ice axes.
Di persidangan, Benbow menyebut terdapat papan penanda di berbagai bagian kawasan pegunungan yang memperingatkan bahwa beberapa rute membutuhkan pendaki berpengalaman. Ia menyebut Crib Goch sebagai “extreme scramble”, yaitu pendakian yang sangat menantang dan menuntut keahlian khusus.
Kesimpulan ahli kepolisian soal eskalasi panggilan 999
Det Con James Lloyd dari North Wales Police bagian professional standards department menyampaikan keterangan kepada sidang. Ia mengatakan bahwa meskipun upaya dilakukan dari ruang kendali untuk membuat kontak lanjutan dengan penelepon 999, insiden tersebut “the incident wasn’t escalated as it should have been”.
Lloyd menyatakan ada “learning” yang harus dipetik oleh staf dan kepolisian agar panggilan serupa lebih cepat diteruskan kepada pihak penyelamat gunung. Menurutnya, tujuannya adalah agar tim penyelamat dapat menilai situasi sejak dini.
Dalam keterangannya, Lloyd juga menyampaikan bahwa ia mendapati kepolisian tidak berkontribusi pada kematian kedua pria tersebut. Long’s father, saat menanyai Lloyd melalui videolink, menggambarkan keadaan itu sebagai “incompetence”.
Assistant coroner untuk North West Wales, Sarah Riley, menyatakan kedua pria meninggal dunia akibat multiple traumatic injuries. Sidang inquest masih berlanjut.









