Peristiwa

Pangeran William menggandeng Kane dan Shearer dalam kampanye cegah bunuh diri lewat olahraga

×

Pangeran William menggandeng Kane dan Shearer dalam kampanye cegah bunuh diri lewat olahraga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prince William joins Kane and Shearer in campaign to prevent suicide through sport

jurnalistik.co.id – Prince William meluncurkan sebuah program baru yang memanfaatkan pengaruh olahraga untuk membantu mencegah bunuh diri, dengan dukungan sejumlah figur olahraga ternama. Inisiatif yang digerakkan melalui ekosistem olahraga ini juga diarahkan untuk memperkuat akses pertolongan saat seseorang sedang berada dalam krisis.

Dalam rencana tersebut, William menegaskan bahwa olahraga dapat menjangkau orang-orang yang mungkin tidak pernah datang ke layanan kesehatan mental. Ia juga menyoroti kondisi ketika seseorang mungkin sedang “berjuang dalam diam” tanpa mencari dukungan secara langsung.

William diperkirakan akan menyampaikan pernyataan di sebuah acara di markas Everton pada Kamis, disertai tokoh-tokoh olahraga seperti Harry Kane, Kelly Holmes, dan Alan Shearer. “Sport has the ability to reach people who may never walk through the door of a mental healthcare service,” ujar William, sebelum menambahkan bahwa “People who may never seek support themselves and may be struggling in silence,”.

Program bernama On Your Side itu bertujuan memberi keyakinan kepada orang-orang untuk memulai percakapan yang “difficult conversations” dengan teman, keluarga, rekan setim, atau kolega yang mungkin tengah mengalami masalah kesehatan mental. Dengan memanfaatkan jangkauan olahraga, proyek ini diharapkan meningkatkan kesadaran tentang bunuh diri sekaligus menunjukkan bantuan apa yang tersedia ketika seseorang berada dalam situasi gawat.

Langkah ini juga melibatkan dukungan dari Football Association, Premier League, dan Team GB. William menilai peran organisasi olahraga di seluruh negeri sangat menentukan, khususnya karena tingkat bunuh diri lebih tinggi pada pria dibandingkan perempuan; dan di Inggris, bunuh diri menjadi penyebab kematian terbesar bagi pria di bawah usia 50 tahun.

Di tengah kampanye tersebut, William menyampaikan harapannya agar setiap organisasi olahraga menilai kembali kontribusi yang dapat mereka lakukan. “My hope is that every sporting organisation in the country will look at what is being launched today and ask a question: ‘What more can we do?’ Because the opportunity before us is enormous,” katanya dalam rangkaian pernyataan terkait peluncuran program.

Untuk memperkuat pesan, sebuah film juga disiapkan, menampilkan kapten sepak bola Inggris Harry Kane dan petinju Carl Frampton yang membahas pentingnya bertindak ketika melihat seseorang menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan mental. William ikut menjadi narator film tersebut, yang diarahkan untuk mengurangi stigma seputar kesehatan mental dan bunuh diri—dengan catatan “7,000 lives being lost to suicide each year in the UK”.

Inisiatif ini menyediakan “practical toolkit” di situs web gratis bagi orang-orang yang khawatir atau merasa tidak nyaman tentang apa yang harus dikatakan kepada seseorang bila muncul kekhawatiran terhadap kesejahteraannya. Materi tersebut menawarkan pendekatan bertema olahraga melalui kerangka GOALS, dengan rincian G: get ready; O: open the conversation; A: ask the question; L: listen and respond dan S: support and signpost.

Alan Shearer menggambarkan toolkit tersebut sebagai “the first suicide prevention toolkit designed for the whole of UK sport”. Ia juga menekankan bahwa seseorang tidak perlu menjadi ahli untuk dapat membantu: “You don’t have to be an expert. You don’t have to have all the answers,” ucap Shearer, sebelum menegaskan, “But we can all be better at asking, listening, and helping someone find the right support.”

Shearer turut menilai peluncuran di Everton memiliki makna yang sangat personal karena klub itu pernah menjadi salah satu tempat Gary Speed bermain, sosok yang merupakan teman Shearer dan meninggal akibat bunuh diri pada 2011. Pada saat yang sama, program ini juga dibangun bersama sejumlah lembaga amal kesehatan mental, termasuk Chasing the Stigma, yang memiliki aplikasi Hub of Hope dan menyebutnya sebagai direktori kesehatan mental terbesar di Inggris untuk tempat mencari bantuan.

Jake Mills, pendiri Chasing the Stigma, mengatakan bahwa ia telah menghadapi tantangan kesehatan mentalnya sendiri dan memandang olahraga sebagai jalur yang efektif untuk menyampaikan pesan. Ia menyebut olahraga sebagai “real force for good” karena dapat mempertemukan orang-orang dan menghadirkan semangat “looking out for one another”.

Mark Bullingham, chief executive Football Association, menyatakan ia ingin melihat organisasi olahraga “creating a culture where conversations about well-being are really encouraged. Where people feel comfortable asking for help and also know where to get it”. Peluncuran pada Kamis di Liverpool juga akan didukung oleh Kelly Holmes, komentator Gabby Logan, serta mantan pemain sepak bola Inggris Jill Scott.

Selama ini, Prince William dikenal aktif dalam kampanye terkait kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri. Melalui Royal Foundation, ia meluncurkan National Suicide Prevention Network pada tahun lalu, sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.